
Alea dan Alana menatap Nayla dengan tatapan tidak suka. Namun Nayla memberikan respon yang tidak terduga, Nayla tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Oh iya ada perlu apa Tuan Wilson?"
"Saya sengaja mengajak Nayla kemari, Saya terpikirkan untuk menyerahkan jabatan Saya sepenuhnya kepada putri Saya"
"Ayah? Kenapa Ayah berkata begitu? Aku belum siap, lagi pula Ayah masih layak berada di posisi Ayah saat ini"
Tuan Wilson tertawa "Sengaja Ayah membawa mu kemari. Ayah ingin Kamu melihat betapa mudanya Tuan Kevin, presiden direktur perusahaan Z. Beliau mampu menjalankan perusahaan sebesar ini, Ayah yakin Kamu juga bisa"
"Maafkan Ayah Saya Tuan, Nona. Saya tidak tau tujuan beliau mengajak Saya kemari. Saya benar-benar minta maaf Tuan, Nona karena sudah membuat keributan di pagi hari" Nayla membungkukkan kepalanya dengan sopan. "Ayah, lebih baik Kita membicarakan hal ini di kantor. Tidak baik mengganggu Tuan dan Nona Argora sepagi ini. Kami permisi Tuan, Nona"
"Putri Anda benar Tuan Wilson. Akan lebih baik Kalian membicarakan ini secara pribadi sebagai Ayah dan Anak. Sangat tidak baik Anda membicarakan masalah pribadi di depan orang lain " Alea memberikan hormat dengan membungkukkan badannya.
Kevin menggelengkan kepalanya kemudian menghampiri Alea, "Maaf Tuan mungkin maksud adik Saya, Anda akan lebih mudah berbicara sebagai Ayah dan Anak mengenai pembahasan ini"
"Baik Tuan, sekali lagi Kami minta maaf. Saya hanya bermaksud untuk meyakinkan putri Saya bahwa dia mampu memimpin perusahaan Kami"
Kevin menganggukkan kepalanya, Alea dan Alana menatap Tuan Wilson dan Nayla dengan tatapan tajam.
Tuan Wilson dan Nayla meninggalkan ruangan Kevin.
"Ayah, kenapa Ayah melakukan ini? Ini sangat memalukan"
"Maafkan Ayah nak, Ayah hanya ingin Kamu tau kalau Tuan Kevin itu masih sangat muda dan mampu memimpin perusahaan sebesar ini"
"Tapi sepertinya kedatangan Kita sangat mengganggu mereka, Ayah lihat bagaimana Nona Alea dan Nona Alana menatap Kita? Tolong jangan lakukan ini lagi Ayah"
"Baiklah baiklah, tapi berjanjilah untuk mulai belajar memimpin perusahaan"
"Iya Ayah"
Di dalam ruangan Kevin sedang mengintrogasi Alea dan Alana "Mommy tidak mengajarkan Kita seperti itu. Kita harus menghormati orang lain, apalagi Tuan Wilson itu mungkin usianya sama dengan Daddy. Aku heran kenapa Kalian menatapnya seperti itu"
"Kami menghormati Tuan Wilson sebagai orang tua. Tapi sikapnya sangat tidak wajar Kak, untuk apa dia membawa putrinya kemari? Apa dia berniat untuk menjodohkan putrinya dengan Kak Kevin?"
"Alea, Mommy akan sangat sedih jika dia tau Kamu berburuk sangka kepada orang lain. Ini adalah perusahaan Z, Kita tidak boleh mencoreng nama baik yang sudah Daddy jaga selama ini"
"Tapi Kak, jangan kecewakan Kak Cla" Alana menatap Kevin.
"Alana, memangnya sikap ku yang mana yang mengecewakan Cla? Cla wanita baik, dia tidak akan berburuk sangka hanya karena Aku berbuat baik kepada orang tua"
"Lalu Nayla?"
"Apa kalian melihat Aku dekat dengannya? Atau dia mendekatiku?"
Alea dan Alana menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah, kalian kembali ke ruangan Kalian"
Kevin memijat kepalanya, dia memang kurang istirahat ditambah kejadian Alea dan Alana yang sangat memprotectnya sejak tadi pagi.
......................
__ADS_1
Saat ini Kevin sedang melakukan panggilan video dengan Cla, Kevin menceritakan semua kejadian pagi tadi. Cla hanya tertawa mendengarnya.
"Sepertinya Aku tidak perlu terlalu khawatir Kamu menjadi presiden direktur"
"Sayang, tolong Kamu beri tau Alea dan Alana"
"No, biarkan saja mereka seperti itu" Cla tertawa. Namun seseorang memanggil nama Cla. Lebih tepatnya seorang dokter muda dan tampan sehingga Cla menghentikan tawanya.
Mereka berbincang mengenai tugas yang sedang mereka kerjakan. Setelah selesai, Cla kembali menatap ponselnya.
"Siapa Cla?"
"Oh dia dokter Airo. Dia salah satu dokter yang meneruskan pendidikannya. Sama seperti ku"
"Tampan sekali dia"
"What?" Cla membelalakkan matanya, namun tiba-tiba dia tertawa.
"Jangan bilang Kamu cemburu Kak?"
"Tidak" Kevin mengalihkan pandangannya.
"Dia sudah menikah, bahkan dia membawa istri dan anaknya pindah kemari untuk beberapa waktu"
"Oh begitu, syukurlah"
Cla tertawa melihat wajah Kevin yang sudah memerah. "Iya sudah Kak, Aku pamit dulu ya. Aku akan menghubungimu setelah Aku kembali ke apartemen"
"Iya Cla, hati-hati ya"
"I Love you"
"I love you too Kak"
Kevin menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi. "Seharusnya Aku melamar Cla sebelum kepergiannya. Sangat rawan kalau dia sendirian disana"
Kevin kembali memeriksa beberapa berkas. Banyak sekali berkas yang harus diperiksanya.
"Kasihan sekali Daddy menghabiskan puluhan tahun untuk melihat tumpukan berkas seperti ini"
Pintu di ketuk, Alea datang menghampiri Kevin.
"Biasanya Kami mengerjai Alex, sepi juga dia tidak ada disini"
"Jangan bilang Kamu ingin melanjutkan pendidikan seperti Alex Lea"
"Hehe tidak Kak, Aku..." Alea nampak bingung.
"Kenapa?"
"Aku mau keluar dengan Alana. Boleh kan Kak?"
"Iya pergilah, tapi jangan pulang terlalu sore"
__ADS_1
Alea terlihat sangat bahagia "Oke Kak terimakasih"
Alea berlari ke luar kemudian menghampiri Alana. "Berhasil"
"Yes, ayo Kita berangkat" Mereka pergi membawa tas yang mereka bekal dari rumah. Tak lupa mereka membereskan beberapa berkas kemudian pergi meninggalkan perusahaan.
Kevin menatap jam yang melingkar di tangannya, "Pantas saja sudah lapar, sudah waktunya makan siang"
Kevin keluar dari ruangannya, tidak ada seorangpun disana. Kevin menelpon bagian resepsionis untuk memesankan makanan untuknya. Namun dia membatalkan pesanannya saat melihat Vita keluar dari dalam lift dengan membawa kotak bekal.
"Mommy"
"Sayang, dimana Alea dan Alana?"
"Biasa Mom, mereka sedang makan siang di luar"
Vita menggelengkan kepalanya, "Iya sudah sekarang waktunya makan siang, Mommy membawakan makanan untukmu"
"Kenapa Kamu repot-repot membawakan ini Mommy" Kevin meraih kotam bekal dan mencium aromanya. "Sepertinya ini sangat enak" Kevin menuntun Vita untuk masuk ke ruangannya.
"Mommy bosan di rumah terus, Daddy mu juga demikian. Sepertinya Kami menginginkan cucu"
Kevin membelalakkan matanya, "Mommy"
Vita tertawa melihat Kevin yang begitu terkejut."Bagaimana hari pertama mu menjadi presiden direktur?"
"Begitulah Mommy, tidak ada yang berubah"
Tiba-tiba pintu di ketuk, seorang karyawan datang membawa bingkisan. "Maaf Tuan, Saya mencari Nona Alea dan Nona Alana di depan tapi..." Orang tersebut menatap Vita "Ehm maaf Nyonya, ada titipan untuk Anda Tuan"
"Apa ini? Siapa yang menitipkan ini?"
"Seorang kurir mengirim ini, dia bilang ada catatan dari pengirimnya di dalam sini"
"Baik, terimakasih"
Kevin membuka bingkisan tersebut, ternyata ada makanan di dalamnya.
"Saya Nayla, Saya hanya ingin meminta maaf atas kejadian tadi Tuan"
"Siapa Kevin?"
"Ini..." Kevin pun menceritakan kejadian tadi pagi kepada Vita.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Hayoo mana tim gercep baca episode kelanjutannya....
...Jangan lupa tinggalkan jejak Kalian Kakak Zheyeeenk...
__ADS_1
...Kira-kira Nayla bakalan jadi pelakor atau rekan yang baik ya???...