
Beberapa waktu kemudian Anna datang dengan sangat tergesa-gesa.
"Al? Ada apa? Kenapa rumah mu berantakan seperti ini?" Anna menghampiri Alex.
Alex hanya duduk dengan pikiran yang tak karuan.
"Ada apa ini Al? Aku akan melaporkannya kepada Daddy"
"No Ann, Aku baik-baik saja" Alex memegang lengan Anna.
"Lalu apa yang terjadi? Pantas saja Aku merasa tidak tenang sejak tadi pagi, rupanya Kamu sedang tidak baik-baik saja Al" Anna memeluk Alex.
Alex menarik nafas panjang, pikirannya masih saja tidak karuan. Bukan karena propertinya yang berantakan, namun apa yang terjadi pada dirinya.
Anna memeluk Alex "Katakan padaku Al"
Alex menuntun Anna untuk duduk. "Tadi ada orang salah alamat, dia kira kalau ini adalah apartemen milik anaknya"
"Benarkah? Tapi tidak seharusnya seperti ini. Ini kejahatan Al"
"Sudahlah, Aku akan memanggil orang untuk memperbaiki semuanya"
Anna hanya menarik nafas panjang "Kamu terlalu baik Al, seharusnya Kamu tidak memaafkan orang itu"
Alex tersenyum "Ada apa Kamu kemari? Bukankah Aku bilang akan menemui mu?"
"Kamu bilang akan menemui ku pagi hari. Coba lihat ini pukul berapa?"
Alex melihat jam yang ada di dinding yang menunjukkan pukul sepuluh.
"Dan ponsel mu tidak aktif" Anna mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Maafkan Aku Ann, Aku ketiduran. Dan ponsel ku mati" Alex tersenyum.
"Baiklah Aku memaafkan mu. Tapi tolong, Aku lapar sekali Al. Aku belum makan apapun"
Alex membelalakkan matanya "Bukankah Kamu tidak boleh terlambat meminum obat? Kenapa Kamu belum makan Ann?"
"Aku tidak nafsu makan, Aku langsung kemari saat tidak bisa menghubungi mu"
Alex bangkit dari duduknya kemudian menuju dapur "Tunggu Ann, Aku akan membuatkan sarapan untukmu"
Anna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum senang.
Alex memberikan roti telur untuk Anna, Anna nampak sangat bahagia.
"Terimkasih Al, untung Aku kemari. Jadi Aku mendapat sarapan enak darimu"
Alex tersenyum dan mengusap kelala Anna. "Aku mandi dulu ya Ann, makanlah"
Alex memasuki kamar, dinyalakan ponsel miliknya. Ada beberapa panggilan tak terjawab dari Anna.
Dilihatnya pesan masuk, satu pesan membuatnya membelalakkan matanya.
Alex? Apa Kamu sengaja membuat Anna khawatir? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Jangan berharap Kamu akan lepas dari pengawasan ku.
"Tuan Damien? Jadi benar dia yang melakukan ini? Dengan sengaja?"
Alex menarik nafas panjang kemudian pergi untuk membersihkan tubuhnya.
Tak lama kemudian Alex menghampiri Anna. "Bagaimana makanannya?"
"Enak Al, Kamu memang terbaik" Anna memeluk Alex.
__ADS_1
Terdengar seseorang mengetuk pintu.
"Mungkin itu tukang reparasi. Aku akan membukanya dulu ya Ann"
Alex mempersilahkan beberapa orang tersebut untuk masuk dan menyelesaikan kekacauan ini.
"Sepertinya bukan orang biasa yang merusak kode akses ini Tuan. Orang itu tidak hanya meretas, namun juga memasang mata-mata pada alat ini"
"Aku tidak mau tau, bereskan semuanya" Alex nampak geram, bagaimana pun dia mempunyai privasi yang tidak bisa diganggu oleh siapapun.
Anna menghampiri Alex "Al, ini tidak bisa dibiarkan. Laporkan saja kepada pihak yang berwajib. Ini kejahatan Al, sepertinya orang itu akan kembali lagi. Kamu tidak dalam keadaan baik-baik saja" Anna nampak khawatir.
"Tenanglah Ann, Aku pasti akan baik-baik saja"
Tiba-tiba Anna memegang bagian kepalanya "Awww... Al... Kepalaku sakit..."
Alex nampak sangat terkejut, tanpa fikir panjang, Alex membawa Anna menuju rumah sakit.
Sepanjang perjalanan Alex nampak sangat panik.
"Kak, tolong Aku... Anna pingsan..."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Kasian yaa Alex... Eh Anna... Eh dua-duanya deh....
...Semoga Anna baik-baik saja, supaya Alex pun baik-baik saja ☹...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak ❤ dan komentar Kalian yaa Zheyeeenk kuuuuu 🥰🥰...