
Karena malas, akhirnya Cla tertidur. Kevin melihat Cla yang tertidur cukup pulas.
"Sepertinya Aku benar-benar membuatnya kesal. Maafkan Aku Cla" Kevin menggenggam tangan Cla.
Kevin terus melajukan mobil dengan sangat hati-hati, dia tidak ingin tiba-tiba Cla terbangun karenanya.
Sesampainya di tempat parkir, Kevin menatap wajah Cla. Kevin mengusap kepala Cla dan merapikan anak rambut yang menutupi wajahnya.
Cla merasa sedikit terganggu sehingga membuka matanya. "Kak Kevin?"
"Kamu sudah bangun. Maaf Aku sudah membangunkan mu"
Cla menegakkan duduknya "Dimana ini Kak?" Cla melihat sekitar, dia nampak asing dengan tempat ini. Ini bukan rumahnya, bukan juga sebuah Mall.
"Ikutlah denganku" Kevin keluar dari mobil dan membuka kan pintu mobil untuk Cla. Kevin meraih tangan Cla dan menyimpannya di lengannya. Cla menatap Kevin heran, namun Cla masih mengikuti langkah kaki Kevin.
Mereka membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai di tempat tujuan. Cla menatap takjub sekitar. Saat ini mereka sedang berada di puncak sebuah bukit.
Ada restoran kecil di sana, Cla duduk di tempat yang telah dipesan oleh Kevin. "Wah indah sekali tempat ini Kak. Aku bisa melihat rumahku dari sini" Cla menatap lampu-lampu yang ada di pusat kota.
"Memangnya Kamu tau ini dimana? Ini sangat jauh dari rumahmu"
"Apa? Sangat jauh? Dimana ini Kak?" Cla nampak pucat.
Kevin tertawa "Kamu lucu sekali. Tenanglah, Aku tidak menculikmu. Bukankah Aku sudah ijin kepada kedua orangtua mu? Ini hanya pinggir kota. Kamu masih berada di Ibu Kota"
"Kak Keviiiin, kamu menerjaiku"
"Wajahmu lucu sekali ketika panik. Nikmatilah pemandangan ini sambil menunggu pesanan Kita"
Cla menatap sekitar, dia benar-benar berada di atas bukit. Pohon-pohon tertata sangat rapih. Banyak orang yang juga makan di tempat ini. Mereka mengambil beberapa gambar. Cla meraih ponselnya, dia juga mengambil beberapa gambar pusat kota dari atas bukit ini.
"Mau aku fotokan?"
"Boleh" Cla memberikan ponselnya. Kevin menyimpan ponsel Cla dan mengambil ponsel miliknya.
"Loh, kenapa dengan ponselku?"
"Aku tidak bisa menggunakan ponsel yang lain. Jadi pakai ini saja"
Cla memukul pelan bahu Kevin "Kamu senang sekali mengerjaiku Kak"
Kevin pun mengambil beberapa gambar Cla dengan background lampu-lampu yang ada di pusat Kota.
"Kembalikan ponselku" Cla meraih ponselnya dan membuka camera depan. Cla mengambil beberapa kali jepretan. "Sini Kak" Cla meraih lengan Kevin. Cla mengambil beberapa gambar bersama Kevin.
"Wah kenapa Kak Kevin kaku begini. Coba lagi Kak"
Mereka kembali mengambil beberapa gambar hingga makanan yang mereka pesan telah tiba.
Sambil makan, Cla menatap beberapa gambar yang ia ambil. "Aku boleh upload foto bersama mu Kak?"
"Boleh, asal Kamu menjadi pacarku"
__ADS_1
"Uhuk uhuk.." Cla langsung tersedak.
"Pelan-pelan makannya Cla" Kevin memberikan gelas yang berisi air kepada Cla. Cla langsung meneguknya.
Cla menarik nafasnya "Nggak romantis banget sih"
Kevin kambali memakan makanan yang ada di piring. Cla pun melanjutkan makan dengan perasaan yang tercampur aduk. Dia kesal, marah namun jantungnya berdegub sangat kencang.
Selesai makan Kevin menarik tangan Cla untuk duduk di tepi bukit. Angin malam mulai menusuk tubuh Cla. Cla mengusap lengannya untuk memberikan rasa hangat.
"Aku bawa jas dulu di mobil ya"
"Tidak Kak"
Kevin pun kembali duduk di samping Cla. Kevin meraih tangan Cla, dia metapa Cla dengan sangat dalam.
"Cla, Aku bukan laki-laki yang romantis. Tapi percayalah, Aku bukan laki-laki yang akan menyakitimu hari ini, besok dan seterusnya. Sejak kecil, Aku menyayangimu Cla. Dan perasaan itu semakin tumbuh dan tumbuh. Aku sangat yakin kalau Aku..." Kevin menarik nafasnya. "Aku mencintaimu Cla. Aku ingin menemanimu dalam semua kondisi. Aku ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat pagi juga menjadi orang terakhir yang mengucapkan selamat malam kepadamu" Kevin menghentikan ucapannya. Pikirannya berkata "Kenapa Aku jadi banyak bicara?"
Kevin kembali menarik napasnya, "Aku ingin menjadi pacarmu Cla. Apa Kamu memiliki persaan yang sama denganku? Apa Kamu mau menjadi pacarku?"
Mata mereka saling menatap, ini pengalaman pertama bagi Cla. Cla mearik tubuhnya ke dalam pelukan Kevin. Air mata mengalir begitu saja. "Aku juga mencintaimu Kak Kevin. Aku mencintaimu"
Kevin memeluk Cla dengan sangat erat. Cla menghapus air matany, terlalu memalukan jika Kevin mengetahuinya.
"Kamu tidak perlu menyembunyikan apapun dariku Cla" Kevin merapikah anak rambut yang berterbangan akibat diterpa angin.
Jarak wajah mereka kini sangat dekat. Napas Kevin bahkan terasa di seluruh bagian wajah Cla. mereka saling menatap hingga tatapan itu terasa semakin dalam.
Cla membelalakkan matanya, dia benar-benar sangat malu. "Kak Keviiiiiiinnnnnnn" Cla memukuli bahu Kevin. Kevin tersenyum dan meraih pinggang Cla kemudian ******* bibir Cla.
Cla kembali membelalakkan matanya, dengan perlahan Cla menutup matanya. Namun saat matanya baru saja tertutup, Kevin menghentikan aksinya.
"Ayo pulang"
Cla membuka matanya dengan cepat, karena Kevin kini sudah berdiri di hadapannya.
"Kak Keviiiiiin"
Kevin pun tertawa dan menuntun Cla menuju mobilnya.
Di dalam mobil Cla tersenyum, "Kenapa?"
"Nggak kenapa-kenapa" Cla menatap Kevin.
"Kenapa Kamu menatapku seperti itu Cla?"
"Aku hanya ingin melihat jelas wajah pacarku. Supaya sebelum tidur, Aku bisa membayangkannya"
"Claaa.... Kita sudah dua puluh tahun barengan, masa Kamu tidak bisa membayangkan wajahku"
"Kalau dipaksakan kayanya bisa Kak"
"Apa? Dipaksakan? Padahal Aku membayangkan wajahmu setiap waktu"
__ADS_1
"Benarkah? Kalau begitu diam dulu Kak, Aku akan mengingat setiap bagian wajah Kak Kevin"
Kevin mengacak rambut Cla, hingga Cla menjauh dari wajahnya.
"Rambutku"
"Sudah, pakai sabuk pengamanmu. Perjalanan pulang akan segera dimulai Nona Cla"
Cla memasang sabuk pengamannya "Sudah siap"
Cal pun berceloteh sepanjang jalan. "Sejak kapan Kak Kevin menyukaiku?"
"Sejak Kamu lahir"
"Kak Keviiiin. Jawab yang betul"
"Kalau Kamu tidak percaya, tanyakan saja pada kedua orangtua mu"
"Oh iya betul, Aku percaya"
Kevin kembali fokus dengan menyetirnya, namun Cla tidak berhenti begitu saja. Dia terus menanyakan hal-hal yang ingin dia ketahui.
Dengan sabar Kevin menjawab setiap pertanyaan Cla, dia sudah terbiasa dengan sikap Cla yang seperti itu. Dan Kevin menyukainya.
Sesampainya di rumah, Cla mengajak Kevin untuk masuk ke dalam rumah. "Sudah malam Cla. Sampaikan salamku untuk Aunty dan Uncle ya. Maaf Aku tidak mampir"
"Baiklah, Kak Kevin boleh langsung pulang. Tapi ada syaratnya"
"Syarat?"
"Iya, mau tau syaratnya apa?"
"Apa?"
Cla berbisik mengatakan syaratnya wajah Kevin memerah.
"Ayo ucapkan Kak"
"Iya iya... Good night... Sayang"
Cla tersenyum senang "Baiklah Kak Kevin Sayang. Kamu boleh pulang"
Akhirnya Kevin bisa memenuhi syarat yang diajukan oleh Cla.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Hai kakak zheyeeenk......
...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like dan Komen kalian itu mood boster buat Aku nulis episode berikutnya....
__ADS_1