
Qiara berlari menuju lobby, namun Alex mobil Alex sudah pergi meninggalkan tempat.
Aarav nampak mengejar Qiara "Ada apa ini Ra? Siapa dia?"
Qiara terdiam, pikirannya benar-benar kacau. "Aku sedang ingin sendiri"
"Baiklah, besok Aku akan..."
"Sampai jumpa" Qiara membalikkan badannya dan kembali menaiki lift.
Qiara nampak sibuk menelpon Alex, namun tidak ada jawaban sama sekali.
"Al, Kamu salah paham" Qiara terus menghubungi Alex.
Setelah panggilan ke sekian, Alex mengangkat panggilan Qiara.
"Ada apa?"
"Maaf Al, tadi Aku..."
"Tidak ada yang harus dimaafkan"
"Apa? Tapi, tadi Kamu pergi dan..."
"Memangnya apa yang harus Aku maafkan dari mu? Tidak seharusnya Kamu meminta maaf kepada ku"
"Ta...Tapi... Kamu salah paham Al" Qiara nampak bingung.
"Salah paham? Memang Kamu tau apa tentang ku? Memang Kamu tau apa yang Aku pikirkan? Bagaimana mungkin Kamu mengira Aku salah paham?"
Air mata Qiara nampak berlinang dan membasahi pipinya. "Al..."
"Aku baru tiba dan bahkan belum sempat menemui orangtua ku. Jadi Aku ingin istirahat. Semoga Kamu bahagia selalu" Alex mengakhiri panggilannya.
Qiara menatap layar ponsel dengan air mata di pipinya "Bagaimana mungkin ini terjadi? Kita bahkan belum memulai semuanya dan Kamu menjauh begitu saja?"
Alex menghampiri Kevin di rumahnya "Al? Kapan Kamu kemari?"
"Baru saja, bagaimana kabar keponakan ku?"
__ADS_1
"Alex? Apa kabar? Kapan Kamu tiba?" Cla yang baru keluar dari kamar mandi begitu terkejut melihat Alex ada di hadapannya.
"Aku baru saja tiba" Alex tersenyum dan duduk di samping Kevin.
"Kenapa tidak memberitahu Aku kalau Kamu akan tiba"
Alex tertawa "Ayolah Kak, adik mu ini sudah besar. Kamu tidak perlu menjemput ku di bandara. Aku tidak akan tersesat"
Mereka tertawa "Di mata ku Kamu tetap adik kecilku" Kevin mengacak rambut Alex.
"Kak, ada Kak Cla. Aku malu"
Cla tertawa melihat kedua kakak beradik yang tengah berbincang.
Bel pintu berbunyi, tak lama kemudian nampak Alea dan Alana menghampiri Cla.
"Kak Cla, ya ampun Aku sangat merindukan mu" Alea dan Alana memeluk Cla bersamaan.
Cla tertawa "Aku juga merindukan Kalian. Sudah satu pekan Kita tidak bertemu"
"Oh ya? Satu pekan? Dan sudah hampir enam bulan Kita tidak bertemu. Apa Kalian tidak merindukan ku?"
"Kapan Kamu tiba? Aku merindukan mu Al" Alea dan Alana memeluk Alex secara bersamaan.
"Ya ampuuun, Kalian benar-benar menggemaskan" Cla tertawa.
"Lepaskan Aku, Kalian membuat ku kesulitan untuk bernafas"
Kevin tertawa "Pilihan mu untuk berpisah dengan Mereka sepertinya tepat Al, Mereka benar-benar kehilanganmu"
"Kak Keviin. Aku benar-benar tidak bisa jauh dari saudara kembar ku" Alea memeluk Alex dan Alana bersamaan.
Mereka makan malam bersama saat makanan telah tersaji.
Setelah makan malam, Mereka berkumpul kembali untuk berbincang dan mendengarkan cerita Alex.
Ponsel Cla tiba-tiba berdering, terdapan nama Qiara di layar ponsel.
"Ada apa Qiara menelpon ku malam-malam?"
__ADS_1
Alex menghentikan pembicaraan saat mendengar nama Qiara.
"Kenapa Al?" Alea dan Alana nampak bingung.
"Tidak..." Alex melanjutkan pembicaraannya.
Cla menjawab panggilan Qiara.
"Cla, Alex sudah kembali..."
"Bagaimana Kamu tau?" Cla nampak bingung.
"Kamu tau Cla?"
"Tentu saja, dia ada di rumah ku"
"Benarkah?"
"Tapi, bagaimana Kamu tau kalau Alex tiba?" Cla nampak penasaran.
"Ceritanya panjang, besok Aku akan menceritakannya kepada mu"
"Baiklah, Aku harap Kalian baik-baik saja"
"Sepertinya tidak Cla" Suara Qiara terdengar sedih.
"Baiklah, Aku tunggu cerita mu besok pagi"
Cla mengakhiri panggilannya dan kembali berkumpul bersama Kevin, Alex, Alea dan Alana.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Ya ampun Babang Al kecewa....
...Tapi Kalian jangan bikin Aku kecewa yaa....
__ADS_1
...Tetep klik like dan komentar Kalian yaa Zheyeeenk 🥰🥰...