
Saat ini Cla tengah duduk bersama Qiara di cafe langganannya.
"Jadi tadi Kamu beneran diantar Tuan Kevin?"
"Iya, itu karena dia mengantarkan makanan dari Aunty Vita untuk ku"
"Aaaah bagaimana rasanya duduk berdua bersamanya?"
"Rasanya?" Cla nampak bingung.
"Iya, apa Kamu merasakan deg-degan? Maksudku dengan tempo di luar biasanya. Atau kalian saling tatap-tatapan lalu wajah Kalian memerah? Aaaah itu pasti sangat manis"
Cla mengingat kejadian tadi pagi, dia mengalaminya. Ya Cla merasakan apa yang dikatakan oleh Qiara.
"Memangnya kalau begitu kenapa?" Cla menyeruput minuman yang ada di depannya.
"Itu artinya kalian saling jatuh cinta"
"Uhuukk... Tidak mungkin, Kami sudah bersama sejak kecil. Bahkan dia menganggapku sebagai adiknya" Cla nampak gelagapan.
"Ayolah Cla, tidak ada pertemanan murni antara laki-laki dan perempuan"
"Tapi itu tidak mungkin" wajah Cla memerah.
"Jangan bilang Kamu mengalaminya?" Tanya Qiara penuh selidik.
"Bukan, bukan begitu. Tadi Kak Kevin hampir menabrak seorang anak, dan tubuhku jatuh padanya. Kak Kevin bilang wajah ku memerah, tapi dia biasa saja"
"Benarkah benarkah? Aku yakin kalian jodoh yang dipertemukan sejak bayi. Oh sungguh romantis"
"Qiara, tidak mungkin. Kami sudah seperti Kakak Adik"
"Cla, berapa lama Kamu tidak bertemu dengannya?"
"Sekitar tiga tahun"
"Ayolah, dalam waktu tiga tahun Kamu berubah menjadi seorang wanita dewasa, begitu pun Tuan Kevin. Mungkin terakhir kali Kamu bertemu itu saat Kamu masih remaja, begitu pun Tuan Kevin. Sekarang Kalian adalah dua orang yang sudah dewasa"
Cla mencerna setiap perkataan Qiara "Benarkah? Tapi tadi dia bersikap biasa saja. Kalau itu cinta, bagaimana kalau cinta ku bertepuk sebelah tangan?" Cla nampak panik.
"Tunggu dulu Cla, jangan tunjukkan rasa cinta mu terlebih dahulu. Kita harus tau dulu bagaimana perasaannya kepada mu, jangan sampai dia tau duluan"
"Kalau dia tidak cinta?"
"Buat dia jatuh cinta kepada mu"
"Apa? Tapi bagaimana?"
"Ajak berkencan Cla, maksudku pergilah untuk jalan-jalan berdua"
"Bagaimana jika dia menolak?"
"Bukan kah nanti sore dia menjemput mu? Itu maksudku Cla"
"Benarkah? Tapi..."
Qiara menggelengkan kepalanya, "Kamu sudah lama berada di USA, tapi pengalaman percintaan mu sangat minim. Sayang sekali"
"Aku benar-benar tidak tau harus bagaimana Qiara"
"Tenang saja sahabatku. Kamu menemukan pakar cinta yang tepat" dengan bangga Qiara menunjuk dirinya.
"Syukurlah, Aku akan sering meminta saran mu"
__ADS_1
"Kapanpun" Mereka pun berpelukan.
......................
Sore hari Kevin benar-benar menjemput Cla, dari jauh Qiara melihat kepergian Cla dan Kevin dengan senyum yang sumringah.
"Bagaimana pekerjaanmu hari ini?"
"Lancar Kak, hari ini Aku seneng banget karena bayi yang Aku selamatkan kemarin benar-benar selamat. Dia sudah bisa kembali kepada ibunya. Walaupun mereka belum bisa keluar dari rumah sakit"
"Kamu hebat Cla, Aku yakin kelak Kamu akan menjadi Ibu yang baik untuk anak-anakmu"
Cla tiba-tiba tersedak, "Kenapa Cla? Minumlah" Kevin memberikan botol yang berisi air putih. Cla meneguknya sampai habis.
"Wah habis Kak" Cla menunjuk botol yang sudah kosong.
"Tidak apa-apa, air itu hanya setengahnya. Setengahnya lagi sudah Aku minum" Kevin masih fokus dengan setirnya.
"Apa? Jadi minuman ini milik Kak Kevin?"
"Benar, memangnya milik siapa yang ada di dalam mobil ini"
Cla menarik nafas panjang, bagaimana mungkin dia meminum air dari botol yang sudah menempel di bibir Kevin.
"Mau makan malam denganku? Aku punya tempat yang baik untuk Kita kunjungi"
"Hmm Mommy pasti sudah memasak banyak malam ini, Aku berjanji untuk makan malam di rumah. Bagaimana kalau Kak Kevin makan malam di rumah ku?" Cla menutup mulutnya, Qiara bilang kalau dia tidak boleh menunjukkan perasaannya dengan mengajak makan duluan.
"Boleh, aku akan makan di rumah mu. Itupun jika Aunty Amanda mengijinkan"
"Tentu saja Mommy akan mengijinkan"
"Kalau begitu Aku berhutang padamu untuk makan di tempat yang akan Aku tunjukkan"
Sesampainya di rumah, Cla mengajak Kevin untuk masuk dulu. Kevin pun mengikuti.
"Sudah pulang Sayang, Kevin mampir dulu?" terdengar suara Amanda dari arah dapur.
"Iya Mommy, ini Kak Kevin. Kak Aku mandi dulu ya, tunggu" Cla segera berlari ke kamarnya.
"Nak Kevin, makan malam lah disini. Aunty memasak banyak hari ini"
"Apakah ini tidak merepotkan Aunty?"
"No, Aunty senang jika Kamu mau makan bersama Kami. Uncle Kendra pun sebentar lagi sampai, Kita akan makan malam bersama"
"Baiklah Aunty"
Amanda dan Kevin pun berbincang sambil menunggu kepulangan Kendra.
"Mommy, Daddy belum datang?" Cla menghampiri Amanda dan Kevin.
"Sebentar lagi mungkin" terdengar suara mobil memasuki tempat parkir.
"Daddy..." Cla berlari ke arah pintu depan.
Amanda menggelengkan kepalanya "Cla selalu seperti itu. Dia anak yang sangat ceria, bahkan senyum dan tawanya seperti menular. Kita yang melihatnya ikut tersenyum"
"Benar Aunty, bahkan Aku sangat senang bisa mengenalnya dengan sangat baik" Kevin tersenyum.
"Titip Cla ya nak Kevin, di USA dia jarang sekali keluar rumah karena harus menemani Grandma. Disini dia tidak mengenal siapapun selain nak Kevin. Cla type orang yang mudah berbaur, namun Aunty tidak ingin dia salah memilih teman"
"Tenanglah Aunty, Kevin akan menjadi sahabat bahkan Kakak yang baik untuk Cla"
__ADS_1
"Terimakasih nak Kevin, Aunty percaya pada nak Kevin"
Cla datang sambil menuntun lengan Kendra, bagai anak kecil yang menanti-nanti kedatangan Ayahnya.
"Wah ada Kevin, pasti sudah mengantar Cla pulang ya"
"Iya Uncle"
"Maaf ya dia merepotkan mu. Padahal jika dia menelpon, Daddy akan menjemputmy" Kendra menyentuh hidung Cla.
"Kak Kevin sudah berjanji untuk menjemputku Daddy"
"Iya Uncle, lagi pula itu tidak merepotkan ku. Aku senang karena ada teman di perjalanan"
"Pasti Cla tidak berhenti mengoceh" Cla memeluk Kendra dan menutup mulutnya. Semua tertawa.
"Ayo makan dulu, mumpung makanan masih hangat"
Mereka pun berjalan menuju ruang makan. Amanda hendak mengambilkan piring, namun Cla menahannya. "Biarkan Cla saja Mommy, duduklah"
Cla mengambilkan piring, nasi dan beberapa lauk untuk Kendra, untuk Amanda kemudian untuk Kevin.
"Kak Kevin suka ini?" Kevin menganggukkan kepalanya.
"Yang ini? Ini?"
"Sudah cukup Cla, terimakasih"
Merekapun makan bersama, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
......................
Selesai makan, Cla dan Kevin duduk di kursi yang ada di depan rumah karena Amanda sedang menyiapkan pakaian untuk Kendra.
"Makasih ya Kak sudah antar Aku"
"Tidak apa-ala Cla, karena mengantar mu, Aku jadi makan enak" Merekapun tertawa.
"Besok Aku jemput lagi ya?"
"Nggak usah Kak, mobilku tadi sudah dibawa ke bengkel"
"Yah padahal Aku ingin sekali menjemputmu"
"Tapi, Aku tidak bisa terus-terusan merepotkanmu"
"Aku senang, ada teman di perjalanan. Lagipula arah kantor Kita sama."
"Jadi Kak Kevin memaksa nih? Kalo Kak Kevin memaksa ya boleh saja Kak Kevin menjemputku" Cla pun tertawa, Kevin mengacak rambut Cla.
"Baiklah, besok Aku akan menjemputmu. Aku pamit ya, sampaikan terimakasih ku kepada Aunty dan Uncle"
"Iya Kak Kevin. Byee"
Kevin pulang dengan perasaan sangat bahagia. 🥰🥰
...----------------...
...----------------...
...----------------...
......Tadaaaaa... Jangan lupa tinggalkan jejakmu Kakak 🥰🥰......
__ADS_1