Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)

Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)
Episode 81


__ADS_3

Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan lambat. Dia menikmati suasana malam ini. Banyak orang yang sedang berkumpul hanya untuk berbincang, bahkan untuk berjalan-jalan saja.


Hampir tiga puluh menit Alex melakukan perjalanan.


Dia segera menuju kamarnya dan membersihkan badannya.


Setelah selesai, seperti biasa dia meraih buku dan membacanya. Alex mempunyai kebiasaan membaca buku sebelum tidur. Itu karena sejak kecil Vita selalu membacakan dongeng sebelum tidur kepada anak-anaknya hingga Mereka benar-benar tidur.


Hari semakin larut, Alex bersiap untuk tidur. Namun ponselnya berdering menandakan pesan masuk.


Alex meraih ponselnya dan membaca pesan tersebut.


"Selamat beristirahat Tuan Alex" Pesan tersebut dikirim dari nomor yang sama dengan pengirim foto tadi.


Alex tidak membalas pesannya kemudian meletakkan kembali ponselnya.


Di tempat lain Anna nampak kesal. "Dingin sekali Anda Tuan Alex. Lihat saja, Aku akan membuat gunung es itu mencair" Anna meraih jaket milik Alex dan mencium aroma jaket tersebut. "Semoga mimpi indah" Anna meletakkan kembali jaketnya dan terlelap dalam tidurnya.


Abreanna, gadis cantik dan ceria. Wajahnya selalu dihiasi dengan senyumannya yang sangat cantik. Setiap orang yang melihatnya pasti akan jatuh cinta dengan kecantikan dan keramahannya. Dia tinggal bersama sang Ayah karena Ibunya meninggal saat melahirkannya. Tuan Damien akan melalukan apapun untuk membuat putri semata wayangnya bahagia, termasuk mencari klien dari tanah air.


Abreanna tertarik dengan keindahan negeri ini sehingga meminta sang Ayah untuk bekerja sama dengan salah satu perusahaan di tanah air. Tentu saja Tuan Damien mengabulkan keinginan putrinya.


Pagi hari Alex pergi sarapan bersama Ziano.


"Bagaimana semalam?"


"Semalam?" Alex masih fokus dengan sarapannya.


"Tuan Damien menghubungi Daddy dan dia berterimakasih karena Kamu sudah menemani putrinya."


Alex hanya menganggukkan kepalanya.


"Pergi kemana Kalian semalam?" Ziano masih nampak penasaran.

__ADS_1


"Hanya pergi makan dan ke taman Kota"


"Benarkah? Hanya seperti itu? Tuan Damien berkata kalau putrinya sangat senang"


"Entahlah. Mungkin karena dia tipe orang yang periang sehingga hanya dengan melakukan aktivitas seperti itu pun dia merasa senang" Alex masih fokus dengan sarapannya.


"Periang? Pasti menyenangkan pergi dengannya" Ziano tersenyum jahil.


Wajah Alex tiba-tiba memerah. Bagaimana mungkin dia mengatakan kalau Anna gadis periang.


"Entahlah Daddy"


Ziano tertawa melihat Alex yang salah tingkah.


"Daddy memahami mu lebih dari siapa pun, kecuali Mommy mu." Ziano mengusap pundak Alex.


Alex menarik nafas panjang, karena bagaimana pun juga dia tidak bisa menyembunyikan apapun dari Vita, Ziano dan Kevin.


Selesai sarapan Alex menemui Ziano di sebuah ruangan. "Ada yang bisa Aku bantu Daddy?"


Stefan yang merupakan sekretaris sekaligus asisten pribadinya menganggukkan kepalanya.


"Beneran?"


"Iya Al, pergilah istirahat atau Kamu bisa berkeliling Kota untuk membeli pesanan Alea dan Alana"


"Baiklah Daddy, jika ada apa-apa segera hubungi Aku"


Ziano tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan mu Daddy"


"Baiklah-baiklah Al. Sudah pergi saja sana" Ziano tertawa sambil mendorong perlahan tubuh Alex untuk meninggalkan ruangan kerjanya.

__ADS_1


Alex pergi menuju kamarnya, dia membawa tas kecil miliknya.


Alex menggunakan mobil milik hotel karena mungkin saja Ziano membutuhkan mobil miliknya untuk keperluan bekerja.


Alex memutuskan pergi ke sebuah pasar tradisional yang terletak di pinggir jalan. Disana terdapat banyak oleh-oleh khas Kota X.


Alex memilih beberapa aksesoris untuk Alea dan Alana. Alex membeli gelang yang terbuat dari kayu. Namun tiba-tiba Alex terbayang Anna yang menggunakan gelang tersebut.


"Kenapa dia? Tidak, ini tidak benar" Alex menggelengkan kepalanya.


"Haii Al" tiba-tiba seseorang menepuk pundak Alex, Alex begitu terkejut saat melihat Anna berada di sampingnya.


"Sedang memikirkan apa? Sampai terkejut begitu" Anna tertawa.


Anna melihat gelang yang Alex pegang.


"Wah indah sekali" Anna meraih gelang tersebut dan mencobanya.


"Apa ini untuk adik mu?" Anna menggerak-gerakka tangannya sambil tersenyum senang.


"Tidak, pakai saja kalau Kamu menyukainya"


"Benarkah?" Anna menatap tangannya. "Sangat suka, terimakasih Al" Anna memeluk Alex. Alex membelalakkan matanya, badannya terasa sangat kaku.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Gimana gimana? Yang masih tetep tim Cla dan Kevin pantau terus cerita yang ini yaa....


...Kisah Alex Aku sandingkan dg kisah Kevin, jadi pasti nggak kalah menarik dong 😎😎...

__ADS_1


...Kenapa nggak novel baru sih? No no no. Judulnya ada regenerasi cinta. Jadi Aku berencana lanjut kisah anak-anak dari novel "Istri Ceo" di novel ini. 😄😄😄...


...Jadi, jangan lupa tinggalkan jejak ❤ dan komentar Kalian Zheyeeenk nya Akuuu 🥰🥰🥰...


__ADS_2