
Di tempat vip nampak Amanda dan kendra tengah menemani Cla dan Kevin. Cla sudah sulit bergerak, sepanjang acara dia hanya duduk.
"Kamu hebat Sayang. Saat Mommy mengandung Nathan dan Nathar Mommy sangat sulit untuk bepergian. Inginnya diam saja di rumah"
Cla tersenyum "Aku pun sama Mom, hanya keingingan ku untuk berada di samping Kak Kevin rasanya lebih besar dari pada untuk berada di rumah" Cla tertawa.
"Dasar Kamu ini, manja mu masih saja ada"
"Dulu Kamu pun sama Sayang" Kendra memeluk Amanda.
"Iissshhh..."
Semua tertawa melihat pasangan yang selalu harmonis ini.
"Tidak apa Mom, Aku suka kalau dia seperti ini. Dari pada saat pertama masa kehamilannya. Cla ingin Aku mandi lagi dan lagi. Bahkan setelah tiga kali mandi, Cla masih tidak ingin Aku mendekatinya"
Amanda tertawa mendengar penuturan Kevin, Cla hanya menyenggol lengan Kevin.
"Coba tanya Daddy mu, hormon selama masa kehamilan mu sama persis dengan masa kehamilan Mommy. Tapi percayalah, setelah melahirkan rasanya Kamu akan merindukan masa-masa seperti saat ini"
"Mommy mu benar, itulah sebabnya selisih usia mu dan usia Nathan dan Nathar tidak jauh" Kendra tertawa.
Cla hanya tertawa melihat kedua orang tuanya yang bagaikan anak remaja yang sedang jatuh cinta.
"Tapi ketika Kalian beranjak dewasa, Kami kembali berdua di rumah. Rasanya sangat kesepian" Amanda menghela nafas panjang.
"Bulan depan Nathan dan Nathar akan kembali dan mulai mengelola perusahaan Kita, jadi Aku akan di rumah seharian supaya Kamu tidak kesepian"
Cla tertawa "Ayolah Daddy, Kalian membuat Kami iri. Kenapa Kalian bisa romantis di usia seperti sekarang?"
"Princess, dalam pernikahan itu tidak ada kata tua. Jika Kita menganggap Kita sudah tua, maka perasaan Kita akan tua juga. Biarlah orang melihat Kita sudah semakin tua, tetapi di dalam rumah, Kita harus menjadi lebih muda"
Amanda tersenyum "Bagaimana Kami menyadari usia Kami jika Daddy mu ini selalu memperlakukan Mommy seperti seorang remaja. Di setiap momen spesial, Daddy tidak pernah lupa memberikan Mommy sebucket bunga dan sekotak coklat"
Cla menatap Kevin. "Aku ingin seperti Mereka"
Amanda, Kendra dan Kevin tertawa melihat Cla.
Hari semakin larut. Acara pernikahan Alex dan Qiara telah usai.
"Kami akan mengantar Alex dan Qiara menuju rumah baru Mereka. Kalian pulanglah saja dulu, Cla harus beristirahat. Tidak apa-apa Kami tidak mengantar Kalian pulang?" Vita menggenggam tangan Cla.
"Biarkan Kami yang mengantar Cla pulang" Amanda mengusap kepala Cla.
"Terima kasih Kak Manda, besok Kami akan menemui mu ya Sayang" Vita mengusap pipi Cla.
"Iya Mom tenang saja, Kami akan baik-baik saja. Maaf Aku tidak bisa mengantar Alex dan Qiara"
"Tidak Sayang, Mommy tidak akan mengijinkan Kamu mengantar Mereka. Istirahatlah ya"
Cla menganggukkan kepalanya.
Mereka kini tengah berada di dalam sebuah mobil. Amanda dan Kendra nampak menemani Cla di dalam mobil.
"Tidur saja di rumah Kami, besok baru Kalian pulang"
"Baiklah" Amanda menggenggam tangan Cla, Cla menyandarkan kepalanya kepada Amanda.
Baru lima belas menit mobil melaju, Cla merasa keram di perutnya.
"Aawww perut ku sakit"
__ADS_1
"Sayang, kenapa?" Amanda nampak panik.
"Perut ku sakit Mom" Cla memgang perutnya.
"Honey, Kita akan segera menuju rumah sakit" kevin yang tengah mengemudi nampak panik.
"Tenanglah Boy, semua akan baik-baik saja" Kendra yang berada di samping Kevin mencoba menenangkan.
Setelah tiga puluh menit, mobil tiba di L Hospital. Cla segera mendapatkan penanganan.
"Seprtinya dokter Cla akan segera melahirkan" seorang dokter kandungan menghampiri Kevin, Kendra dan Amanda.
"Apa? Tapi hpl nya satu minggu lagi dok" Kevin nampak panik.
"Melahirkan itu bisa sebelum atau sesudah hpl Tuan" Dokter Trian mencoba menjelaskan.
"Lakukan yang terbaik untuk putri Kami dok" Amanda mencoba menenangkan Kevin.
Kevin mencoba menghubungi Vita.
"Iya ada apa Vin?"
"Mommy, Cla akan segera melahirkan"
"Apa? Baiklah Kami akan segera ke rumah sakit"
"Ada apa?" Ziano nampak penasaran.
"Cla akan melahirkan, dia sekarang sedang berada di L hospital"
Seluruh anggota keluarga segera pergi menuju rumah sakit, termasuk Qiara yang masih mengenakan pakaian pengantin.
Di rumah sakit Kevin nampak berjalan kesana kemari. Dokter Trian nampak menghampiri Kevin.
Amanda menghampiri Kevin "Tenangkan diri mu nak Kevin, tolong jaga Cla. Tenangkan dia, yakinkan semuanya akan baik-baik saja"
Kevin menganggukkan kepalanya.
Setelah Kevin menuju ruang persalinan nampak Amanda meneteskan air matanya. Kendra menghampiri Amanda. "Kenapa Sayang?"
"Aku takut, Aku takut Cla merasakan sakit yang teramat. Aku tau bagaimana rasanya melahirkan dan sekarang Cla sedang berjuang"
Kendra memeluk Amanda "Tenang Sayang, semua akan baik-baik saja. Kita berdoa saja semoga Cla dan kedua bayinya selamat"
Vita, Ziano dan yang lainnya tiba di rumah sakit. Kini Mereka sama-sama menunggu kehadiran sang buah hati Cla dan Kevin.
Di dalam ruangan Kevin tengah menenangkan Cla. "Aku di sini Honey. Semua akan baik-baik saja"
"Pembukaan lengkap, siap ya dok"
Cla menganggukkan kepalanya. Kevin nampak panik, dia mengusap keringat yang memenuhi wajah Cla. Cla kini tengah berjuang melahirkan kedua anaknya. Kevin melihat semua ini tidaklah mudah. Tanpa terasa air mata Kevin mengalir begitu saja.
"Kamu bisa Honey, Kamu bisa"
Anak pertama lahir, terdengar suara tangisan bayi di ruangan tersebut. Kevin nampak sedikit lega.
"Anak laki-laki. Kita tunggu sampai kelahiran bayi berikutnya dok, tolong atur nafas Anda"
Cla menganggukkan kepalanya dan mengatur nafasnya.
Selang lima menit, Cla merasakan kembali sakit yang teramat sangat. "Dok, sepertinya bayi ku akan lahir" Cla berteriak.
__ADS_1
"Baik dok, siap-siap ya"
Kevin kembali menyaksikan perjuangan Cla. Kali ini Cla nampak lebih kesulitan. "Kuat Honey, Kamu bisa"
"Atur nafas dok, sedikit lagi"
"Aku... Aku tidak kuat lagi" Cla nampak kelelahan.
"Honey, Kamu kuat Sayang. Kamu bisa" Air mata kini telah memenuhi wajah Kevin.
"Kak, Aku sudah tidak kuat" Cla menatap Kevin.
"Tarik nafas Sayang, Mommy dan Daddy mu meminta ku untuk menjaga mu. Kamu bisa Honey, Kamu bisa" Kevin terus memberikan semangat kepada Cla.
Air mata Cla mengalir di pipinya. Dengan kekuatan terakhir, Cla kembali berjuang.
"Anak perempuan"
Suara dua orang bayi kini memenuhi ruangan. Kevin memeluk Cla dengan sangat erat. "Terima kasih Sayang sudah mau berjuang. Aku mencintai mu, sangat mencintai mu"
Cla masih kesulitan untuk berbicara. Namun dia mengisyaratkan kepada Kevin untuk menemui bayi Mereka.
Kevin menggelengkan kepalanya "Tidak, Aku ingin di sini menemani mu"
Cla tersenyum, dia merasa sangat bahagia memiliki laki-laki yang sangat mencintainya.
Satu jam berlalu, kini Cla dan kedua bayinya tengah berada di ruang rawat.
Kevin masih menatap Cla dan mengecupi tangannya.
"Kak..."
"Aku takut Cla, Aku takut kehilangan mu" air mata Kevin kini mengalir semakin deras.
"Hei Daddy, Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menemani ku berjuang. Perjuangan Kita masih panjang. Terima kasih sudah menjadi laki-laki hebatku"
Kevin mengusap air matanya saat anggota keluarga memasuki ruangan.
Mereka kini sangat bahagia.
...T-A-M-A-T...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Huhuhu episode ini mengandung banyak bawaaang 😭😭😭...
...Terima kasih Kalian sudah menemani ku menyelesaikan karya receh ku 😭😭😭...
...Aku sayaaaang Kalian 🤗...
...Jangan unfav yaa... Akan ada beberapa bonchap (Bonus Chapter)...
...Aku janji, sesekali Aku mampir buat ceritain Mereka....
...Tapi Aku nggak janji buat ceritain Alea Alana atau Nathan dan Nathar. Apalagi cucu dari Amanda dan Kendra (Anak Cla dan Kevin)...
...Peyuuuukkkkk virtual buat Kaliaaan 🤗🤗🤗...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak Love, Like dan Komentar Kaliaaan zheyeeenk 🤗🤗🤗...
...Sampai jumpaaa... Aku tunggu di novel sebelah yaaa 😍😍...