
Saat ini Cla dan Kevin tengah berada di perusahaan Z lebih tepatnya di ruangan Kevin.
Kevin sedang memeriksa beberapa berkas yang menumpuk. Sedangkan Cla tengah berbaring di atas sofa dengan kepala berada di pangkuan Kevin.
Setiap kali Cla ikut ke kantor, Kevin tidak diijinkan duduk di kursi miliknya. Cla selalu ingin dekat dengan Kevin. Seperti saat ini.
"Honey, tubuh mu harum" Cla mengendus bagian perut Kevin.
"Kamu membuatku geli" Kevin tertawa.
"Tapi Aku suka..." Cla ikut tertawa.
"Aku tidak habis pikir. Dulu saat Kamu belum mengetahui kehamilan mu, Kamu meminta ku untuk terus-terusan mandi dengan alasan tubuh ku bau. Dan lihatlah sekarang? Kamu terus mengendus tubuh ku"
"Entahlah, mungkin karena anak mu ingin terus bersama mu" Cla tersenyum dengan wajah yang masih menempel pada Kevin.
Cla memegang bagian perutnya "Lihatlah, Mereka langsung bergerak"
Kevin menghentikan kegiatannya kemudian memegang perut Cla "Benar, Mereka bergerak. Apa Kamu tidak kesakitan?"
"Tidak, Aku suka saat Mereka bergerak. Bahkan kadang geli juga"
"Aku sudah tidak sabar untuk bertemu anak-anak ku" Kevin mengelus bagian perut Cla.
"Aku lapar..."
"Lagi? Bukankah Kamu tadi..."
__ADS_1
"Anak mu dua orang Kak, sudah seharusnya Aku makan untuk tiga orang" Cla tertawa.
"Baiklah, tunggu sebentar ya. Aku akan membawakan sesuatu" Kevin menelpon sekretarisnya untuk segera membawa beberapa makanan.
Tidak lama kemudian makanan datang. Cla membelalakkan matanya saat sekretaris Kevin mendorong sebuah meja berisikan makanan.
"Sebanyak ini?"
"Kamu bisa makan sepuas mu. Makan yang banyak yaa bayi-bayi kecil ku" Kevin mengusap perut Cla.
Cla tertawa "Baiklah, Aku akan mulai makan"
Cla mengambil piring dan memasukkan beberapa makanan.
Kevin kembali dengan pekerjaannya, sesekali Cla menyuapi Kevin dengan makanan.
Di tempat lain, Alex tengah bertemu dengan orang tua Qiara.
"Maaf Om, Tante. Apakah Kita perlu mengadakan acara lamaran secara resmi? Semalam Saya sudah berbicara dengan orang tua Saya, Mereka tidak bisa menghadiri hari ini karena ada keperluan yang lebih mendesak"
"Sudahlah Nak Alex, ini sudah cukup. Dalam pernikahan yang terpenting adalah persetujuan dari kedua belah pihak. Orang tua hanya mengikuti, Kami sama-sama menginginkan yang terbaik untuk anak-anak Kami" Ayah Qiara nampak bahagia karena putri semata wayangnya kini akan menjadi istri dari seorang pria muda, pintar, sukses dan terhormat.
"Baik Om, kalau begitu untuk waktu nya Saya serahkan kepada Om dan Tante" Alex merasa lega.
"Niat baik jangan terlalu lama ditunda, segerakan jika memang mampu" Ibu Qiara turut menanggapi.
Merasa mendapatkan lampu hijau, Alex nampak sangat bersemangat.
__ADS_1
"Bagaimana kalau bulan depan?" Alex nampak bersemangat.
Qiara membelalakkan matanya "Bulan depan?"
"Ayah setuju"
"Ibu juga"
Alex nampak sumringah, Qiara hanya membelalakkan matanya.
"Terima kasih Om, Tante. Kami akan segera mempersiapkan semuanya"
"Panggil Kami Ayah dan Ibu. Kamu akan segera menjadi menantu Kami"
Mareka bertiga nampak sangat bahagia, bahkan tidak membutuhkan waktu lama untuk Mereka saling mengakrabkan diri.
Qiara hanya menggelengkan kepalanya. "Bagaimana mungkin Mereka bisa sedekat ini dengan sangat cepat. Aku anaknya seperti terabaikan"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Slow Up yaa Gaeesss......
...Sebisa mungkin rutin, asal jangan lupa like komen dan berikan dukungan Kalian buat karya ku yang biasa ini π₯Ίπ₯Ί...
__ADS_1
...Jadiiiiii, princess Cla dapet anak kembar gaeeesss ππ...
...Terima kasih sudah menemani kehaluan ku π₯°π₯°...