
Ziano membuka matanya perlahan, "Sayang, mana Alex?"
"Sayang, syukurlah Kamu sudah sadar" Vita menangis, dan Alena segera menemui dokter Jerry supaya memeriksa keadaan Ziano.
Dokter memeriksa beberapa organ vital, semua berfungsi dengan baik. "Syukurlah Tuan semua baik-baik saja, Anda harus istirahat total. Jadi hindari kegiatan yang membuat Anda lelah"
Tiba-tiba kepala Ziano terasa sakit "Aww kepala ku. Kepala Ku sakit dok"
Dokter meminta Vita untuk menunggu di luar ruangan, dokter memeriksa Ziano lebih lanjut. Alana dan Vita saling berpelukan "Semoga Daddy baik-baik saja"
Kevin yang berada di ruang sebelah menghampiri Vita dan Alana "Daddy kenapa?"
"Daddy baru saja membuka matanya, namun dia mengalami sakit kepala tak tertahankan" Alana mencoba menjelaskan.
"Tenanglah, Kita berdoa saja semoga tidak ada luka serius pada Daddy"
"Lalu bagaimana keadaan Alex?"
"Alex..."
Dokter Jerry keluar dari ruangan dan menghampiri mereka.
"Bagaimana keadaan Ziano dok?" Vita nampak khawatir.
"Tuan Ziano harus beristirahat total. Saya sudah memberikan obat pereda nyeri. Nyeri tersebut akibat benturan yang sangat keras di kepalanya"
Vita pun menangis, Alana mencoba menenangkan Vita.
"Lakukan yang terbaik untuk kesembuhannya dok"
"Kami akan berusaha sebaik mungkin. Tetapi untuk sementara, jangan biarkan Tuan Ziano berpikir terlalu keras. Saya khawatir itu akan membuatnya sulit untuk sembuh"
"Baik, terimakasih dok"
Vita, Alana dan Kevin menemui Ziano. Ziano sedang terlelap. Vita menggenggam tangan Kevin "Mommy mohon, jalankan perusahaan Daddy olehmu. Terima tawaran Daddy untuk menjadi Presiden Direktur. Biarkan Daddy istirahat, Mommy mohon Kevin. Mommy tidak tau bagaimana jika Daddy terus seperti ini" Vita menangis dan Kevin memeluk Vita.
"Mommy tenang saja, Daddy akan baik-baik saja. Aku akan mengambil alih perusahaan jika memang Mommy, Alex, Alea dan Alana mempercayaiku"
"Aku percaya padamu Kak, jangan biarkan Daddy menanggung beban ribuan orang. Biarkan Daddy istirahat" Alana menghampiri Kevin dan Vita.
"Baiklah, Aku akan segera mengambil alih perusahaan"
......................
Alex masih belum sadarkan diri, Kevin belum menceritakan keadaan Alex kepada Vita. Vita cukup tersiksa melihat keadaan Ziano.
"Kak, Alex belum mau membuka matanya" Alea menangis di pelukan Kevin.
"Tenanglah Lea, Alex mendengar apa yang Kita bicarakan. Ayo Kita bantu Alex untuk kembali ke dunia yang sesungguhnya. Jangan biarkan Alex terlelap dalam mimpinya"
Pintu terbuka, Alana dan Vita menghampiri Alex yang sedang berbaring sambil diajak berbicara oleh Kevin, Alea dan Vita.
"Alex, sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Alex, bangun Sayang. Ini Mommy"
Alea menghampiri Vita dan memintanya untuk tetap tenang.
"Tenanglah Mommy, Alex hanya tertidur. Dia masih belum ingin bangun dari tidurnya" pipi Alea dipenuhi air mata.
"Alex, ini Aku Lana. Lex Kamu harus bangun, Aku merindukan mu" Alana memeluk Alex. "Aku janji tidak akan meninggalkan mu sendirian lagi di kantor. Kami akan menemani dan mematuhi mu. Tapi bangun Alex, jangan terlalu lama dalam tidur"
Alex nampak menggerakkan jarinya, semua yang ada di ruangan tersebut sangat terkejut, "Ajak Alex berbicara kembali, dia mulai meresponnya" Cla memberikan semangat kepada saudara-saudara kembar Alex.
__ADS_1
"Alex, Aku juga akan mematuhi mu. Aku janji, maafkan Aku karena selama menjadi sekretarismu, Aku tidak pernah mematuhimu" Alea menggenggam tangan Alex.
"Alex, bangunlah. Adik-adik mu sudah berjanji, dan mereka menyesalinya. Bangunlah Al" Kevin duduk di samping Alex.
"Alex, bangunlah sayang. Mommy merindukan mu. Sudah lebih dari seminggu Kita tidak bertemu, dan sekarang Kamu malah tertidur. Bangunlah Sayang"
Alex bagaikan pangeran tidur, dia tidak membuka matanya sama sekali sampai saudara dan Ibunya kehabisan air mata.
Malam hati telah tiba, Ziano mulai sadar dari masa kritisnya.
"Sayang"
"Iya Sayang, Kamu membutuhkan sesuatu?"
"Aku butuh Kamu." Ziano menggenggam tangan Vita. "Aku ingin segera bangun dan duduk bersama mu"
"Jangan banyak bergerak Sayang, Kamu baru saja mengalami operasi. Biarkan Aku yang menghampiri mu"
"Bagaimana kabar Alex?"
"Alex? Dia baik-baik saja, dia masih tertidur. Lekas pulih Sayang, Alex sepertinya ingin ditengok oleh mu"
"Bawa Aku menggunakan kursi roda"
"Tidak, Kamu harus benar-benar sahat. Sekarang tidurlah, sudah larut malam"
"Tidur disini" Ziano menepuk dadanya.
"Kamu masih sakit"
"Kepala ku yang mengalami operasi, tidak dengan ini" Ziano kembali menepuk dadanya.
Vita membaringkan kepalanya di dada bidang Ziano. "Aku sangat merindukan mu"
Vita menghitung detak jantung Ziano, "Kalau tidak salah, enam puluh enam kali dalam satu menit. Itu normal, memangnya kenapa? Ada yang sakit?" Vita bangun dari tidurnya.
"Hitung dalam satu jam"
Vita mencoba menghitung.
"Hitung dalam satu hari"
Vita mencoba menghitung kembali.
"Hitung dalam delapan hari"
"Untuk apa Aku menghitung itu semua?"
"Untuk menghitung berapa kali Aku merindukan mu"
"Apa?" pipi Vita nampak memerah.
"Iya, setiap jantungku berdetak Aku merindukanmu"
"Kenapa Kamu masih bisa seperti itu padahal Kamu sedang sakit?"
"Karena Aku benar-benar merindukan mu"
Vita membaringkan kembali kepalany di dada Ziano, "Aku ingin Kita segera kembali ke rumah. Aku benar-benar merindukan masa itu"
"Aku bisa meminta perawat untuk merawat ku di rumah"
__ADS_1
Vita hampir menyetujuinya, namun dia teringat dengan kondisi Alex "Tidak, Aku akan menunggu mu di sini"
"Kenapa? Kamu tidak merindukan ku?"
"Aku ingin Kamu lekas pulih. Peralatan di rumah tidak selengkap rumah sakit"
"Baiklah, asal Kamu ada di samping ku. Kamu ingat dulu Aku pernah mendapatkan perawatan saat perjalanan bisnis?"
"Iya Aku ingat, itu pertama kali Aku tinggal berdua denganmu"
"Itu terakhir Aku di rawat di rumah sakit. Dan sekarang Kamu kembali menemani ku"
Vita tersenyum mengingat masa lalu bersama Ziano.
......................
Di ruangan sebelah, Kevin nampak sedang menatap Alex yang belum sadarkan diri. Alea, Alana dan Cla pulang tadi sore. Kevin meminta mereka pulang karena tidak ingin mereka sakit karena kurangnya istirahat.
"Alex bangunlah. Kamu harus segera mengambil alih perusahaan. Ribuan karyawan menggantungkan nasibnya di perusahaan itu. Kamu harus segera bangun Alex"
Kevin mengingat kejadian-kejadian yang dianggapnya janggal. Mulai dari Amanda yang bersedia mendonorkan darahnya, hububgan mereka yang tidak nampak seperti sudah terjadi sebuah masalah. Lalu hasil lab yang menyatakan tidak ada kecocokan antara darahnya dengan darah Ziano.
"Kamu pasti ingin bicara kalau Aku yang seharusnya menjadi presdir? Kamu salah Al, Kamu yang seharusnya ada di posisi itu. Kamu yang pantas dengan posisi itu. Bangunlah Al"
Ada dua kemungkinan hasil tes DNA yang akan keluar. Yang pertama Kevin memiliki golongan darah yang sama dengan Ibu kandungnya, atau yang kedua Ziano bukanlah Ayah kandungnya.
Kevin mengacak rambutnya dan menggelengkan kepalanya "Semoga apa yang Aku takutkan tidak benar-benar terjadi. Karena jika itu benar terjadi, Aku benar-benar tidak layak berada di tengah Kalian"
Kevin mencoba untuk memejamkan matanya, namun itu terasa sangat sulit. Dia berguling ke kiri dan ke kanan. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Cla.
"Hallo Kak, ada apa? Apa semua baik-baik saja?"
"Cla"
"Iya Kak, kenapa?"
"Cla"
"Apa lebih baik Aku kembali ke rumah sakit?"
"Bagaimana kalau Aku bukan anak kandung Daddy Ziano?"
"Apa? Kak, jangan berpikir yang tidak-tidak. Uncle Ziano sangat menyayangi Kak Kevin"
"Aku... Aku takut Cla. Aku benar-benar takut. Aku tidak pernah setakut ini"
"Kak, biarkan masa lalu hilang dengan sendirinya. Yang terpenting saat ini Uncle Ziano, Aunty Vita menyayangi Kak Kevin tanpa syarat. Begitupun Aku, Aku akan tetap mencintai mu Kak. Tenangkan dirimu Kak, istirahatlah. Kamu terlalu lelah hari ini, Kamu harus sehat. Demi Alex, demi Uncle Ziano, dan demi Aku Kak"
Kevin menutup telponnya, Cla yang jauh disana nampak sangat khawatir.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Cup cup cup Kevin, jangan sediiih 😢😢😢...
...Semoga Up ku tetap kurang, supaya kalian kembali besok, besok dan besok...
...Buat yang masih bingung dengan alur, jangan lupa mampir ke "Istri Ceo"...
__ADS_1
...Banyak rahasia yang Aku simpan disana 😄...
...Happy Reading Kak 🥰...