Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)

Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)
Episode 13


__ADS_3

Cla memasuki rumah dengan


perasaan senang.


“kamu sudah pulang?”


Cla berlari dan memeluk Amanda, “Aku


senang sekali Mommy”


“Oh ya? Kenapa? Coba cerita pada


Mommy”


“Ada apa ini? Sepertinya Kamu


sedang senang sekali” Kendra menghampiri dua perempuan yang sangat dicintainya.


“Iya Daddy, tadi Kak Kevin


membawaku makan malam di tempat yang sangat romantis”


“Oh ya? Dimana? Sepertinya Daddy


perlu membawa Mommy kesana” Kendra tertawa saat Amanda menyenggol lengannya.


“Entahlah, Aku tidak tahu


pastinya. Itu adalah cafe di atas bukit di pinggiran Ibu Kota”


“Benarkah? Lalu apa itu yang


menyebabkan mu bahagia seperti ini?” Amanda menggenggam tangan Cla.


Cla balik menggenggam tangan


Amanda, “Kak Kevin… Menyatakan cintanya kepadaku Mommy” Cla memeluk Amanda.


Amanda sedikit terkejut, dia mengingat


kejadian saat Ziano berselingkuh bersama Sasa. Kendra yang menyadari itu


merangkul bahu Amanda.


Ada sedikit kekhawatiran pada


diri Kendra mengingat Kevin adalah hasil dari persingkuhan Sasa dari Ziano.


Bahkan saat ini mereka tidak tahu keberadaan Sasa ataupun Frans.


“Selamat ya Sayang. Mommy selalu


mendukung yang membuatmu bahagia, tapi…”


“Tapi apa Mommy?” Cla menatap Amanda.


“Kamu harus tetap menjaga diri.


Walaupun Kalian sudah saling kenal sejak kecil, namun alangkah baiknya jika


Kamu tetap menjaga diri” Kendra mengusap kepala Cla.


“Baik Daddy, Aku pasti akan


mengingat semua pepatah darimu. Aku mau mandi dulu ya Mommy, Daddy”


“Baiklah Sayang, Mommy akan


langsung ke kamar untuk beristirahat ya”


“Iya Mommy, good night”


Amanda dan Kendra kini berada di


kamar mereka, Amanda memeluk Kendra. “Aku tau apa yang Kamu khawatirkan Sayang.


Tapi Kita tidak bisa mencegah perasaan mereka” Kendra mencoba menenangkan


Amanda.


“Kamu benar Bie. Kita tidak bisa


mencegah mereka”


“Kita percayakan saja kepada Vita,


mengingat Kevin adalah didikan Vita. Semua pasti akan baik-baik saja”


“Semoga saja”


Pagi hari Cla sudah dijemput


Kevin, “Nak Kevin, sarapan dulu nak” Amanda tengah menyiapkan makanan di meja


makan.


“Terimakasih Aunty, tapi Aku


sudah sarapan dari rumah”


“Apa tidak merepotkan mengantar


jemput Cla seperti ini boy?”  Kendra


menghampiri Amanda.


“Tidak Uncle. Aku sama sekali


tidak keberatan” Kevin saat ini tengah duduk di ruang keluarga.


“Terimakasih sudah menjaga Cla”


Amanda mengambilkan sarapan untuk Kendra.


“Iya sama-sama Aunty”


“Yakin Kamu tidak mau sarapan?


Ini enak loh” Kendra menyantap sandwich buatan Amanda dengan lahap.


“Terimakasih Uncle”


“Bie, hari ini Aku ke kantormu


ya? Aku akan bawakan makan siang untukmu”


“Boleh, Aku tunggu Sayang”


“Ish, berangkat juga belum”


Kevin tersenyum melihat


keharmonisan Amanda dan Kendra.

__ADS_1


“Aku sudah siap” Cla keluar dari


kamarnya.


“Sarapan dulu Sayang”


“Kak Kevin lama menunggu Mommy”


“Makanlah saja dulu, Aku akan


menunggu”


“Bawalah bekal ini” Amanda


memberikan kotak makanan dan sebuah tumbler berisi susu hangat.


“Terimakasih Mommy, Aku berangkat


ya”


“Jangan pulang terlalu malam ya


sayang” Kendra mengelus kepala Cla. Dengan cepat Cla menganggukkan kepalanya.


Kevin dan Cla pun pergi


meninggalkan kediaman keluarga Leonard.


“Akhir pekan Aku ingin mengajakmu


bertemu Mommy, Alea dan Alana”


“Baiklah, Aku juga belum sempat


bertemu Aunty Vita”


“Mommy menanyakan kabarmu”


“Apa Kak Kevin menceritakan


hubungan Kita?”


“Belum”


“Apa? Belum? Padahal Aku sudah


menceritakannya kepada Mommy dan Daddy loh”


“Apa? Bagiamana reaksi mereka?


Apa mereka marah? Atau mereka melarangmu?”


“Tenanglah Kak, Mereka tidak


seperti itu. Mereka pun pernah muda. Mommy dan Daddy hanya mengingatkan ku


untuk menjaga diri. Mereka tidak melarang Kita. Mereka mendukung apapun yang


membuatku bahagia.”


“Benarkah? Syukurlah” Kevin


nampak lega.


“Kenapa Kamu begitu cemas Kak?”


“Iya Aku takut mereka melarangmu,


atau mereka sudah menjodohkanmu. Seperti cerita-cerita gitu”


tidak seperti itu. Mereka saling mencintai satu sama lain, dan itu membuat


mereka mengerti jika cinta itu tidak bisa dipaksakan”


“Kamu benar Cla. Aku pernah


mendengar kalau Daddy pernah menikah dengan perempuan yang dijodohkan oleh


orangtuanya. Dan itu tidak berlangsung lama”


“Oh ya? Aku baru dengar cerita


itu” Cla nampak terkejut.


“Iya, Mommy Vita adalah Ibu


sambungku. Dan mungkin perempuan yang dijodohkan dengan Daddy adalah Ibu


kandungku”


“Benarkah? Lalu dimana dia


sekarang?” Cla penasaran.


“Aku tidak tau, dia pergi entah


kemana. Waktu kecil, Aku takut dengan Ibu kandungku”


“Begitu ya, beruntung sekali Kamu


mempunyai Ibu seperti Aunty Vita Kak. Aku bahkan tidak mengira kalau Aunty Vita


adalah Ibu sambung Kak Kevin. Dia sangat menyayangi Kak Kevin sama seperti


ketiga saudara Kak Kevin”


“Kamu benar, Aku benar-benar


beruntung mempunyai Ibu seperty Mommy Vita”


Kevin berhenti tepat di depan


rumah sakit tempat Cla bekerja. “Selamat bekerja Princess. Telpon Aku jika Kamu


ada waktu”


“Siap, terimakasih Kak Kevin” Cla


melambaikan tangannya.


Qiara berlari ke arah Cla, “Diantar


lagi?”


“Qiara… Kamu mengagetkanku”


“Bagaimana kecan kemarin?”


Cla menatap sekitar, banyak


perawat yang berlalu lalang di sekitar mereka. “Masuklah ke ruanganku”


“Selamat pagi Dok. Perlu Saya

__ADS_1


bawakan kopi?”


Seorang office boy menghampiri


Cla dan Qiara. “Tidak Pak, mungkin dokter Qiara mau. Aku membawa bekal dari


Mommy ku”


“Secangkir kopi latte ya Pak”


“Baik Dok”


Cla dan Qiara masuk ke ruangan


Cla. “Bagaimana Cla?”


“Semalam Aku pergi berkencan


dengan Kak Kevin”


“Aaaaahhh benarkah benarkah?” Qiara


nampak bersemangat.


“Benar, dia membawaku ke tempat


yang ada di atas bukit pinggir kota. Kami makan di sana. Kami melihat


pemandangan Kota dari atas bukit”


“Pasti sangat menyenangkan. Lalu


apa lagi yang kalian lakukan?”


“Kak Kevin menyatakan cintanya”


pipi Cla nampak memerah.


“Benarkah? Ceritakan semuanya,


jangan sampai ada part yang tertinggal”


“Dia menggenggam tanganku, Kami


sedang duduk di atas kursi menghadap lampu-lampu yang menyala. Lalu dia berkata


kalau dia menyukaiku sejak Kami masih kecil. Perasaan itu semakin tumbuh dan


tumbuh, hingga berubah menjadi cinta”


“Romantis sekaliiiiii” Qiara


menyentuh kedua pipinya.


“Lalu dia bertanya, apa Cla mau


menjadi pacarku? Aku menganggukkan kepalaku. Kami pacaran Qiara” Cla memeluk


Qiara.


“Selamat ya Cla, akhirnya cintamu


terbalaskan”


“Iya terimakasih Qiara” Cla


nampak melamun.


“Pasti ada part yang terlewatkan”


“I…Iya, dia menggenggam tanganku


kemudian jarak kami semakin dekat dan dekat. Dia membelai rambutku…”


“Teru terus…” Qiara nampak


menyimak.


“Ternyata itu karena ada daun di


kepalaku”


“Cla… Aku kira kalian…”


Tok tok tok. “Permisi dok, kopi


latte sudah siap”


“Oh terimakasih Pak” Qiara


mengambil minuman dari atas nampan.


Cla nampak memakan sesuatu dari


kotak makan. “Lanjutkan Cla”


“Sudah selesai” Cla kembali


memakan bekalnya.


“Bohong, pasti bohong”


“Ada lagi…” Cla menghentikan


makannya.


“Apa apa?”


“Kak Kevin memanggilku dengan


sebutan Sayang”


“Aaaaah Aku ingin punya pacar”


Qiara menggoyangkan badan Cla.


“Pacaran saja dengan dokter Chris,


bukannya dia menaksirmu?”


“No, dia playboy di rumah sakit


ini. Ada beberapa perawat yang menjadi pacarnya juga.”


“Benarkah? Tapi wajar saja sih,


dia kan dokter muda, ganteng pula. Siapa yang tidak tertarik padanya?”


“Kamu tertarik Cla?”


“Nggak lah. Aku kan pacarnya Kak


Kevin” Cla dan Qiara tertawa.

__ADS_1


___________


Jangan lupa tinggalkan jejak Kak ;)


__ADS_2