Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)

Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)
Episode 17


__ADS_3

Kevin keluar dengan perasaan kecewa, Cla masih bingung dengan apa yang terjadi. Kevin meminta rumah sakit untuk melakukan tes DNA antara dirinya dan Ziano.


"Kenapa Boy?"


"Golongan darahku tidak cocok dengan Daddy"


"Coba denganku Kak" Alea menghampir Kevin.


"Cobalah, mudah-mudahan darah kalian cocok"


Kevin nampak murung, Kendra yang menyadari menghampiri Kevin. "Tenanglah boy, Kamu sudah melakukan yang terbaik"


Kevin nampak sangat murung, terlebih saat hasil lab mengatakan kalau darah Alea cocok dengan Ziano.


"Silahkan ikuti Kami Nona"


Seorang perawat membawa Alea untuk pendonoran darah kepada Ziano. Kevin hanya duduk dengan air mata yang membasahi pipinya.


Setelah hampir satu jam, Alea kembali menemui Kevin, Cla dan Kendra. Wajahnya nampak sedikit pucat.


"Minumlah Alea" Cla memberikan secangkir teh manis panas. "Lebih baik Kamu beristirahat di ruanganku"


Alea bersama Cla berjalan menuju ruangannya.


Alea duduk di atas sofa yang ada di ruangannya. Hari ini Cla memang tidak ada jadwal praktek, jadi tidak ada pasien yang melakukan janji trmu dengannya hari ini.


"Wajahmu pucat Alea. Apa yang terjadi?"


"Operasi Uncle Ziano dan Alex berjalan dengan lancar. Namun, Uncle Ziano kehilangan banyak darah. Alea baru saja mendonorkan darahnya untuk Uncle Ziano" Cla mencoba menjelaskan kepada Vita.


"Apa? Aku akan mendonorkan darahku juga" Alana segera bergegas.


"Semoga Kak Ziano segera pulih. Lalu bagaimana keadaan Alex Cla?" Amanda pun nampak khawatir.


"Alex sudah berada di ruang observasi. Kami harap tidak terjadi reaksi yang tidak diinginkan pasca operasi"


Vita kembali menangis, Amanda terus menenangkan Vita.


......................


Alana menemui dokter Jerry, "Baiklah Nona, Anda bisa melakukan tes lab terlebih dahulu"


Alana menghampiri laboratorium untuk melakukan pengecekan. Lagi-lagi hasil menunjukkan adanya kecocokan.


"Silahkan ikuti Kami Nona"


Alana menggunakan pakaian steril yang sudah disediakan oleh rumah sakit. Kevin menghampiri Alana dan mengecup keningnya, "Selamatkan Daddy"


Alana menganggukkan kepalanya dengan air mata di pipinya "Pasti Kak"


Setelah hampir satu jam, proses pendonoran selesai. Dokter Jerry kembali memeriksa keadaan Ziano.


"Keadaan cukup membaik, namun Kita masih membutuhkan satu orang pendonor lagi"


"Ambil lagi darahku dok" Alana yang nampak pucat kembali menghampiri dokter Jerry.


"Tidak Nona, Anda sudah mencapai batas maksimal dalam pengambilan darah" Alana memeluk Kevin dan menangis.

__ADS_1


Kevin nampak sangat menyesal, dia ingin sekali menolong Ziano.


Vita dan Amanda menghampiri dokter Jerry, "Golongan darah Saya sama dengan Ziano dok, ambil saja darah Saya" Vita meminta dokter Jerry untuk mengambil darahnya.


"Kita harus memeriksa Anda terlebih dahulu Nyonya"


Vita pun menjalani serangkaian pemeriksaan, namun "Mohon maaf Nyonya, tekanan darah Anda sangat lemah. Ini mungkin karena tekanan batin yang Anda alami. Anda tidak bisa melakukan pendonoran darah"


Amanda menatap Kendra dan Kendra menganggukkan kepalanya. "Ambil saja darahku dok, Saya pernah mendapat donor darah dari Ziano. Darah Kami pasti cocok"


"Baiklah, silahkan ikuti Kami untuk melakukan tes lab terlebih dahulu Nyonya"


Cla memiliki golongan darah yang sama dengan Kendra sehingga tidak bisa membantu mendonorkan sebagian darah miliknya.


"Darah Anda cocok dengan pasien Nyonya, apa Anda yakin ingin mendonorkan darah Anda?"


Amanda kembali menatap Kendra, Kendra menganggukkan kepalanya mengingat dulu Vita dan Ziano yang menyelamatkan Amanda pasca melahirkan.


"Saya yakin Dok"


Amanda mengikuti dokter Jerry untuk melakukan pendonoran. Amanda melihat ke arah Ziano, dia nampak sangat lemah. Air mata Amanda tiba-tiba lolos dari pelupuk matanya.


"Kamu harus segera bangun, Vita sangat terpukul mendengar kabar tentangmu"


Cla yang menemani Amanda menggenggam tangannya. Proses pendonoran pun berlangsung dengan lancar. Amanda nampak sangat pucat.


"Mommy, minumlah teh panas ini" Cla membantu Amanda untuk minum.


"Bagaimana keadaan Ziano dok?"


"Sudah stabil. Kami akan membawanya ke ruang perawatan. Terimakasih Nyonya Leonard" Amanda menganggukkan kepalanya.


"Dulu pasca melahirkan Nathan dan Nathar, Mommy kehabisan banyak darah. Aunty Vita dan Uncle Ziano yang mendonorkan darahnya kepada Mommy. Mungkin ini saatnya Mommy membalas kebaikannya"


Hati Cla terasa sangat sakit. Dia bersyukur mempunyai seorang ibu yang berhati baik. Dia tidak peduli dengan masa lalu Ibunya, yang dia tau Ibunya adalah malaikat baginya juga bagi kedua adiknya.


"Mommy harus segera pulih"


"Mommy tidak apa-apa princess, jangan menangis" Amanda menghapus air mata di pipi Cla.


"Aku tidak tega melihat Mommy berbaring seperti ini"


"Mommy baik-baik saja Sayang. Lihat bekas jarumnya pun tidak terlihat" Amanda tersenyum dan memeluk Amanda kembali.


"Aku sayang sama Mommy"


"Mommy juga sangat menyayangimu Sayang"


Vita menghampiri Amanda dan menggenggam tangannya.


"Kak Manda. Terimakasih sudah menyelamatkan hidup Kak Ziano. Aku benar-benar sangat berterimakasih"


"Tidak apa-apa Vita, kalian pun sudah menyelamatkan hidupku. Ini saatnya Aku membalas kebaikan kalian" Vita memeluk Amanda.


Kendra menghampiri Amanda "Vita, Kami akan pulang duluan. Amanda sepertinya membutuhkan istirahat yang cukup. Jika ada kabar tentang Alex dan Ziano, segera hubungi Kami"


"Baik Kak, sekali lagi terimakasih banyak Kak Manda, Kak Kendra"

__ADS_1


Merekapun berpamitan kepada Alea, Alana dan Kevin. Cla memutuskan untuk tetap di rumah sakit.


......................


Cla menghampiri Kevin saat Kevin keluar dari ruangan Ziano. "Bagaimana keadaan Uncle Zi Kak?"


"Sudah membaik, namun masih belum sadarkan diri"


Cla memeluk Kevin "Semua akan baik-baik saja Kak"


"Aku sangat tidak berguna Cla. Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan Daddy"


"Yang terpenting mereka sudah selamat Kak"


Kevin menganggukkan kepalanya.


"Kak Keviiiiin" Terdengar suara Alea dari dalam ruangan Alex.


Kevin dan Cla berlari menuju ruangan "Kenapa Lea?"


"Tadi... Tadi tangan Alex bergerak"


Cla memanggil dokter Jerry untuk memeriksa keadaan Alex.


"Alex, apa Kamu bisa mendengar Kakak?" Alex mengerjapkan matanya, namun sepertinya sangat sulit untuk membukanya.


"Tadi Alex menggerakkan jarinya dok" Alea menghampiri dokter Jerry.


"Biar Saya periksa Nona"


Dokter Jerry memeriksa beberapa organ vital Alex.


"Pasien mengalami shock yang cukup parah. Bantu dia untuk selalu memberikan respon, ajak dia berbicara"


"Alex, ini Aku Alea. Walaupun kadang Kamu menyebalkan, tapi Aku merindukan mu" Alea menangis sambil memeluk Alex.


Kevin dan Cla pun mencoba untuk berkomunikasi dengan Alex. Namun belum ada reaksi lagi.


"Jangan putus asa Kak, Alea. Alex pasti akan segera merespon kalian" Cla mencoba menyemangati Kevin dan Alea.


"Al, bangunlah. Bukanlah semalam Kamu bilang akan segera menemui Kakak dan menceritakan perjalanan bisnis pertama mu. Bangunlah Al, jangan membuat Kami cemas seperti ini. Kamu lihat Alea, dia begitu merindukanmu dan menginginkan Kamu untuk sadar. Bangun Al, bangun" Air mata Kevin kembali membasahi pipinya.


Alea masih saja menangis.


Di ruangan lain, Ziano mulai mengerjapkan matanya. "Sayang, bangunlah Aku mohon"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


... Jangan lupa tinggalkan jejak πŸ₯°πŸ₯°...


...Maafkan kemarin ada typo dalam menulis golongan darah Ziano, Aku lupa lagi πŸ˜‚πŸ˜‚...


...But, Aku terharu ketika Kalian masih mengingat cerita ku di "Istri Ceo" πŸ₯ΊπŸ₯Ί...

__ADS_1


...Pokonya terimakasih buat Kalian yg setia dengan cerita-cerita ku....


......Yang masih bingung dengan cerita ini, Kalian bisa klik profil Aku, baca deh novel "Istri Ceo" karena ini adalah novel lanjutan......


__ADS_2