Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)

Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)
Episode 19


__ADS_3

Hari kelima Alex masih belum sadarkan diri. Ziano sudah mulai pulih. Dia sedang menjalani terapi jalan.


"Bagaimana keadaan Alex?"


Vita nampak sedih, akhrinya Vita tidak bisa menyembunyikan keadaan lagi. "Alex... Alex masih belum sadarkan diri"


"Apa?" Kepala Ziano terasa sangat sakit. "Tolong bawa Aku menemuinya"


Ziano dibantu oleh beberapa perawat untuk menggunakan kursi roda. Vita mendorong kursi roda tersebut ke ruangan sebelah. Nampak Alea dan Alana yang mencoba mengajak Alex berbicara. Kevin sudah mulai bekerja, perusahaan tidak bisa ditinggalkan terlalu lama.


"Alex... Alex, bangunlah. Ini Daddy" Ziano menggenggam tangan Alex.


Tangan Alex menunjukkan ada respon, dia menggenggam tangan Ziano. "Dad...dy"


"Bangunlah Al, ini Daddy. Maafkan Daddy, Kamu mengalami kecelakaan karena Daddy mengajakmu melakukan perjalanan malam. Maafkan Daddy"


"Dad...dy"


Vita menangis saat melihat Alex yang sangat tidak berdaya, bahkan membuka mata pun terasa sangat sulit.


"Alex... Bangunlah, Aku Alea. Jangan membuat Mommy dan Daddy menangis seperti ini, bangunlah Alex" Alea sudah tidak bisa membendung air matanya.


"Alex... Sayang, ini Mommy nak. Bangunlah, Mommy mohon" Vita mengusap kepala Alex.


"Mom...my"


"Iya, ini Mommy Sayang. Buka matamu nak, Mommy sudah tidak tahan melihatmu seperti ini. Jika bisa, biarkan Mommy yang menggantikan posisi mu. Bangunlah Sayang, Mommy mohon" Vita memeluk Alex dan menangis sejadi-jadinya.


Dengan perlahan Alex membuka matanya, namun cahaya lampu membuatnya kesulitan membuka mata.


"Alex... Alex membuka matanya" Alana berteriak.


"Aku akan memanggil dokter Jerry" Alea dan Alana pergi meninggalkan ruangan.


"Dok... Dok... Alex sadar. Dia membuka matanya"


Cla yang tidak jauh dari tempat mereka mendengar Alea dan Alana berteriak. "Alex sudah sadar?" Cla menghampiri Alea dan Alana.


"Bagiaman kabar Alex?"


"Dia membuka matanya Kak" Alea nampak meneteskan air matanya.


"Dimana dokter Jerry?"


Seorang perawat menghampiri Cla "Dokter Jerry sedang melakukan operasi. Saya akan memanggil dokter Qiara"


Qiara dan Cla memasuki ruangan Alex. "Dok, Alex tadi mengerjapkan matanya"


"Biarkan Saya memeriksanya Nona" Qiara memeriksa beberapa organ vital. Alex nampak memberikan respon saat Qiara memberikan sorotan cahaya pada matanya.


Qiara memberikan beberapa rangsangan supaya Alex merespon "Tuan Alex, Saya Qiara. Tolong gerakkan jari Anda jika Anda dapat mendengar Saya" Alex menggerakkan jarinya.


"Bagus, sekarang buka mata Anda secara perlahan" Alex mencoba membuka matanya, namun sangat berat. Qiara melihat kembali riwayat yang diderita Alex.


"Saya tau Anda mengalami trauma karena kecelakaan itu. Tapi cobalah buka mata Anda Tuan. Saudar-saudara Anda ada di depan Anda. Tuan dan Nyonya Argora ada di depan Anda. Bukankah Anda ingin melihat mereka. Buka mata Anda secara perlahan"


Tangan Alex menggenggam tangan Ziano "Dad...dy"


"Benar, dia adalah tangan Tuan Ziano. Buka mata Anda Tuan"


Dengan perlahan Alex membuka matanya. Qiara yang menyaksikan itu nampak terkejut. Mata berwarna abu kebiruan itu terlihat sangat indah. Sekejap mata itu memandang mata coklat miliknya. Jantung Qiara serasa berhenti berdetak.


Sungguh indah ciptaan-Mu


Qiara menggelengkan kepalanya, dia melupakan kegiatan selanjutnya yang harus dia lakukan.


"Tuan... Tuan Alex. Kedipkan mata Anda secara perlahan" Alex mengikuti saran Qiara. Ingin sekali Qiara mengabadikan momen itu. Alex bagaikan bayi yang baru bisa melihat luasnya dunia.


Vita, Alea dan Alana nampak menangis bahagia. Ziano menggenggam tangan Alex "Kamu bisa Al, Kamu bisa"


Cla segera menghubungi Kevin, "Alex sudah sadar Kak. Saat ini dokter Qiara sedang memeriksanya"


"Alex sadar? Baiklah Aku akan segera kesana"

__ADS_1


Qiara kini meninggalkan ruangan Alex, Alex sudah sadar namun tubuhnya sangat lemah. Hampir satu minggu dia tidak menggerakkan badannya.


Alex menatap keluarganya satu per satu. "Daddy" suaranya sangat lemah.


"Kamu hebat, Kamu bisa melewati masa ini"


Alex tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Mommy"


"Mommy bersyukur Kamu sudah bangun. Mommy menunggumu membuka matamu Sayang" Vita menggenggam tangan Alex.


"Alea? Alana?"


"Kami disini. Kamu tau? Kami mengkhawatirkan mu. Lihatlah mata Kami. Kami menangis sepanjang waktu"


Alex hanya tersenyum, "Kak Kevin?"


"Dia sedang di kantor, sebentar lagi dia akan sampai" Cla menghampiri Alex. "Syukurlah Kamu sudah sadar Al, Aku senang melihatnya"


"Kak Cla?"


"Iya Aku Cla, sepertinya sudah tiga tahun Kita tidak bertemu"


Alex tersenyum.


Ponsel Cla berdering menandakan panggilan masuk "Permisi sebentar" Cla keluar dari ruangan tersebut.


"Iya Kak?"


"Aku di depan"


"Oke Kak"


"Maaf Tuan Kevin?" Terdengar suara perawat menghampiri Kevin.


"Iya?"


"Hasil tes DNA yang Anda minta sudah selesai. Anda dapat mengambilnya di ruang administrasi"


Cla membelalakkan matanya, bagaimana mungkin dia melupakan hal tersebut. Cla segera berlari menuju ruangan yang dimaksud.


"Cla, hasil tes DNA"


"Kak... Jangan dibuka"


"Kenapa?"


"Itu... Itu tidak penting. Aku mohon, jangan buka hasil tes DNA tersebut." Cla menghampiri Kevin.


"Kenapa Cla, apa Kamu mengetahui sesuatu?"


Cla mengingat kembali saat dia menceritakan perihal golongan darah Kevin kepada Amanda dan Kevin. "Aku khawatir dengan Kak Kevin, dia sangat terpukul saat mengetahui golongan darahnya tidak cocok dengan golongan darah Uncle Zino"


Amanda menatap Kendra, Kendra menganggukkan kepalanya. "Sebenarnya ada beberapa hal yang Kalian tidak ketahui Sayang" Amanda memeluk Cla.


"Ada apa Mommy? Apa yang tidak Aku ketahui?"


"Sebenarnya, Kevin... Kevin anak istri Uncle Ziano yang sebelumnya"


Cla nampak sangat terkejut, "Tidak... Itu tidak mungkin kan?"


"Apa Kamu mengetahui sesuatu?" Kendra nampak terkejut dengan reaksi Cla.


Cla pun menangis sambil memeluk Amanda, "Sebenarnya, beberapa hari yang lalu. Kak Kevin hendak mencari tau siapa ibu kandungnya. Dia bertekad untuk mencari tau masa lalu Uncle Zino. Lalu dia..."


"Apa nama Mommy yang dia temukan?" Amanda menggenggam tangan Cla.


Cla menundukkan kepalanya, "I...Iya"


Amanda tidak bisa lagi membendung air matanya. "Kamu benar, Mommy pernah menikah dengan Uncle Ziano. Itu sebelum Mommy mengenal Daddy"


"Jadi benar kalau Kevin?"


"Tidak" Kendra menjawab dengan tegas. "Uncle Ziano berselingkuh bersama sekretarisnya karena Mommy mu tak kunjung hamil. Daddy saksi dari perselingkuhan tersebut"

__ADS_1


"Apa?" Cla menangis sejadi-jadinya.


"Sekretaris Ziano akhirnya hamil, dan Uncle Ziano menceraikan Mommy mu"


Cla semakin menangis dan memeluk Amanda.


"Jadi, Kevin adalah anak kandung istri kedua Uncle Ziano. Tapi"


"Tapi kenapa Daddy?"


"Ternyata Ibu Kevin perempuan licik. Dia hamil oleh kekasihnya, bukan oleh Uncle Ziano"


"Apa? Jadi Kak Kevin adalah hasil dari hubungan gelapnya?"


"Kamu benar. Sasa... Dia rela hamil oleh orang lain demi mendapatkan cinta Uncle Ziano. Awalnya memang Uncle Ziano yang memaksa Sasa, namun Sasa menjadi semakin licik. Sasa melakukan berbagai cara untuk memisahkan Uncle Ziano dan Mommy mu"


Cla memeluk dan mencium tangan Amanda. "Mommy tidak akan pernah mengalami hal yang menyakitkan lagi, Kami sangat menyayangi Mommy" Amanda pun menangis dan mencium kedua pipi Cla. "Mommy juga sangat menyayangi kalian. Mommy sangat bahagia berada di antara kalian"


"Tapi Kamu jangan khawatir. Uncle Ziano sudah berubah sejak adanya Aunty Vita di hidupnya. Kevin mendapatkan perawatan dari Uncle Vita sejak kecil. Kevin anak yang tidak berdosa, dia berhak bahagia bersama keluarga barunya"


"Iya Daddy. Aku melihat ketulusan di mata Uncle Ziano maupun Aunty Vita" Cla tiba-tiba mengingat sesuatu "Tes DNA"


"Apa?"


"Iya, Kak Kevin kemarin melakukan tes DNA antara dirinya dengan Uncle Zino Daddy"


"Ya Tuhan. Daddy akan segera menghubungi Dokter Jerry"


Kendra menelpon dokter Jerry "Mohon maaf Tuan, Saya sudah bersumpah atas nama Tuhan untuk menjaga privasi setiap pasien yang Saya tangani. Jadi Saya tidak bisa melakukan kebohongan"


"Baiklah, terimakasih dokter"


"Bagaimana Daddy?"


"Tidak bisa, dokter Jerry orang yang sangat baik. Dia tidak bisa mengingkari janjinya sebagai dokter"


"Cla, hanya ada satu cara" Amanda menggenggam tangan Cla.


"Bagaimana Mommy?"


"Bujuk Kendra untuk tidak membuka hasil tes DNA tersebut. Yakinkan kalau keluarganya sangat sayang dan peduli padanya. Jangan sampai Kevin membuka hasil tes tersebut"


"Baiklah, akan Aku coba"


Flash back berakhir...


"Kak, hasil tes itu tidak penting. Yang terpenting adalah keluarga Kak Kevin saat ini sangat menyayangi dan peduli kepada Kak Kevin. Aku mohon jangan buka hasil tes tersebut. Apapun hasilnya lebih baik Kita tidak mengetahuinya"


"Cla, Aku yakin Kamu mengetahui sesuatu yang tidak Aku ketahui" Kevin membuka amplop tersebut.


"Tidak Kak..."


Kevin menjatuhkan hasil tes tersebut saat dia membaca kata "Tidak Cocok"


"Cla... Kenapa Kamu harus menyembunyikan ini dariku? Kenapa Kamu tidak mengatakan yang sebenarnya?"


"Kak Kevin, Aku mohon tenang dulu Kak. Aku baru mengetahuinya beberapa waktu lalu. Aku mohon Kak, tenangkan pikiranmu"


Kevin meninggalkan Cla dan keluar dari rumah sakit. "Kak Kevin... Kak Keviin berhenti"


Kevin pergi meninggalkan mobilnya. "Kak Keviiiinnnn...." Cla menggenggam kertas yang berisi hasil tes DNA antara Kevin dan Ziano.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


......Hayoo siapa yang mulai baper? Atau udah baper dari kemarin-kemarin?......


...Maaf yaa bikin kalian baper, cup cup cup jangan pada nangis. Kita semangatin Babang Kevin. Mudah-mudahan dia nggak kabur beneran....


...Oh ya jangan lupa tinggalkan jejak kalian Kakak Zheyeeenk ...

__ADS_1


...🥰🥰🥰...


__ADS_2