
Waktu menunjukkan pukul sembilan malam, mobil jemputan Alex dan Ziano tiba.
"Aku berangkat Sayang, hati-hati di rumah"
"Iya Mas, Kamu juga hati-hati ya. Jangan terlalu kecapean"
Ziano memeluk Vita dan mengecup kedua pipinya. Ziano lanjut memeluk Alea dan Alana.
"Titip Mommy mu ya Sayang, ingat untuk selalu mematuhi perintah Mommy"
"Baik Daddy, Daddy juga hati-hati ya"
Alex memeluk Vita dan berpamitan "Hati-hati Sayang, jaga diri Kalian baik-baik. Tolong ingatkan Daddy untuk selalu menjaga pola makannya"
"Iya Mommy" Alex mencium pipi Vita.
"Hati-hati ya Al" Alea dan dan Alana memeluk Alex.
"Iya, Kalian juga jaga diri baik-baik ya"
Alex dan Ziano pun pergi meninggalkan rumah.
"Kak Kevin kemana ya? Tidak biasanya dia pergi sampai selarut ini" Alex mengecek ponselnya.
"Dia sedang pergi bersama temannya, biarkan dia menikmati masa muda nya. Jangan hanya sibuk dengan perusahaan. Sudah saatnya Kamu membantu Kevin dengan sungguh-sungguh. Kalian yang akan meneruskan perusahaan Kita"
"Baik Daddy" Alex menarik nafas panjang dan memejamkan matanya.
"Pukul berapa Kita akan tiba?" Ziano bertanya kepada asisten pribadinya yang duduk di depan bersama sang sopir.
"Sekitar pukul lima dini hari Tuan"
__ADS_1
"Hah menyebalkan sekali. Kenapa Kita harus pergi mendadak seperti ini" Ziano mengubah posisinya untuk berbaring.
"Maaf Tuan, tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan melalui jalur udara. Cuaca sedang tidak baik"
"Iya sudah, Kami akan beristirahat terlebih dahulu"
Perjalanan dimulai, Alex dan Ziano memilih untuk memejamkan matanya.
Waktu menunjukkan pukul tiga dini hari. Mobil yang ditumpangi Ziano telah tiba di sebuah hotel ternama di Kota X.
"Sudah sampai? Bukankah Kamu bilang pukul lima dini hari?"
"Jalanan sangat sepi sehingga Kita sampai lebih awal"
"Baiklah, beristirahatlah. Kita akan bertemu klien pukul sembilan pagi di aula hotel ini"
"Baik Tuan" Mereka meninggalkan Ziano dan Alex serta pergi ke kamar yang sudah Mereka pesan sebelumnya.
"Baik Al, Kamu juga"
Alex memasuki kamar yang sudah dipesannya. Tak lupa dia menghubungi Vita, karena Alex yakin kalau Ziano pasti melupakan hal tersebut.
Alex sulit memejamkan matanya, dia merasa sangat gugup. "Ya ampun, apa klien Daddy akan mempercayai laki-laki berusia dua puluh satu tahun ini?"
Alex memilih untuk membaca kembali berkas yang Kevin berikan kepadanya.
Sinar matahari memasuki ruangan yang ditempati Alex, Alex segera membereskan berkas-berkas tersebut kemudian memilih untuk membersihkan tubuhnya.
Pagi hari Alex menghampiri Ziano di kamarnya. "Daddy..."
"Ya Al, masuklah"
__ADS_1
Alex mendapati Ziano yang tengah bersiap-siap.
"Ayo sarapan dulu Daddy. Kita akan menemui klien pukul sembilan pagi, jadi masih cukup lama" Alex melihat jam tangan yang melingkar di lengannya.
"Iya Al, Kita akan menjadi tuan rumah. Jadi Kita harus mempersiapkannya dengan sangat baik"
"Tapi jangan lupa dengan pola makan mu Daddy"
"Ya ampun, Mommy mendidik mu dengan sangat baik" Ziano menepuk bahu Alex. "Ayo Kita sarapan dulu"
Alex dan Ziano duduk di sebuah restoran yang tersedia di dalam hotel.
Beberapa pelayan memberikan makanan terbaiknya.
"Makan dengan baik Daddy" Alex mengambilkan beberapa makanan untuk Ziano.
"Aku beruntung mempunyai anak seperti mu. Kamu begitu mematuhi perkataan Mommy"
"Tentu saja, perkataan Mommy adalah perintah yang harus Kita taati" Mereka pun tertawa dan memakan sarapan yang ada di depannya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
......Mana nih ❤ dan komentarnya???? 🥰🥰🥰......
...Dukung terus karyaku yaaa Kak Zheyeeenk....
...Boleh bantu vote juga kok, mumpung hari senin 😉😉...
__ADS_1