
Setelah dua pekan di tanah air, Qiara memutuskan untuk kembali bekerja.
"Hati-hati di jalan yaa Ra. Maaf Aku tidak mengantarmu kembali" Alex mengantar Qiara hingga bandara.
"Tidak apa Al, lagian Kamu masih punya waktu dua bulan untuk berlibur disini. Nikmati liburan mu Al"
"Terimakasih Ra, Kamu benar-benar dapat diandalkan"
Mereka pun berpisah saat Qiara harus meninggalkan bandara.
Alex masih menghubungi Anna, namun nomornya masih saja tidak dapat dihubungi.
"Kamu kemana Ann, Aku benar-benar khawatir"
Qiara tiba di negeri Perancis, tempatnya menimba ilmu sekaligus mengamalkan ilmu yang dia miliki.
"Selamat Pagi Dokter Qiara"
"Selamat pagi..." Qiara berbicara menggunakan bahasa Prancis, tidak lupa senyuman yang selalu terpancar dari wajahnya yang cantik.
Qiara akan segera memasuki ruangannya, namun pintunya terkunci.
"Loh kenapa tidak bisa dibuka?" Qiara meraih kunci dari dalam tas nya, namun pintu masih tidak dapat dibuka.
Qiara segera menghubungi bagian teknis.
"Maaf dokter, Anda ditunggu oleh Dokter Chriss di ruangannya" Seorang perawat menghampiri Qiara yang kebingungan.
__ADS_1
"Baik" Qiara segera bergegas menaiki lift. "Ada apa dokter Chriss memanggilku?" Dokter muda pemilik rumah sakit yang cukup bersar yang terletak di kota ini.
Qiara sampai di lantai paling atas, "Selamat pagi dok, Anda memanggil Saya?"
"Oh selamat pagi dokter Qiara, silahkan duduk"
Qiara masih nampak kebingungan, namun dia duduk di hadapan dokter Chriss.
"Hmm maaf sebelumnya dok, ada yang ingin Saya sampaikan"
Qiara menganggukkan kepalanya.
"Anda akan di mutasi ke sebuah rumah sakit yang terletak di Kota X. Rumah sakit itu baru saja selesai di renovasi, dan Kami membutuhkan Anda disana"
"Tu...Tunggu dulu dok, kenapa Saya tiba-tiba di pindahkan seperti itu? Dan Kota X? Bukankah itu kota sering mengalami krisis?"
"Tapi dok, bukankah Saya sudah melakukan kontrak dengan rumah sakit ini untuk waktu yang lama? Ada apa ini?" Qiara merasa sangat aneh dengan keputusan dokter Chriss. Kota X dinilai sebagai Kota terpencil yang terletak jauh dari Ibu Kota. Bahkan disana sering terjadi krisis ekonomi akibat musim dan sulitnya akses jalan menuju kota tersebut.
"Kontrak Anda sudah dibatalkan"
"What?" Qiara merasa sangat kaget.
"Tenang saja, Kami akan membayar konfensasi sesuai perjanjian"
"Bukan itu yang Saya harapkan dok, tapi..."
"Mohon maaf dok, Anda tidak bisa mengubah keputusan Kami"
__ADS_1
Qiara menundukkan kepalanya, bukan karena dia tidak ingin bekerja di tempat terpencil, namun dia merasa ada manipulasi di balik semua ini.
Qiara pergi meninggalkan ruangan dokter Chriss, di luar dia mendengar seorang resepsionis menelpon seseorang "Benar Tuan Damien, Dokter Chriss sedang berbicara dengan Dokter Qiara"
"Tentu saja, beliau mengikuti apa yang Anda sarankan. Demi kemajuan rumah sakit ini Tuan"
Di seberang telpon Damien tertawa "Bagus, katakan pada Dokter Chriss, Aku akan menyimpan saham tiga puluh persen jika dia berhasil menyingkirkan Qiara dari Kota ini"
"Terimakasih Tuan, Saya akan menyampaikannya"
Qiara segera bergegas dan memasuki lift. "Tuan Damien? Sepertinya Aku pernah mendengar namanya. Tapi siapa dia?"
Qiara kini tengah di dalam mobil menuju apartemen miliknya. Tiba-tiba dia teringat sesuatu.
"Tuan Damien? Anna? Tapi, untuk apa dia melakukan itu kepada ku?"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Maaf Zheyeeenk Aku baru Up lagii......
...Pertama, kegiatan ku mulai kembali normal. Aku udah nggak wfh nih, jadi agak susah untuk Up....
...Tapi Kalo Kalian antusias dengan karya ku, Aku bakalan kembali buat Up deh. Beneran 😄😄...
__ADS_1
...BTW, thanks yaa yang setia menunggu karya ku buat Up. Sayaaang Kalian 🤗🤗...