
Hari berganti hari, hubungan Cla dan Kevin berjalan baik.
"Aku akan jemput hari ini"
"Aku tunggu Kak"
"Aku mencintaimu Cla"
"Aku tau..."
"Lalu?"
"Aku juga mencintaimu"
Sambungan telpon pun berakhir, Cla kembali menangani beberapa pasien yang sudah melakukan janji untuk bertemu hari ini.
......................
Tuuuuttt... Tuuuutttt...
Nomor yang Anda tuju tidak menjawab, silahkan tinggalkan pesan Anda setelah bunyi...
"Kenapa Alex tidak menjawab panggilan ku? Seharusnya pertemuan dengan klien sudah selesai tadi pagi"
Ponsel Kevin berdering menandakan panggilan masuk "Al... Bagaimana pertemuan hari ini?"
"Semua lancar Kak, mereka kembali mempercayai perusahaan Kita untuk bekerja sama dengannya"
"Syukurlah. Kapan Kamu akan pulang?"
"Daddy minta perjalanan malam Kak"
"Apa? Malam? Itu akan sangat tidak baik untuk kesehatan Daddy"
"Entahlah Kak, Daddy bilang begitu"
"Aku kira Kalian akan pulang siang ini"
"Nanti malam Kak, sampaikan kabar ini kepada Mommy. Aku belum sempat menelponnya"
__ADS_1
"Baiklah, hati-hati di jalan Al. Kabari Aku jika terjadi sesuatu"
Alex tertawa "Kak, ini memang perjalanan bisnis pertama ku. Tapi percayalah, semua akan baik-baik saja"
"Entahlah, Aku selalu mengkhawatirkan mu Al" Kevin menarik nafas panjang.
"Tenang Kak, Aku akan menjaga Daddy dengan baik. Kaka jaga saja perusahaan dengan baik ya. Jangan lupa jaga Mommy, Alea dan Alana"
"Wah Kau sudah bisa mengajariku ya"
Alex tertawa "Tidak Kak, Aku percaya pada Kak Kevin. Urusan menjaga Mommy, Alea dan Alana Kak Kevin ahlinya"
"Ya sudah, istirahat lah dulu. Sampaikan salamku untuk Daddy"
"Tunggu Kak, Daddy datang kemari. Ini Kak Kevin"
Ziano mengambil ponsel Alex "Halo Boy"
"Daddy, bagaimana kabar mu?"
"Aku baik-baik saja. Bagaimana kabar Mommy, Alea dan Alana?"
"Lalu bagaimana kabar Cla?"
"Cla?"
"Iya, bagaimana kabar princess Claretta?"
"Jangan bilang kalau Mommy..."
Ziano tertawa "Kamu tidak bisa menyembunyikannya dariku Boy"
"Baiklah baiklah Kamu menang Daddy. Aku tidak bisa mempunyai rahasia darimu" Ziano dan Kevin pun tertawa bersama.
"Aku merindukan mu Daddy"
"Aku juga, tunggu Amu pulang. Aku ingin mendengar langsung darimu"
"Oke, Aku tunggu Daddy"
__ADS_1
Panggilan pun berakhir, Kevin tersenyum mengingat pembicaraannya dengan Ziano.
Kevin kembali bekerja, dia mengerjakan beberapa berkas kerjasamanya dengan salah satu perusahaan ternama.
Sebulan lalu Kevin baru kembali dari perjalanannya di luar negeri. Kevin menjalankan bisnis perusahaan dengan beberapa investor asing. Saat ini dia sedang menyelesaikan beberapa berkas yang harus dilengkapi sebelum investor asing mengkonfirmasi kerjasamanya.
"Selesai juga. Lebih baik Aku emailkan sekarang. Semoga bulan depan mereka memberikan kepastian. Aku ingin membuktikan kemampuanku kepada Daddy, sebelum Daddy benar-benar memintaku kembali menjadi Presiden Direktur"
Kevin kembali memeriksa beberapa berkas kemudian "Aku kirim"
Email pun terkirim, "Berhasil. Semoga apa yang Aku lakukan benar-benar membuahkan hasil"
Kevin menyandarkan kepalanya. "Jika Aku benar-benar menjalankan hubungan yang lebih serius dengan Cla, apa Aku harus mencari tau keberadaan ibu kandung ku?" Dengan ragu Kevin memeriksa beberapa berkas milik Ziano di komputernya.
"Atau Aku tanyakan langsung kepada Daddy?"
Kevin kembali menutup berkas yang hampir dia buka.
"Tidak, Aku harus mencari tau nya terlebih dahulu"
Kevin membuka folder, disana terdapat banyak sekali file. "Darimana Aku harus memulai?"
Kevin nampak berpikir. "Oh iya, Aku dengar Daddy dijodohkan dengan putra dari asisten pribadi Grandpa. Jadi Aku hanya perlu mecari biodata dari asisten Tuan Argora"
Kevin menutup kembali folder milik Ziano. Dia beralih kepada folder yang lainnya. Folder milik mendiang sang Kakek.
Disana ada sebuah artikel tentang berita kematian dari pemilik perisahaan Argora. "Berita kematian?"
Kevin membaca berita yang terjadi lebih dari dua puluh tahun yang lalu. "Jadi Grandpa meninggal dalam kecelakaan pesawat saat pulang dari perjalanan bisnisnya? Dia diketahui meninggal bersama istri dan asisten pribadinya. Ini dia" Kevin mengcopy nama yang tertera pada artikel tersebut.
Kevin mencari folder atau file dengan nama tersebut. Dia menemukan file yang berisi identitas.
"Jadi dia seorang laki-laki yang ditinggalkan istrinya karena proses melahirkan anak pertamanya? Ini dia! Dia yang dijodohkan dengan Daddy"
"Dia mempunyai seorang anak perempuan bernama..."
Kevin menjatuhkan dirinya tepat di atas kursi. "Amanda Serena Putri. Tidak... Tidak mungkin... Tidak mungkin dia Ibuku"
Air mata tiba-tiba mengalir di pipinya "Jika dia Ibuku, lalu Cla? Adik ku?"
__ADS_1
Kevin pun menangis setelah membaca artikel tersebut. Dia tidak bisa menerima jika dirinya kakak beradik dengan Cla.