
Alea kembali ke ruangan Kevin dengan perasaan kacau.
"Bagaimana Kak Cla?"
"Aku tidak berhasil mengejarnya"
"Apa?" Alana meraih ponsel dan mencoba menghubunginya. Namun Cla tidak menanggapi panggilannya.
"Sebenarnya ada apa ini Kak?" Alea menatap Kevin tajam.
Kevin pun nampak sangat berantakan. Rasanya ia ingin mengeluarkan makanan yang sudah masuk ke dalam perutnya.
Alana menjelaskan semuanya, Alea nampak sangat kesal.
"Tega sekali Kak Kevin melakukan itu? Seharusnya Kak Kevin memikirkan bagaimana perasaan Kak Cla, bukan hanya perasaan Nona Nayla"
"Kamu benar, Aku terlalu menganggap mudah semuanya sampai Aku melupakan apa yang sebenarnya harus Aku jaga. Aku harus segera menemui Cla"
"Ini..." Alea memberikan sebuah bingkisan kepada Kevin.
"Apa ini?"
"Kak Cla membuangnya di tempat sampah depan lift. Ini hadiah yang dia beli untukmu"
"Cla membelikan ini?" Kevin semakin merasa bersalah.
"Aku kecewa padamu Kak" Alea pergi meninggalkan Kevin dan Alana di ruangannya.
"Semoga Kak Kevin bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini" Alana menepuk pundak Kevin dan pergi menyusul Alea.
Kevin duduk dan mengacak rambutnya. Wajahnya kini memerah karena merasa kecewa kepada dirinya sendiri. "Aku begitu payah. Bahkan hal seperti itu pun Aku tidak bisa peka kepadanya. Maafkan Aku Cla. Aku benar-benar malu karena tidak bisa menjaga perasaanmu"
Kevin mencoba menghubungi Cla namun tidak ada respon sama sekali. Dia pun memutuskan untuk segera menyusul Cla. Kevin pergi mengendarai mobilnya menuju kediaman keluarga Leonard.
Sesampainya di rumah Cla, Kevin melihat gerbang yang terkunci.
"Kenapa gerbangnya di kunci? Kemana Aunty Amanda?"
__ADS_1
Kevin menghampiri kantor scurity. "Maaf Pak, kemana mereka?"
"Katanya Tuan Muda akan pulang, jadi mereka pergi untuk berlibur"
"Berlibur?"
"Benar Tuan"
"Cla tidak cerita apapun kepada ku" Kevin bergumam.
"Baiklah Pak, terimakasih"
Kevin kembali menuju perusahaan. Pikirannya masih tertuju kepada Cla. "Kemana mereka? Kenapa Cla tidak menceritakannya kepada ku?"
Kevin tiba di ruangannya, Alea dan Alana menghampirinya sesuai dengan perintahnya. "Kenapa Kak?"
"Apa Cla menceritakan sesuatu kepada Kalian? Mengenai liburan?"
"Oh iya tadi dia bercerita kepada Kita. Katanya keluarganya akan pergi berlibur setelah Nathan dan Nathar tiba. Mungkin mereka akan berangkat besok atau lusa. Memangnya kenapa Kak?"
"Besok atau lusa? Tidak mungkin penjaga itu membohongi ku."
"Aku ke rumahnya, tapi rumahnya kosong. Cla dan keluarganya sedang pergi berlibur"
"Benarkah? Tapi Kak Cla bilang kalau dia akan mengajak Kak Kevin. Besok akhir pekan kan?"
"Benarkah Cla berkata seperti itu?"
"Benar Kak, mana mungkin Kami berbohong" Alana meyakinkan Kevin.
"Aku benar-benar melukainya. Cla benar-benar marah kepada ku" Kevin memijat pelipisnya.
"Tenangkan dirimu Kak, mungkin saja penjaga itu salah. Aunty dan Uncle mungkin sedang menjemput Nathan dan Nathar" Alea mencoba menenangkan.
"Benar Kak, tenangkan pikiranmu" Alana merasa tidak tega melihat Kevin seperti ini.
"Setelah pulang kerja, pergilah kembali untuk menemuinya" Alea memberikan ide untuk membuat Kevin tenang.
__ADS_1
Hingga waktu malam tiba, Kevin masih tidak menemukan Cla. Bahkan ponselnya kini tidak dapat dihubungi.
Di tempat lain, Kendra, Amanda dan Cla baru saja sampai di sebuah villa yang terletak sangat jauh dari keramaian. Villa tersebut berada di tengah pulau yang dikelilingi lautan yang luas. Tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan villa ini.
"Perjalanan panjang, sangat menguras energi"
Mereka menempuh jalur darat dan juga jalur laut. Amanda menolak saat Kendra menawarkan untuk menggunakan helikopter.
"Tapi semuanya terbayarkan dengan keindahan alam ini Mommy" Cla merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Kamu benar, sudah lama sekali Kita tidak berkunjung ke tempat ini. Kita harus berterimakasih kepada para penjaga yang setia menjaga tempat ini" Amanda menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
"Nathan dan Nathar akan tiba besok pagi. Jadi lebih baik Kita beristirahat supaya besok Kita dapat bersenang-senang bersama mereka" Kendra duduk di hadapan dua perempuan yang sangat ia cintai.
Cla meraih ponselnya, dilihatnya banyak panggilan tak terjawab juga pesan masuk.
"Disini masih tidak ada signal" Cla menggoyang-goyangkan ponselnya.
"Kamu tadi sudah menghubungi Kevin kan Sayang? Mommy heran, kenapa Kamu tiba-tiba ingin segera pergi ke pulau ini? Bukankah Kamu yang minta Kita berangkat akhir pekan supaya Kevin dapat ikut?" Amanda mengelus kepada Cla.
"Emm itu Mommy, Kak Kevin sedang sibuk. Jadi dia tidak bisa ikut"
"Kamu tidak sedang kabur darinya kan Princess?" Kendra menatap raut wajah Cla.
"No Daddy. Sudahlah, Aku ingin istirahat dulu. Selamat malam Mommy, Daddy" Cla mencium pipi kedua orangtuanya.
"Baiklah selamat malam Sayang"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Terimakasih kepada Kakak Zheyenk yang setia menunggu karyaku....
...Diusahakan untuk Up lebih sering. Jangan lupa tinggalkan jejak ❤ Kalian....
__ADS_1
...Untuk alur cerita, semoga Kalian suka 🥰🥰...