
Pagi hari Kevin mengajak Alex menuju pemakaman Anna.
"Kita akan kemana Kak?"
"Pemakaman Anna, Zero bilang ada seseorang yang mencurigakan disana"
"Seseorang? Siapa?"
Kevin mengangkat kedua bahunya.
Perjalanan hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit. Kevin dan Alex keluar dari mobil.
"Pelan-pelan Al, jangan sampai di menyadari kedatangan Kita"
"Tapi siapa dia?" Mereka tiba dan melihat seseorang tengah menangis di pemakaman Anna.
"Nona, Saya tau ini tidak seharusnya terjadi. Bahkan Saya tidak berhak mengatakan ini walaupun Anda sudah tiada"
Kevin dan Alex memperhatikan dari jarak cukup dekat, namun dengan posisi laki-laki itu tidak menyadari keberadaan Alex dan Kevin.
"Saya mencintai Kamu Nona, bahkan cinta Saya jauh lebih besar daripada pemuda itu. Tidak seharusnya Kamu memberikan kesempatan kepada pemuda itu untuk mendekati Anda."
Alex nampak emosi, dia mengepalkan kedua tangannya. Namun Kevin menahannya "Tenang Al, sedikit lagi"
__ADS_1
"Tuan Damien sudah berjanji untuk tidak membiarkan Kamu jatuh cinta kepada siapapun, namun pemuda itu datang dan Tuan Damien mengingkari janjinya. Sejak saat itu, Kamu menjadi jauh dari Saya. Bahkan Saya tidak diijinkan untuk mendampingi Kamu ketika Kamu pergi dengannya. Jika Saya tidak bisa mendampingi Kamu, maka tidak akan ada pemuda manapun yang bisa mendampingi Kamu. Saya minta maaf Nona, tapi Saya mencintai Anda melebihi pemuda manapun"
Alex sudah tidak bisa menahan amarahnya, dia berjalan menuju pemuda tersebut, pukulan pun melayang tepat di wajahnya. "Brengsek, jadi itu alasan Kamu memberikan informasi yang salah mengenaiku?" Alex memukulnya kembali.
Pemuda tersebut hendak memukul Alex, namun Kevin menahannya. "Jangan berani menyentuh adik ku. Atau Aku akan mematahkan lenganmu saat ini juga"
"Saya mencintai Anna, lalu dimana salah Saya?"
Alex memukul pemuda itu kembali "Jangan berani menyebutkan namanya dengan mulut kotor mu"
Kevin dan Alex membawa pemuda itu menuju kediaman Tuan Damien.
"Tuan, Saya mohon. Jangan bawa Saya ke Tuan Damien. Saya bersalah Tuan, Saya minta maaf" Pemuda yang diketahui bernama Seno itu memohon kepada Alex dan Kevin.
"Terlambat, Kamu membohongi Tuan Damien hingga dia kehilangan putrinya. Kamu berhak mendapatkan balasan yang setimpal"
"Bajingan ini sudah berani mengkhianati Anda Tuan Damien" Kevin melempar tubuh Seno ke hadapan Tuan Damien.
"Apa? Apa yang dia lakukan?"
"Seno memberikan informasi yang salah kepada Uncle mengenai ku. Dan itu dilakukan karena dia ingin Anna menjauh dariku. Dia mencintai Anna"
"Apa? Beraninya Kamu melakukan itu" Tuan Damien melayangkan pukulan di wajah Seno.
__ADS_1
"Ampun Tuan, Saya minta maaf. Tapi perasaan itu tumbuh seiring berjalanannya waktu"
"Aku meminta mu menjaga Anna, bukan mencintai Anna. Dan apa itu cinta? Kamu membuat Anna drop sampai dia meninggal. Aku tidak akan memaafkan mu"
Alex menahan Tuan Damien "Sabar Uncle, Kita harus menyerahkannya ke polisi"
"Tidak Al, hukum ku yang akan menghukumnya"
Beberapa anak buah Tuan Damien membawa tubub Seno ke belakang "Ampun Tuan, maafkan Saya. Saya menyesal. Maafkan Saya Tuan"
Tuan Damien duduk dan kembali menangis "Anna yang malang. Aku tidak menyangka kalau Seno berani berbuat seperti itu. Aku membawanya kemari sejak dia berusia tujuh belas tahun dan Anna berusia sepuluh tahun. Aku memintanya untuk menjaga Anna. Tapi apa yang dia lakukan? Dia membunuhnya secara perlahan. Aku tidak akan memaafkannya"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Segini dulu deh, Up panjang dikira sedikit, apalagi kalo sedikit ðŸ¤ðŸ¤...
...Maaf yaa zheyeeenk selalu buat Kalian penasaran ðŸ¤ðŸ¤...
...Mendingan mampir ke karya ku "Because One Night" yuu...
__ADS_1
...Seru juga loh 🥰🥰...
...Jangan lupa like dan komentar. Dukungan Kalian luar biasa bagiku 🥰🥰...