Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)

Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)
Episode 33


__ADS_3

"Mereka melakukan itu?" Vita nampak terkejut.


"Benar Mommy"


"Kasihan sekali Nayla, dia pasti merasa tidak enak karena diperlakukan seperti itu. Mommy harus menemuinya"


"Tidak Mommy, Aku akan menemuinya besok siang. Jangan khawatir, menjaga Alea dan Alana adalah tugasku juga" Kevin menggenggam tangan Vita.


"Terimakasih Sayang, beruntung sekali mereka mempunyai Kakak sepertimu"


"Aku yang beruntung mempunyai Ibu sepertimu"


Tiba-tiba ponsel milik Vita berdering menandakan panggilan masuk.


"Iya Sayang? Aku baru sampai di kantor"


"Aku merindukan mu. Pulanglah"


"Apa? Aku baru saja menemui anak ku. Kenapa Aku harus pulang secepat ini?"


"Tiba-tiba Aku teringat padamu. Aku merindukanmu"


"Sayaaang, Aku bahkan belum bertemu dengan Alea dan Alana"


Kevin tertawa melihat tingkah kedua orangtuanya.


"Kalian selalu saja begitu"


"Entahlah, Daddy mu selalu saja begitu"


"Itu karena Kamu Sayang, Kamu candu untuk ku. Aku tidak bisa jauh darimu" Ziano protes dari balik telpon. Vita hanya tertawa.


"Baiklah baiklah, Aku akan segera pulang. Tapi setelah bertemu Alea dan Alana"


"Ayolah Sayang, mereka tidak akan muncul dalam waktu satu jam. Aku tau mereka"


"Kamu benar, kasian Kevin. Aku menemukan Kevin sedang menelpon untuk memesan makanannya sendiri. Seharusnya itu tugas Alea dan Alana"


"Sudah Mommy, Aku tidak apa-apa. Banyak makanan yang dipesan secara online, jadi itu tidak sulit untuk ku"


"Berikan ponsel ini kepada Kevin Sayang"


"Daddy ingin bicara denganmu"


Kevin meraih ponsel dari tangan Vita, "Iya Daddy"


"Boy, apa Kamu membutuhkan sekretaris baru?"


"No Daddy, Aku baik-baik saja. Biarkan Alea dan Alana bersamaku"

__ADS_1


"Beruntung sekali mereka memiliki Kakak laki-laki sepertimu"


Ziano pun mengakhiri panggilannya setelah memberikan pesan untuk Vita agar segera pulang.


"Baiklah Sayang, Mommy akan pulang lebih dulu. Jaga dirimu baik-baik ya" Vita memeluk Kevin dan segera berpamitan.


"Hati-hati Mommy. Aku akan pulang tepat waktu untuk makan malam di rumah"


"Oke, Mommy tunggu"


Vita kini telah menghilang di balik pintu, Kevin menatap makanan yang dibawakan oleh Vita juga dikirim oleh Nayla.


Kevin mengangkat pergelangan tangannya dan menatap jam tangan yang melingkar di tangannya.


"Sepertinya Aku bisa pergi sebentar"


Kevin segera memakan makanan yang ada di depannya, setelah dikira cukup, dia pun meraih jas yang ada di kursi kejayaannya. Kevin memakainya kemudian segera pergi meninggalkan ruanganny.


Kevin pergi menggunakan mobil miliknya, Kevin melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Mobilnya memasuki lobby perusahaan KLM. Perusahaan cukup besar namun masih dibawah perusahaan Z yang dia pimpin.


"Selamat siang Tuan" Seorang pewagai menghampiri Kevin.


"Saya ingin bertemu dengan Nona Nayla"


"Baiklah, silahkan ikuti Saya Tuan"


Pintu lift terbuka saat mereka telah tiba di lantai yang dituju. "Silahkan Tuan"


Mereka menghampiri meja milik Nayla, namun disana nampak kosong. "Sepertinya Nona Nayla sedang pergi keluar. Apa perlu Saya menelponnya Tuan?"


"Tidak, Saya akan menunggu disini" Kevin duduk di salah satu kursi yang terletak dekat dengan meja milik Nayla.


"Baiklah Tuan"


Kevin menganggukkan kepalanya dan pergawai tersebut pergi meninggalkan Kevin sendiri.


Kevin menatap sekitar, perusahaan yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu ini nampak masih sangat kokoh. Perusahaan KLM memang salah satu perusahaan baru namun sudah berjaya di bidangnya. Tidak salah Kevin memilih untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan ini, dari waktu ke waktu perusahaan ini mempunyai rating yang cukup bagus.


Pintu lift terbuka, nampak seorang wanita cantik keluar dari dalam lift tersebut.


"Tuan Kevin?" Nayla membelalakkan matanya, antara terkejut, heran dan takut. Dia sangat takut saat dirinya dan sang Ayah mengganggu pemilik perusahaan nomor satu di negeri ini.


"Nona Nayla, Apa kedatangan Saya mengganggu Anda?"


"Ti..Tidak Tuan, maaf membuat Anda menunggu. Sebenarnya Ayah ada di dalam. Kenapa Anda duduk disini?"


"Saya kemari untuk bertemu dengan Anda"


"Saya? Saya minta maaf Tuan, Saya janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Saya minta maaf Tuan" Nayla menundukkan kepalanya. Bahkan wajahnya hampir tidak terlihat.

__ADS_1


"Bukan itu maksud Saya Nona, Saya mewakili adik-adik perempuan Saya ingin menyampaikan permohonan maaf karena sudah bersikap tidak baik"


"Apa?" Nayla nampak bingung. Nayla sering menonton bahkan membaca beberapa novel yang menceritakan seorang presdir yang arogan, sombong bahkan bersikap kasar. Tapi laki-lakj yang ada di hadapannya kebalikan dari itu. Kevin sangat ramah bahkan rendah hati.


"Iya Saya minta maaf jika sikap dari kedua adik perempuan perempuan Saya membuat Anda tidak nyaman Nona Nayla"


"Tidak, tidak Tuan. Kami yang bersalah, Kami mengganggu waktu Anda. Kami berhak mendapatkan perlakuan seperti itu"


Kevin tertawa melihat Nayla seperti itu, "Baiklah hanya itu yang ingin Saya sampaikan. Permisi Nona Nayla" Kevin berdiri dan hendak pergi meninggalkannya. "Oh ya, makanan yang Anda kirim sudah Saya terima. Terimakasih"


Nayla menganggukkan kepalanya. Seluruh tubuhnya terasa sangat melemas. Alasan dia menolak menjadi presdir adalah karena dia pikir dunia presdir itu sangat kejam, persaingan terasa sangat ketat.


"Kenapa Tuan Kevin nampak sangat baik. Apa dugaan ku mengenai dunia presdir itu salah?"


Nayla segera bergegas menuju mejanya. Jantungnya masih berdetak tak karuan.


Kevin kini tiba di perusahaan Z. Dia bergegas menuju lift dan menekan tombol lantai tertinggi.


Pintu terbuka saat lift telah sampai di lantai yang dituju. Kevin segera keluar dan berjalan menuju ruangannya.


Nampak Alea dan Alana yang sedang duduk di atas sofa, "Kalian sudah datang?"


"Kak Kevin darimana? Kenapa ada makanan disini?"


"Kami bergegas ke kantor karena membawa makanan untuk Kak Kevin" Alana memperlihatkan box makanan di tangannya.


"Maafkan Aku Alea, Alana. Tadi Mommy kemari"


"Oh Mommy, lalu yang itu dari siapa?"


" Nona Nayla?" Alea menatap kertas kecil yang ada di atas makanan tersebut.


"Iya, itu dari Nona Nayla. Dia meminta maaf karena sudah mengganggu waktu Kita tadi pagi. Tapi Aku sudah menemuinya barusan dan Aku minta maaf karena sikap Kalian kepadanya"


"Apa?" Alea dan Alana membelalakkan matanya.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Haii, Aku Up lagi Kakak Zheyeeenk......


...Maaf karena sempat hiatus beberapa hari....


...Semoga karyaku tetap menarik minat Kalian untuk membacanya...


...Happy Reading Kakak Zheyeeenk... Jangan lupa tinggalkan jejak dan komen kalian 🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2