
Cla tiba di rumah, sepanjang perjalanan Cla diam dan kesal. Kevin yang tidak mengerti hanya mengikuti saja.
"Jangan dekat dengan ku Kak, Aku tidak mau"
"Tapi kenapa Honey? Sepanjang perjalanan Kamu tidak mau dekat dengan ku? Bahkan Kamu tidak mau berbicara kepada ku"
Cla berlari menuju toilet, Cla memuntahkan seluruh isi perutnya.
Kevin nampak sangat terkejut. "Honey? Are you okey?"
Cla menggelengkan kepalanya dengan tangan yang melambai.
"Kenapa? Ada apa?"
Cla nampak sangat lemas. "Sepertinya Aku mabuk perjalanan, tapi..."
"Tapi kenapa?" Kevin memijat bagian pundak Cla.
"Kamu bau Kak, mandi dulu sana"
Kevin membelalakkan matanya "Bau? Bau apa?" Kevin mengendus pakaiannya. "Tidak ada bau apapun"
"Bau ih Kak, mandi dulu sana" Cla menutup hidungnya.
Kevin bergegas menuju kamar mandi. Setelah selesai, Kevin menghampiri Cla, namun Cla masih menutup hidungnya.
"Masih bau"
"Bau?" Kevin kembali membersihkan tubuhnya. Kali ini dia membuka pakaian baru yang belum sempat dia pakai.
"Sekarang pasti aman, Aku tidak memakai parfum apapun pada pakaian ku" Kevin kembali menghampiri Cla.
"Ih kenapa masih bau sih Kak?"
Kevin membelalakkan matanya, dia nampak menyerah. "Aku harus bagaimana Sayang?"
__ADS_1
Cla merasa tidak enak kepada Kevin. Air mata tiba-tiba mengalir begitu saja. "Maafkan Aku Kak"
Kevin lagi-lagi dibuat bingung. "Sayang? Sebenarnya ada apa? Aku bingung. Apa yang harus Aku lakukan"
"Aku... Aku ingin Kamu menuruti semua keinginan ku Kak. Tapi Aku kasihan melihatmu" Air mata Cla masih mengalir di pipinya.
Kevin merangkul tubuh Cla. "Sudah, sekarang katakan apa yang harus Aku lakukan?"
Cla nampak berfikir "Lepaskan pakaian mu Kak, pakaian mu bau"
Kevin membelalakkan matanya namun dia mengikuti keinginan Cla.
"Baiklah, sekarang Aku mengikuti keinginan mu Sayang. Jangan menangis lagi oke"
Cla tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kevin merangkul tubuh Cla dan tidak lama kemudian Cla terlelap dalam pelukan Kevin.
Kevin mencari informasi di internet mengenai kondisi Cla. Mood nya mudah sekali berubah. Selain membuat Kevin khawatir, tentu saja Kevin merasa kewalahan.
"Stress? Tapi Kami baru saja pulang dari liburan. Atau memang benar Cla belum ingin pulang?"
Kevin menyimpan ponselnya "Iya, ini pasti karena Cla kelelahan. Selama Kami liburan, Cla pasti tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup" Kevin mengecup kening Cla.
"Selamat tidur Honey, maafkan Aku"
Pagi hari, Qiara nampak sedang bersiap-siap. Hari ini dia berjanji akan mengantar Aarav pergi berkeliling Kota.
"Ahh seharusnya saat ini Aku masih rebahan di tempat ternyaman ku"
Bel pintu berbunyi "Itu pasti dia"
"Tunggu sebentar" Qiara berjalan menuju pintu.
Benar saja Aarav tengah berdiri di balik pintu. "Selamat pagi dokter cantik. Are you ready?"
"Iya, tunggu sebentar. Aku akan mengambil tas ku dulu"
__ADS_1
Qiara berlari menuju kamar dan Aarav dengan sabarnya menunggu Qiara.
Sepanjang perjalanan Qiara dan diam, namun tidak dengan Aarav. Aarav mencoba untuk mencairkan suasana.
Mereka tiba di sebuah pantai, Qiara menyukai laut. Namun dia merasa datang dengan orang yang tidak tepat.
"Kamu suka pantai?"
"Ya tentu saja" Qiara tersenyum.
"Syukurlah, ajak Aku pergi ke tempat yang Kamu suka. Jangan terlalu memaksakan"
Mereka menghabiskan waktu seharian hingga malam tiba. "Oh iya Aku tadi melihat ada taman hiburan, mau kesana dengan ku?"
Qiara nampak berfikir "Aku tidak pernah kesana selain waktu Aku kecil. Tapi boleh Kita coba"
"Benar mau coba?"
Qiara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Mereka pun tiba di sebuah taman bermain. "Sudah lama sekali Aku tidak kemari"
"Kamu senang?"
"Tentu saja" Qiara benar-benar merasa senang.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Ayoo zheyeeeenk, kira-kira princess Kita hamil apa masuk angin yaa? 😄 Atau mungkin mabuk perjalanan? 😄...
...Ayoo komen, like dan berikan dukungan Kalian 🥰🥰...
__ADS_1