
Pagi hari Anna tiba di depan apartemen milik Alex. Alex saat itu tengah menunggu kedatangan Anna.
"Aku kira Kamu tidak jadi datang" Alex meraih beberapa berkas yang akan dia serahkan ke universitas.
"Tentu saja Aku akan datang, Aku sudah berjanji pada mu Al"
"Apa Tuan Damien tidak keberatan kalau putrinya lebih sering menemui ku?" Alex tertawa menandakan dia sedang bercanda.
"Tentu saja tidak, Aku menghabiskan lebih banyak waktu bersama nya. Bahkan pulang dari universitas mu, Aku akan pergi menemuinya untuk makan siang"
"Ide bagus" Alex dan Anna pun pergi meninggalkan apartemen menuju universitas.
"Kamu mau ikut Al?"
"Kemana?"
"Makan siang bersama ku?"
Alex tersenyum "No Anna, itu quality time milik Kalian. Aku akan ikut bergabung suatu hari nanti"
"Baiklah, Aku tunggu" Anna menggandeng lengan Alex.
Setelah berjalan kaki cukup lama, Alex mengantar Anna menuju cafe yang ada di dalam universitas.
"Capek ya An? Maaf, seharusnya Aku tidak mengajak mu berjalan kaki seperti itu"
"Tidak Al, Aku senang bisa berjalan kaki seperti tadi. Aku tidak pernah berjalan kaki di luar, hanya sekitar rumah. Dan ini ternyata lebih menyenangkan" Anna tersenyum senang, terlihat dari rona wajahnya yang bagitu tulus.
"Kalau begitu istirahatlah disini, Aku akan ke bagian administrasi. Jangan kemana-mana An, Aku akan segera kembali"
"Hmm" Anna menganggukkan kepalanya.
Alex segera bergegas menuju ruang administrasi.
Jarak yang ditempuh membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit. Maka dari itu Alex tidak ingin Anna pergi mengantarnya.
__ADS_1
Setelah selesai melakukan administrasi, Alex pergi menuju tempat informasi.
"Dokter? Eh maksud ku, Kak Qiara"
Qiara menengok ke arah Alex "Hai Alex. Sudah mulai kuliah?"
"Tidak, Aku baru melakukan administrasi"
"Oh begitu"
"Kak Qiara sedang apa?"
Qiara menunjuk sebuah selebaran yang berisi tentang informasi praktik untuk fakultas kedokteran. "Mengambil ini"
"Begitu, oh ya kenapa tidak pergi bersama Kak Cla?"
"Ohh Cla, Cla mengambil jurusan spesialis kandungan. Aku mengambil..."
"Spesialis saraf"
Alex tertawa "Lalu sekarang mau kemana?"
"Aku? Sepertinya ke cafe, Aku akan mencari makan" Qiara tertawa.
"Astaga, Aku hampir lupa"
"Kenapa?" Qiara nampak terkejut.
"Aku meninggalkan seseorang di cafe"
Qiara tertawa "Pacar mu?"
Alex menganggukkan kepalanya dan Mereka berjalan bersama.
"Semoga pacar Anda tipe perempuan baik hati dan yang pasti pemaaf"
__ADS_1
"Semoga saja"
Qiara menatap Alex "Semoga? Jadi Kalian belum lama berpacaran?"
"Begitulah, Kami dipisahkan oleh jarak"
"Jadi dia tinggal di negara ini?"
"Betul"
"Ya ampun, kalau begitu pergilah duluan Al. Aku tidak ingin membuat kesalah pahaman di antara Kalian"
"Baiklah, Aku duluan ya Kak" Alex hendak berlari meninggalkan Qiara. Namun langkahnya terhenti saat dia mengingat sesuatu.
"Lebih baik Kalian berkenalan. Pacarku salah satu pasien yang mengidap kanker"
"What? Tapi Al..."
"Dia tidak mempunyai teman karena dia merasa pesimis dengan penyakitnya. Sebagian besar waktunya dia habiskan bersama Ayahnya. Mungkin Kalian bisa berteman"
Qiara mempertimbangkan tawaran Alex, setelah berdiam beberapa detik akhirnya dia menganggukkan kepalanya "Terserah padamu Al, tapi jangan salahkan Aku jika ada sesuatu dengan hubungan Kalian. Aku sudah mengingatkan mu Al"
"Tentu Kak, terimakasih"
Mereka pun berjalan bersama menuju cafe tempat Anna menunghu kedatangan Alex.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Kira-kira gimana yaa kelanjutan hubungan Anna sama Qiara?...
...Semoga apa yang menjadi ketakutan Kalian mengenai orang ketiga tidak terjadi. ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤...
__ADS_1
...Oh ya jangan lupa tinggalkan jejak love dan Komentar Kalian zheyeeeenk 🥰🥰🥰...