
Acara dimulai, Ziano dan Alex menemui klien yang berasa dari Negara Prancis.
"Selamat Pagi Tuan Ziano" Seorang laki-laki paruh baya menyapa Ziano.
"Selamat Pagi Tuan Damien" Ziano menjabat tangan Damien. "Ini Putraku"
"Kevin?"
"No, dia Alex"
Alex menjabat tangan Tuan Damien.
"Oh Alex, Saya kira Anda hanya mempunyai satu putra"
"Tidak, Saya mempunyai dua orang putra dan dua orang putri"
"Oh begitu, Saya hanya mempunyai satu orang putri. Dia ikut bersama Saya kemari, dia bilang ingin berlibur di Indonesia"
"Benarkah? Alex dapat mengantarnya berkeliling di Kota ini, atau bahkan berkeliling Indonesia" Ziano tersenyum ramah. Namun Alex membelalakkan matanya.
"Baiklah, nanti akan Saya sampaikan kepada putri Saya"
"Iya Tuan Damien"
Merekapun menghabiskan waktu dengan membahas mengenai perusahaan, Ziano maupun Kevin berusaha menjelaskan seperti apa perusahaan Mereka untuk menarik perhatian Tuan Damien sehingga perusahaannya dapat bekerja sama dengan perusahaan Mereka.
"Anda sangat cakap Tuan Alex, baiklah Saya bersedia melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan Anda"
Setelah berbincang beberapa jam akhirnya Alex dan Ziano berhasil meluluhkan hati sang pemilik perusahaan ternama di negeri kincir angin tersebut.
__ADS_1
"Baik, terimakasih Tuan Damien. Terimakasih Anda sudah mempercayakan semuanya kepada perusahaan Kami"
"Anda, Saya percaya kepada Anda Tuan Alex"
Ziano menepuk bahu Alex, "Selamat Al, Kamu berhasil"
"Tapi, Saya ingin semuanya diselesaikan saat ini juga. Satu pekan Saya disini. Jadi sebelum Saya kembali, Saya ingin semua kontrak kerjasama Kita sudah berjalan"
"Baik Tuan, Kami akan segera menyelesaikannya sebelum Anda kembali" Ziano dan Damien kembali berjabatan tangan.
"Oh iya, Saya tunggu janji Anda untuk menemani putri Saya Tuan Alex"
Alex menganggukkan kepalanya sebelum Tuan Damien pergi meninggalkan ruangan meeting.
"Daddy..."
"Pergi saja Al, lagian Kamu punya banyak waktu luang. Siapa tau putrinya itu cantik" Ziano tertawa saat melihat Alex mendumel.
Selain itu, Alex mempunyai sifat yang berkebalikan dengan Kevin. Jika Kevin dikenal dengan keramahannya, maka Alex dikenal dengan sifatnya yang dingin bahkan cenderung cuek.
Hari hampir malam, Alex bersiap untuk menemui putri dari kliennya. Alex yakin ini tidak akan berlangsung lama karena dia pasti akan menjauh secara perlahan.
Alex memakai celana jeans dengan jaket casual mililnya, tak lupa rambutnya yang nampak rapih menambah pesonanya.
Alex pergi menggunakan mobil milik hotel, dia segera menemui gadis yang sudah menunggunya itu.
Alex tiba di sebuah restoran ternama, dicarinya gadis memakai dress berwarna kuning.
Seorang gadis dengan rambut ikal yang ia gerai nampak tersenyum manis dan melambaikan tangannya.
__ADS_1
Dengan malas Alex menghampirinya. Alex duduk di kursi tepat di depannya.
"Hai, Aku Abreana. Panggil saja Ana"
"Alex" Alex menjabat tangan Ana.
"Aku dapat berbicara Bahasa Indonesia dengan baik karena Mommy ku berasal dari Kota Y. Tapi Sayang, dia meninggal saat usia ku masih sepuluh tahun. Maka dari itu Aku ikut tinggal bersama Daddy di Prancis"
Alex menganggukkan kepalanya "Aku tau"
"Oh iya, Kamu pasti sudah mengenal Daddy. Jadi Kamu tau seperti apa masa lalu Kami"
"Hai Nona, Kami hanya melakukan kontrak kerja. Tidak ada wawancara seperti itu dalam kontrak kerja Kami"
"Oh maaf" Ana menundukkan kepalanya.
Alex menarik nafas panjang.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Yooo komen yoo, like juga dong 🥰🥰...
...Kalau mau vote juga boleh 😉...
...Makasih ya buat Kalian yang selalu setia dg karya ku. Aku sangat menghargai setiap 👍🏻 yang Kalian tekan, setiap ❤ yang Kalian tekan. Pokonya Sayang Kalian 🥰🥰...
__ADS_1
...Oh ya, yang lupa siapa Alex. Yoo back too "Istri Ceo" 🤭🤭...