
Setelah dirasa mulai membaik, Kendra menghampiri Amanda.
"Sayang, Aku minta maaf karena sudah membuat putri Kita menangis. Aku minta maaf karena sudah membuat mu sakit hati karena melihatnya menangis. Aku minta maaf"
Amanda memeluk Kendra "Aku tidak ingin melihat Cla menangis. Apalagi itu karena Kita Bie"
"Dengarkan Aku sayang. Kamu dengar apa yang dikatakan Cla?"
Amanda menganggukkan kepalanya.
"Awal mulanya memang karena kesalah pahaman yang Kita buat. Tapi Kamu dengar apa yang dikatakan Cla? Cla meluapkan segala kekesalan yang dia pendam selama ini. Kevin menganggap Cla baik-baik saja, tapi tidak dengan Cla"
Amanda mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Kendra.
"Pernikahan bukan hanya perjanjian untuk tetap bersama dalam keadaan apapun. Tetapi pernikahan adalah perkara untuk saling menjaga, saling menghargai dan yang pasti saling memahami. Ketika Kevin melakukan kesalahan, Cla tidak berani mengungkapkan. Dia malah pergi meninggalkan masalah tersebut. Tapi apa yang terjadi? Cla memendam rasa sakitnya tanpa Kevin sadari. Dan ketika perkara tersebut menimpa Cla, Kevin merasa tidak terima tanpa dia sadari kalau dia melakukan hal yang sama sebelumnya. Kita harus meluruskannya Sayang"
Amanda menundukkan kepalanya "Kamu benar Bie, jangan sampai Cla mengalami rumah tangga seperti ku. Tidak berani mengungkapkan dan hanya mememdamnya. Hingga akhirnya Kami tidak saling peduli dan saling menyakiti"
"Sekarang Kamu paham kenapa Aku melakukan ini? Aku ingin Cla lebih terbuka dan Kevin lebih memahami Cla. Saling terbuka dan saling memahami harus dimulai dari sekarang. Jangan sampai Mereka menikah tanpa Mereka pahami karakter Mereka masing-masing"
"Kamu benar Bie, maafkan Aku karena sempat berburuk sangka padamu"
"Tidak Sayang, Aku tau itu karena Kamu sangat menyayangi putri Kita. Terimakasih sudah menjadi ibu yang baik untuk anak-anak ku. Jangan menangis lagi Sayang"
Amanda mengusap air matanya "Aku tidak menangis"
"Hidungmu merah"
__ADS_1
"Tidak..." Amanda menyembunyikan wajahnya.
"Pipi mu juga merah"
"Tidak Bie..."
Kendra tertawa kemudian memeluk Amanda. "Maafkan Aku ya Sayang"
Amanda menganggukkan kepalanya.
Di tempat lain, Cla dan Kevin sudah mulai tenang. "Maafkan Aku Sayang"
Cla menganggukkan kepalanya.
"Aku tidak tau kalau Kamu sesakit itu. Aku mengira itu hal yang tidak penting. Aku tidak terbuka kepada mu karena Aku tidak ingin menambah beban mu. Bukan untuk menyembunyikannya dari mu apalagi bermain di belakang mu"
"Aku merasa tidak dianggap Kak, Aku selalu menceritakan segalanya kepada mu, tapi Kamu menyembunyikannya dariku"
"Jangan lakukan itu lagi"
"Aku janji Sayang" Kevin memeluk Cla. "Aku juga minta maaf karena tidak mempercayai mu"
Cla menganggukkan kepalanya.
"Sudah jangan menangis lagi"
"Aku senang karena akhirnya masalah ini selesai"
__ADS_1
"Jika ada masalah, tolong bicarakan semuanya. Jangan pergi seperti itu lagi"
Cla kembali menganggukkan kepalanya, "Tapi yang jadi pertanyaanku, siapa yang mengirim barang kemarin?"
"Siapapun itu, sepertinya Aku harus berterimakasih karena sudah memberikan jalan untuk Kita menyelesaikan masalah ini"
"Kamu benar Kak. Aku merasa jauh lebih baik saat ini"
Kevin mengecup kening Cla "Satu lagi yang harus Kamu yakini. Aku hanya mencintaimu Cla. Hanya Kamu, sampai kapanpun itu"
"Terimakasih Kak, Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu"
Di tempat lain, Alea dan Alana sedang disibukkan dengan jadwal yang Kevin cancel.
"Bagaimana ini, Kak Kevin kenapa lama sekali kembalinya"
"Iya, Kita yang kewalahan. Dia malah senang-senang bersama Kak Cla"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Hayoo siapa yang sudah berburuk sangka sama Daddy Ken. Ternyata dia sayang banget sama Princess Kita, Claretta....
...Ayoo ayoo sungkem sama Daddy Ken 😂😂...
__ADS_1
...Sengaja Aku cepet-cepet Up, Aku nggak tega kalo Daddy Ken terlalu lama membuat Kalian salah paham juga 😄😄...
...Jadi, wajib tinggalkan ❤ Kalian yaa di chapter ini....