Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)

Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)
Episode 25


__ADS_3

Kevin mengantarkan Cla ke rumahnya, "Masuk dulu Kak?"


"Aku langsung pulang saja ya Cla, kasian orang rumah sedang tidak sehat"


"Baiklah Kak"


"Sampaikan salamku untuk Aunty Amanda dan Uncle Kendra ya"


"Oke siap. Hati-hati di jalan Kak"


Cla menghampiri Amanda yang sedang duduk sambil menonton tv.


"Sayang, bersihkan badan mu dulu. Setelah itu makanlah, Mommy akan menyiapkan makanan untukmu" Amanda hendak bergegas menuju ruang makan, namun Cla menahannya.


"Aku akan mandi, tapi Mommy duduk sajalah karena Aku sudah makan bersama Kak Kevin"


"Kevin? Dia sudah pulang?"


"Iya, semalam dia menemui Aunty Vita. Dia sangat mengkhawatirkan Aunty Vita"


"Syukurlah, walaupun mereka tidak sedarah, Vita sangat menyayangi Kevin. Dia pasti sangat terpukul dengan kepergian Kevin. Istirahatlah Sayang, Kamu pasti sangat lelah"


"Baiklah Mommy" Cla mencium pipi Amanda dan pergi menuju kamarnya.


......................


Di tempat lain, Kevin baru sampai di kediaman keluarga Argora. Kevin pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri, Kevin merebahkan tubuhnya di atas kasur. Namun tiba-tiba pintu kamar diketuk.


"Kak Kevin... Ini Aku..." Suara Alex terdengar di balik pintu.


"Masuklah Al"


Alex masuk menggunakan kursi roda. Kevin segera membantu Alex.


"Bagaimana keadaan mu Al?"


"Aku baik-baik saja Kak. Aku pikir Aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi Kak" Alex tertawa.


"Maafkan Aku karena meninggalkan kalian begitu saja" Kevin nampak sedih.


"Bukan itu Kak maksudku, Aku kira Aku tidak bisa membuka mataku kembali. Selama Aku koma, Aku mendengar suaramu. Aku ingin sekali membuka mataku dan melihatmu"


"Jaga bicara mu, Kamu pasti akan selamat dan kembali seperti sedia kala"


"Tapi Aku sedikit kecewa karena saat Aku membuka mataku, Kamu tidak ada di depanku"


"Maafkan Aku Al, Kamu pasti tau bagaimana perasaanku waktu itu"


"Sudahlah Kak, Kamu adalah Kakak terbaik untuk ku. Kamu tau Kak, ternyata melakukan perjalanan bisnis itu bukan hal yang mudah. Aku sedikit kelelahan sehingga tidak fokus ketika menyetir perjalanan pulang"


"Jangan lakukan itu lagi Al, jangan memaksakan tubuhmu. Seharusnya Kamu memilih beristirahat daripada harus melakukan perjalanan malam"


"Sebenarnya selama di pesawat Aku sudah tertidur, tapi entahlah kenapa kecelakaan itu bisa menimpaku" Alex tersenyum ketir.


"Sudah Al, yang terpenting saat ini Kamu dan Daddy sudah selamat"


"Kemana Kamu pergi kemarin Kak?"


"Aku? Aku hanya ingin menenangkan diri"

__ADS_1


"Lalu apa sekarang sudah tenang?"


"Tentu, Aku bersyukur memiliki keluarga seperti Kalian"


"Kita keluarga Kak, jangan pernah berpikiran yang tidak-tidak"


Kevin memeluk Alex, "Terimakasih Al, tapi untuk perusahaan..."


"Jalankan perusahaan seperti biasa, Daddy tidak bisa kembali ke perusahaan. Hanya Kak Kevin yang bisa menjalankan perusahaan dengan baik"


"Aku? Tapi..."


"Ayolah Kak, bukankah Daddy sudah mempercayakannya kepadamu?"


"Tapi Kamu yang berhak Al"


"Kita keluarga Kak, tidak ada mana yang lebih berhak. Kita sama, Kita saudara"


Kevin pun memeluk Alex. "Istirahatlah Kak, Kakak pasti lelah. Aku tinggal dulu" Kevin menganggukkan kepalanya kemudian mendorong kursi roda yang digunakan Alex.


Kevin menatap langit-langit kamar, dia mencoba memejamkan matanya namun begitu sulit.


Kevin mengingat ucapan Alex mengenai perusahaan, Alex adalah orang yang tepat untuk mengelola perusahaan. Mengingat Ziano yang tidak mungkin mengelola perusahaan kembali. "Apa yang harus Aku lakukan? Ayolah Kev, Mereka sudah sangat baik kepada mu. Kenapa Kamu menjadi canggung seperti ini?"


Kevin pun memejamkan matanya dan pergi menuju alam mimpinya.


Waktu menunjukkan jam makan malam saat Kevin membuka matanya, "Kak... Kak Keviiin? Ini Aku Alana"


"Iya Lana, masuklah" Kevin mengusap wajahnya.


"Aku memanggilmu dari tadi, Aku kira Kak Kevin sedang apa"


"Maaf Alana, Aku tertidur" Kevin tertawa.


"Oh iya baiklah" Kevin dan Alana berjalan menuju ruang makan.


Nampak Ziano, Vita, Alex dan Alea disana. "Maaf, Aku ketiduran"


"Tidak apa-apa nak, ayo duduk dan makanlah" Vita mengambilkan makanan untuk Ziano.


"Terimakasih Sayang" Ziano meraih piring yang diberikan oleh Vita.


Vita tersenyum, Vita hendak mengambilkan makanan untuk Kevin.


"Tidak Mommy..." Kevin meraih sendok nasi dari tangan Vita. Semua orang nampak sangat terkejut, biasanya Vita mengambilkan makanan untuk semuanya.


"Biarkan Aku yang mengambilkan makanan untuk Mommy" Kevin mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk Vita, Vita nampak sangat terharu.


"Terimakasih Sayang"


Kevin mengangguk dan mengambilkan makanan untuk Alex. "Makanlah Al, ini spesial untuk mu. Agar Kamu cepat sehat kembali" Kevin menambahkan banyak sayur untuk Alex.


"Terimakasih Kak. Tapi tidak seharusnya Kak Kevin mengambilkan makanan untukku"


"Ini bentuk kasih sayangku untuk adik-adik ku" Kevin mengambilkan makanan untuk Alea dan Alana.


"Ini untuk Kalian. Maaf jika ukurannya tidak sama" Kevin tersenyum.


"Terimakasih Kak Kevin" Alea dan Alana mengambil piring yang diberikan Kevin.


Vita nampak mengambilkan beberapa makanan dan memberikannya kepada Kevin. Kevin tersenyum "Selamat makan semua"

__ADS_1


"Hanya Daddy yang tidak diberikan makanan olehmu" Ziano nampak protes.


"Mommy lebih menyayangimu Daddy, jadi dia mendahuluiku" Semuapun tertawa termasuk Ziano.


......................


Selesai makan malam, Kevin menghampiri Ziano yang sedang menikmati angin malam.


"Daddy"


"Hai Boy, duduklah"


Kevin duduk di samping Ziano. "Hmm bagaimana kabar Daddy?"


"Sudah membaik. Emm Kevin, Daddy mau minta maaf kepadamu"


"No Daddy, Kamu tidak perlu melakukan itu. Aku sudah melupakan semuanya"


"Tidak Boy, Kamu harus tau apa yang terjadi sebenarnya. Daddy tidak ingin ada kesalah pahaman lagi diantara Kita"


"Tapi Daddy, masa lalu itu tidak penting. Yang terpenting saat ini Aku menyayangi Daddy, begitupun Daddy"


"Daddy sangat menyayangimu. Tapi apakah Kamu yakin?"


"Aku yakin Daddy, apapun yang terjadi di masa lalu, Aku tidak akan mempermasalahkannya di masa sekarang apalagi masa depan"


Ziano memeluk Kevin, "Kamu sudah tumbuh dewasa, katakan siapa yang mengajari mu?"


"Cla"


"Cla? Princess kecil itu?"


"Dia bukan lagi princess kecil Daddy, dia adalah queen untuk ku"


"Wah sepertinya Daddy akan segera mempunyai menantu"


"Benar Daddy, Aku tidak mempunyai niat untuk bermain-main dengan Cla. Aku ingin menjadikan Cla teman dalam hidupku. Sama seperti Daddy memilih Mommy"


"Kamu benar Boy, Kamu tidak boleh mempermainkan perempuan, apalagi ketika dia benar-benar mencintaimu. Jangan sampai Kita menyesalinya"


"Iya Daddy, terimakasih sudah menjadi contoh yang baik untukku"


"No Boy, jangan tiru Daddy. Tirulah Mommy, dia benar-benar tulus mencintai Daddy"


"Jadi? Kamu tidak benar-benar tulus mencintaiku?"


Ziano segera membalikkan badannya, dia melihat Vita tengah berdiri di ambang pintu.


"Maafkan Aku Sayang, bukan seperti itu maksudku"


"Lalu?"


Kevin tertawa, "Maafkan Aku Daddy, tapi sepertinya Aku tidak bisa membantu masalah mu yang satu ini" Kevin meninggalkan Ziano dan Vita yang nampak masih bernegosiasi.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Belum end yaa kak, tenang saja 😉...

__ADS_1


...Hayoo tinggalkan jejak kalian, mana like dan komennya 😘😘...


__ADS_2