
Cla dan Kevin menghabiskan malam bersama dengan bercerita. Cla dan Kevin merencanakan banyak hal.
"Tadinya Aku akan melamarmu setelah Daddy menetapkan ku sebagai presiden direktur"
"Kenapa tidak sekarang?" Cla tersenyum.
"Oke tunggu sebentar" Kevin mencari sesuatu. Dia menemukan sebuah bunga chamomile di dekat tenda.
Kevin membuat sebuah cincin dari bunga tersebut juga mengambil satu tangkai bunga yang lainnya.
Kevin menghampiri Cla kemudian memasangkan bunga di telinganya. Kevin berlutut di hadapan Cla.
"Princess Cla, maukah Kamu menjadi pendamping hidupku, menjadi ibu dari anak-anak ku dan menghabiskan sisa waktu mu untuk berada di sampingku juga menyempurnakan hari-hariku?"
Cla tertawa bahagia, air mata bahagia keluar begitu saja. "Kak, Kamu yakin?"
"Aku sangat yakin Sayang. Aku mencintaimu dan rasa cinta itu terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Jadi apa Kamu menerima lamaranku?"
Cla menganggukkan kepalanya, Kevin meraih tangannya dan memasangkan cincin bunga tersebut. Kevin mencium tangan Cla kemudian memeluknya.
"Aku sangat mencintai mu Cla. Jaga dirimu baik-baik dan Aku akan menjaga kepercayaan mu dengan sangat baik"
Cla menganggukkan kepalanya. "Aku juga mencintai mu Kak, Aku sangat mencintai mu. Akan akan selalu menjaga diriku, juga menjaga kepercayaanmu"
"Aku ingin sekali mencium mu, tapi Aku sudah berjanji kepada Uncle Kendra"
Cla tertawa, "Tapi tadi Kamu melakukannya"
"Jangan katakan itu pada Uncle Kendra ya" Kevin pun tertawa dan memeluk Cla.
"Aku mencintai mu Cla, maka dari itu Aku akn menjaga mu"
"Terimakasih Kak, Aku senang sekali"
Matahari mulai terbit di upuk timur. Cla dan Kevin menikmati sunrise bersama untuk pertama kalinya.
"Terimakasih sudah mengajakku kemari. Aku suka"
"Cepatlah kembali, Aku akan mengajakmu kembali"
"Aku belum berangkat Kak" Cla tertawa.
Cla mengambil beberapa makanan untuk sarapan, mereka sarapan bersama dengan cahaya matahari yang menyinari.
"Aku akan melamarmu di depan semua orang saat Kamu menyelesaikan pendidikan mu"
"Aku akan sangat berusaha untuk menyelesaikan pendidikanku dengan cepat"
"Aku percaya Kamu bisa. Aku akan sangat bangga mempunyai istri yang pintar juga berpendidikan tinggi di usia mudanya"
__ADS_1
"Aku juga akan bangga mempunya suami seorang presdir perusahaan ternama di usianya yang muda"
"Ini pemberian Daddy Cla"
"Tapi itu karena Kamu layak Kak"
......................
Cla dan Kevin memutuskan untuk pulang, "Kita pulang sekarang ya, sebelum rasa kantuk menyerangku"
"Apa lebih baik kalau Kamu tidur dulu Kak?"
"Tidak Cla"
"Istirahatlah kalau Kamu lelah ya Kak"
"Oke siap Sayang, Aku tidak mungkin membahayakan keselamatanmu"
Merekapun memutuskan untuk pulang. Sepanjang perjalanan Cla terus mengajak Kevin untuk bercerita. Mereka melupakan rasa kantuknya, Kevin begitu senang berada di samping Cla.
"Kita makan dulu ya Cla, sudah hampir jam makan siang"
"Iya Kak"
Kevin pun memarkirkan mobilnya di depan rest area. Mereka makan dan istirahat sejenak disana.
"Bagaimana Kak? Kita lanjut atau istirahat dulu disini?"
Hampir satu jam berlalu, Kevin berhasil mengantarkan Cla ke rumahnya. "Hati-hati ya Kak"
"Iya, Kamu istirahat ya"
Cla menghampiri Amanda dan Kendra. "Bagaimana liburannya Sayang?"
"Menyenangkan Mommy, next time Kita harus berkemah bersama"
"Kevin tidak macam-macam padamu princess?"
"No Daddy, dia sangat baik kepadaku. Dia mencintai ku, maka dari itu dia menjaga ku dengan baik" Cla tersenyum bangga.
"Syukurlah Sayang, Daddy juga sangat mencintaimu. Daddy tidak ingin terjadi sesuatu yang bisa merugikan putriku" Kendra memeluk Cla.
"Aku juga sangat mencintai Daddy. Aku mandi dulu ya Mommy Daddy"
"Iya sayang, setelah itu makanlah"
"Aku sudah makan Mommy, sepertinya Aku akan langsung beristirahat"
"Baiklah Sayang"
Cla pergi menuju kamarnya, Amanda menatap Cla dengan perasaan sedih juga bangga.
__ADS_1
"Aku bangga dengan putriku, tapi dia akan meninggalkan Kita kembali"
"Ini untuk masa depannya Sayang, Kita harus merelakan dia dan memberinya dukungan" Kendra merangkul bahu Amanda.
"Kamu benar Bie, Kita harus selalu mensuportnya"
"Jangan sedih Sayang, ada Aku yang selalu menemani"
Amanda mencubit lengan Kendra "Dasar tidak tau umur"
Kendra tertawa dan mengangkat tubuh Amanda, "Apa semalam belum membuktikan kalau Aku masih berjiwa muda?"
"Turunkan Bie... Jangan mulai lagi"
Kendra terus membawa Amanda ke dalam kamar mereka. "Aku akan membuktikannya lagi"
"Ampuuun Bie..."
Di tempat lain Kevin sampai di kediaman keluarga Argora, dia segera masuk dan membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai dia berbaring di atas kasur, dia teringat kembali dengan kata-kata Cla yang mengatakan akan pergi melanjutkan pendidikannya.
"Apa Aku bisa tanpa dia?"
Kevin tidak ingin menjadi laki-laki egois yang mengekang Cla apalagi menyangkut masa depannya. Namun di sisi yang lain, Kevin tidak bisa jauh dari Cla, Cla yang selama ini menguatkannya. Cla yang selalu memberi suport dan juga meyakinkan dirinya saat dia mulai merasa tidak percaya diri.
Kevin mengacak rambutnya, perasaannya sangat tidak karuan. "Oke Kevin, ini hanya satu atau dua tahun. Kamu bisa menyusulnya kapanpun Kamu mau. Itupun jika Kamu tidak disibukkan dengan pekerjaan"
Cla memikirkan hal yang sama di dalam kamarnya, "Nathan dan Nathar bersedia tinggal di USA karena menggantikan posisiku menjaga Grandma. Lalu apa mereka tidak kecewa saat Aku kembali meninggalkan Mommy dan Daddy?" Cla sangat berat meninggalkan kedua orangtuanya.
"Apa lebih baik Aku membatalkan niatku untuk melanjutkan pendidikan ini?"
Cla memejamkan matanya hingga tertidur pulas, begitupun Kevin di tempat yang lain.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Ayo tinggalkan jejak Kalian Kakak Zheyeeenk...
...Enaknya mereka LDR atau bareng-bareng terus ya?...
...Atau gimana sih enaknya?...
...😄😄😄...
...Please Kakak Zheyeenk kalo mau Aku Up yang banyak, komentar yang baik, suport Aku. Supaya Aku semangat 🥰🥰...
...Jangan lupa like, komen dan Vote juga ya hihi...
__ADS_1