
Cla memasuki rumah dengan
perasaan senang.
“kamu sudah pulang?”
Cla berlari dan memeluk Amanda, “Aku
senang sekali Mommy”
“Oh ya? Kenapa? Coba cerita pada
Mommy”
“Ada apa ini? Sepertinya Kamu
sedang senang sekali” Kendra menghampiri dua perempuan yang sangat dicintainya.
“Iya Daddy, tadi Kak Kevin
membawaku makan malam di tempat yang sangat romantis”
“Oh ya? Dimana? Sepertinya Daddy
perlu membawa Mommy kesana” Kendra tertawa saat Amanda menyenggol lengannya.
“Entahlah, Aku tidak tahu
pastinya. Itu adalah cafe di atas bukit di pinggiran Ibu Kota”
“Benarkah? Lalu apa itu yang
menyebabkan mu bahagia seperti ini?” Amanda menggenggam tangan Cla.
Cla balik menggenggam tangan
Amanda, “Kak Kevin… Menyatakan cintanya kepadaku Mommy” Cla memeluk Amanda.
Amanda sedikit terkejut, dia mengingat
kejadian saat Ziano berselingkuh bersama Sasa. Kendra yang menyadari itu
merangkul bahu Amanda.
Ada sedikit kekhawatiran pada
diri Kendra mengingat Kevin adalah hasil dari persingkuhan Sasa dari Ziano.
Bahkan saat ini mereka tidak tahu keberadaan Sasa ataupun Frans.
“Selamat ya Sayang. Mommy selalu
mendukung yang membuatmu bahagia, tapi…”
“Tapi apa Mommy?” Cla menatap Amanda.
“Kamu harus tetap menjaga diri.
Walaupun Kalian sudah saling kenal sejak kecil, namun alangkah baiknya jika
Kamu tetap menjaga diri” Kendra mengusap kepala Cla.
“Baik Daddy, Aku pasti akan
mengingat semua pepatah darimu. Aku mau mandi dulu ya Mommy, Daddy”
“Baiklah Sayang, Mommy akan
langsung ke kamar untuk beristirahat ya”
“Iya Mommy, good night”
Amanda dan Kendra kini berada di
kamar mereka, Amanda memeluk Kendra. “Aku tau apa yang Kamu khawatirkan Sayang.
Tapi Kita tidak bisa mencegah perasaan mereka” Kendra mencoba menenangkan
Amanda.
“Kamu benar Bie. Kita tidak bisa
mencegah mereka”
“Kita percayakan saja kepada Vita,
mengingat Kevin adalah didikan Vita. Semua pasti akan baik-baik saja”
“Semoga saja”
Pagi hari Cla sudah dijemput
Kevin, “Nak Kevin, sarapan dulu nak” Amanda tengah menyiapkan makanan di meja
makan.
“Terimakasih Aunty, tapi Aku
sudah sarapan dari rumah”
“Apa tidak merepotkan mengantar
jemput Cla seperti ini boy?” Kendra
menghampiri Amanda.
“Tidak Uncle. Aku sama sekali
tidak keberatan” Kevin saat ini tengah duduk di ruang keluarga.
“Terimakasih sudah menjaga Cla”
Amanda mengambilkan sarapan untuk Kendra.
“Iya sama-sama Aunty”
“Yakin Kamu tidak mau sarapan?
Ini enak loh” Kendra menyantap sandwich buatan Amanda dengan lahap.
“Terimakasih Uncle”
“Bie, hari ini Aku ke kantormu
ya? Aku akan bawakan makan siang untukmu”
“Boleh, Aku tunggu Sayang”
“Ish, berangkat juga belum”
Kevin tersenyum melihat
keharmonisan Amanda dan Kendra.
__ADS_1
“Aku sudah siap” Cla keluar dari
kamarnya.
“Sarapan dulu Sayang”
“Kak Kevin lama menunggu Mommy”
“Makanlah saja dulu, Aku akan
menunggu”
“Bawalah bekal ini” Amanda
memberikan kotak makanan dan sebuah tumbler berisi susu hangat.
“Terimakasih Mommy, Aku berangkat
ya”
“Jangan pulang terlalu malam ya
sayang” Kendra mengelus kepala Cla. Dengan cepat Cla menganggukkan kepalanya.
Kevin dan Cla pun pergi
meninggalkan kediaman keluarga Leonard.
“Akhir pekan Aku ingin mengajakmu
bertemu Mommy, Alea dan Alana”
“Baiklah, Aku juga belum sempat
bertemu Aunty Vita”
“Mommy menanyakan kabarmu”
“Apa Kak Kevin menceritakan
hubungan Kita?”
“Belum”
“Apa? Belum? Padahal Aku sudah
menceritakannya kepada Mommy dan Daddy loh”
“Apa? Bagiamana reaksi mereka?
Apa mereka marah? Atau mereka melarangmu?”
“Tenanglah Kak, Mereka tidak
seperti itu. Mereka pun pernah muda. Mommy dan Daddy hanya mengingatkan ku
untuk menjaga diri. Mereka tidak melarang Kita. Mereka mendukung apapun yang
membuatku bahagia.”
“Benarkah? Syukurlah” Kevin
nampak lega.
“Kenapa Kamu begitu cemas Kak?”
“Iya Aku takut mereka melarangmu,
atau mereka sudah menjodohkanmu. Seperti cerita-cerita gitu”
tidak seperti itu. Mereka saling mencintai satu sama lain, dan itu membuat
mereka mengerti jika cinta itu tidak bisa dipaksakan”
“Kamu benar Cla. Aku pernah
mendengar kalau Daddy pernah menikah dengan perempuan yang dijodohkan oleh
orangtuanya. Dan itu tidak berlangsung lama”
“Oh ya? Aku baru dengar cerita
itu” Cla nampak terkejut.
“Iya, Mommy Vita adalah Ibu
sambungku. Dan mungkin perempuan yang dijodohkan dengan Daddy adalah Ibu
kandungku”
“Benarkah? Lalu dimana dia
sekarang?” Cla penasaran.
“Aku tidak tau, dia pergi entah
kemana. Waktu kecil, Aku takut dengan Ibu kandungku”
“Begitu ya, beruntung sekali Kamu
mempunyai Ibu seperti Aunty Vita Kak. Aku bahkan tidak mengira kalau Aunty Vita
adalah Ibu sambung Kak Kevin. Dia sangat menyayangi Kak Kevin sama seperti
ketiga saudara Kak Kevin”
“Kamu benar, Aku benar-benar
beruntung mempunyai Ibu seperty Mommy Vita”
Kevin berhenti tepat di depan
rumah sakit tempat Cla bekerja. “Selamat bekerja Princess. Telpon Aku jika Kamu
ada waktu”
“Siap, terimakasih Kak Kevin” Cla
melambaikan tangannya.
Qiara berlari ke arah Cla, “Diantar
lagi?”
“Qiara… Kamu mengagetkanku”
“Bagaimana kecan kemarin?”
Cla menatap sekitar, banyak
perawat yang berlalu lalang di sekitar mereka. “Masuklah ke ruanganku”
“Selamat pagi Dok. Perlu Saya
__ADS_1
bawakan kopi?”
Seorang office boy menghampiri
Cla dan Qiara. “Tidak Pak, mungkin dokter Qiara mau. Aku membawa bekal dari
Mommy ku”
“Secangkir kopi latte ya Pak”
“Baik Dok”
Cla dan Qiara masuk ke ruangan
Cla. “Bagaimana Cla?”
“Semalam Aku pergi berkencan
dengan Kak Kevin”
“Aaaaahhh benarkah benarkah?” Qiara
nampak bersemangat.
“Benar, dia membawaku ke tempat
yang ada di atas bukit pinggir kota. Kami makan di sana. Kami melihat
pemandangan Kota dari atas bukit”
“Pasti sangat menyenangkan. Lalu
apa lagi yang kalian lakukan?”
“Kak Kevin menyatakan cintanya”
pipi Cla nampak memerah.
“Benarkah? Ceritakan semuanya,
jangan sampai ada part yang tertinggal”
“Dia menggenggam tanganku, Kami
sedang duduk di atas kursi menghadap lampu-lampu yang menyala. Lalu dia berkata
kalau dia menyukaiku sejak Kami masih kecil. Perasaan itu semakin tumbuh dan
tumbuh, hingga berubah menjadi cinta”
“Romantis sekaliiiiii” Qiara
menyentuh kedua pipinya.
“Lalu dia bertanya, apa Cla mau
menjadi pacarku? Aku menganggukkan kepalaku. Kami pacaran Qiara” Cla memeluk
Qiara.
“Selamat ya Cla, akhirnya cintamu
terbalaskan”
“Iya terimakasih Qiara” Cla
nampak melamun.
“Pasti ada part yang terlewatkan”
“I…Iya, dia menggenggam tanganku
kemudian jarak kami semakin dekat dan dekat. Dia membelai rambutku…”
“Teru terus…” Qiara nampak
menyimak.
“Ternyata itu karena ada daun di
kepalaku”
“Cla… Aku kira kalian…”
Tok tok tok. “Permisi dok, kopi
latte sudah siap”
“Oh terimakasih Pak” Qiara
mengambil minuman dari atas nampan.
Cla nampak memakan sesuatu dari
kotak makan. “Lanjutkan Cla”
“Sudah selesai” Cla kembali
memakan bekalnya.
“Bohong, pasti bohong”
“Ada lagi…” Cla menghentikan
makannya.
“Apa apa?”
“Kak Kevin memanggilku dengan
sebutan Sayang”
“Aaaaah Aku ingin punya pacar”
Qiara menggoyangkan badan Cla.
“Pacaran saja dengan dokter Chris,
bukannya dia menaksirmu?”
“No, dia playboy di rumah sakit
ini. Ada beberapa perawat yang menjadi pacarnya juga.”
“Benarkah? Tapi wajar saja sih,
dia kan dokter muda, ganteng pula. Siapa yang tidak tertarik padanya?”
“Kamu tertarik Cla?”
“Nggak lah. Aku kan pacarnya Kak
Kevin” Cla dan Qiara tertawa.
__ADS_1
___________
Jangan lupa tinggalkan jejak Kak ;)