
Keesokan harinya Cla segera melakukan video call dengan kedua orangtuanya.
"Mommy... Daddy..."
"Iya princess, bagaimana kabarmu?" Kendra nampak sedang bersiap untuk ke kantor.
"Aku baik, sangat baik. Bagaimana kabar Kalian?"
"Kami juga sangat baik Sayang. Mommy dengar Kevin pergi menyusulmu ya?"
"I...Iya Mommy. Sebenarnya itu yang ingin Aku bicarakan. Kak Kevin datang melamar ku Mommy" Cla nampak bahagia sambil memperlihatkan jarinya kepada Amanda. Kevin baru saja keluar dari kamar mandi.
"Benarkah? Syukurlah Mommy juga sangat bahagia mendengarnya. Selamat ya Sayang. Semoga Kevin jodoh yang baik untukmu" Amanda nampak berkaca-kaca saat melihat putri tercintanya kini sudah dilamar.
"Ada apa Sayang?" Kendra nampak baru saja menyelesaikan kegiatannya untuk bersiap-siap menuju kantor.
"Daddy... Kak Kevin melamarku..." Cla memperlihatkan jari-jarinya ke layar ponsel.
"Apa? Kevin melamarmu? Berani sekali dia, seharusnya dia berbicara dulu kepada Daddy. Buat Daddy yakin kalau dia memang baik untuk mu"
"Sayang" Amanda menyenggol lengan Kendra. Kevin yang melihat dari kejauhan nampak sangat terkejut, bagitupun Cla.
"Abaikan Daddy mu sayang, dia hanya bercanda"
Cla nampak tersenyum, namun senyum yang dipaksakan.
"Kamu sedang dimana Sayang? Ini tidak nampak seperti apartemen milikmu"
"Emm ini... Aku... Aku sedang di pegninapan Mommy. Kami pergi ke Aurora Sky"
"Berdua?" Suara Kendra terdengar namun wajahnya tidak muncul di layar ponsel.
__ADS_1
"Tidak Daddy, banyakan dong. Masa tempat sebesar ini hanya ada Kami berdua" Cla mencoba mengalihkan pembicaraannya.
"Princess, Daddy menyayangi mu Sayang. Daddy tau Kalian saling mencintai. Maka dari itu Daddy khawatir. Jaga dirimu, demi Kami" Kendra nampak serius.
"Iya Daddy, Cla tidak mungkin berani macem-macem"
"Mana Kevin?"
Kevin menghampiri Cla. "Hai Uncle, Aunty"
"Hallo nak Kevin" Amanda nampak sangat ramah.
"Jaga Cla Kami. Uncle tau Kamu mencintainya, maka dari itu jangan rusak masa depannya"
"Baik Uncle. Maafkan Aku karena lancang melakukan ini"
"Baiklah, jika ada apa-apa dengan princess Kami. Aku tidak segan untuk membelanya. Jangan buat Cla kembali menangis"
"Berapa lama Kamu disana?" Amanda mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Satu pekan Aunty"
"Lalu pekerjaan mu?" Kendra kembali mengkomentari.
"Kami baru saja menyelesaikan proyek besar. Jadi Aku mengambil cuti tahunan ku Uncle"
"Bertanggung jawablah dengan pekerjaanmu, Kamu juga harus menjaga masa depan Cla dari segi ekonomi"
"Baik Uncle, terimakasih sudah mengingatkan ku. Aku akan menjaganya dengan sungguh-sungguh"
"Baiklah. Cla, princess."
__ADS_1
"Ya Daddy"
Cla mengambil alih ponsel dari Kevin "Jaga dirimu baik-baik Sayang, Daddy sangat menyayangi mu"
"Baik Daddy, Cla juga sangat menyayangi Daddy"
"Baiklah Sayang, Daddy berangkat bekerja dulu"
Mereka pun mengakhiri panggilannya.
Amanda menghampiri Kendra, "Kenapa Sayang? Apa Kamu tidak merestui Mereka"
Kendra nampak berkaca-kaca, "Putriku satu-satunya dilamar seorang laki-laki. Aku hanya ingin dia mendapatkan yang terbaik. Jujur saja, masa lalunya masih menghantuiku"
Amanda menggenggam tangan Kendra, "Kamu benar Bie, Aku tidak ingin Cla mengalami hal yang sama seperti ku. Tapi sejauh ini Aku melihat Kevin sangat baik"
"Aku harus meyakinkannya sebelum semuanya terlambat"
"Maksudmu Bie? Jangan rusak kebahagiaan Cla. Aku mohon"
"Sayang, Aku juga sangat menyayangi putri Kita. Tapi Aku harus menguji perasaan Kevin terhadap Cla"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Siap-siap Kevin, Daddy Ken ingin menguji cintamu 😁...
...Ayoo tinggalkan jejak ❤ Kalian 🥰🥰...
__ADS_1