
Qiara menatap takjub lampu-lampu yang menghiasi taman hiburan.
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau tempat ini sangat menyenangkan. Aku fikir ini hanya untuk anak-anak"
Aarav tersenyum melihat binar mata Qiara "Cantik ya?"
Qiara menganggukkan kepalanya kemudian berjalan menuju kincir raksasa.
"Emm Aku ingin naik, tapi..."
"Aku akan menemani mu" Aarav menghampiri Qiara.
"Benarkah Kamu emm Anda"
Aarav tersenyum "Kamu saja"
"Ahh baiklah, Kamu mau menemani?"
"Tentu saja"
Qiara tersenyum senang, dia segera menghampiri tempat penjualan tiket dan mendapatkan dua buah tiket.
"Sudah lama sekali Aku tidak naik ini, rasanya masih sama sebesar ini" Qiara menatap takjub bianglala yang sedang berputar itu.
Mereka menaiki wahana tersebut, Qiara masih nampak semangat menatap sekitar "Aku senang sekaliii" Qiara menarik nafas panjang.
"Terimakasih dokter Aarav sudah menemani ku" Qiara tersenyum.
"No, Aku yang berterimakasih karena Kamu sudah mau pergi bersama ku di akhir pekan. Ya Aku tau Kamu dokter yang sangat sibuk. Tapi Kamu mau menemani ku di waktu luang mu"
"Awalnya sih terpaksa" Qiara tertawa.
Tentu saja itu membuat Aarav kagum. Dia merasa sangat beruntung.
"Oh ya satu lagi, apakan Aku nampak seperti seorang dokter saat ini?"
Qiara menatap Aarav dari atas hingga bawah. Aarav dengan rambutnya yang rapi, matanya yang tajam, hidungnya yang macung, kulitnya yang tidak putih namun sangat menarik, pakaian casual mulai dari baju, celana hingga sepatu.
"Tidak... Tentu tidak" Qiara menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu jangan memanggil ku dokter saat di luar rumah sakit, panggil Aku Aarav" Aarav tersenyum.
Qiara menatap senyuman Aarav dan itu membuat jantungnya berdegub kencang.
"Emm baiklah Aa..." tiba-tiba wahana berhenti.
Qiaran nampak sedikit ketakutan, Mereka berada tepat di posisi paling atas.
__ADS_1
Aarav menyadari hal itu kemudian meraih tangan Qiara "Tenanglah, Kamu lihat lampu-lampu itu menyala?"
Qiara menganggukkan kepalanya.
"Itu artinya wahana ini baik-baik saja, mungkin petugas sedang menurunkan atau menaikkan seseorang"
Qiara kembali menganggukkan kepalanya.
Wahana pun kembali beroperasi, Qiara yang mulai sadar melepaskan tangannya dari genggaman Aarav.
Aarav menyadari itu "Emm maaf, bukan maksud untuk..."
"Tidak apa" Qiara nampak tidak nyaman.
"Aku... Aku benar-benar minta maaf, Aku hanya mencoba menenangkan mu"
Qiara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Aku tidak tau kalau Kamu akan tidak nyaman seperti ini"
"Sudah lupakan saja"
Aarav dan Qiara turun dari wahana. Aarav yang masih merasa tidak enak mengajak Qiara untuk mengikuti beberapa permainan.
Aarav mencoba bermain pistol air, namun gagal. Aarav tidak menyerah, dia mencobanya kembali hingga akhirnya mendapatkan sebuah boneka.
"Aku dapat ini"
"Ini untuk adik ku" Aarav memeluknya.
"O...Oh iya untuk adik mu" Qiara tersenyum.
"Aku bercanda, Aku tidak punya adik" Aarav memberikan boneka tersebut kepada Qiara. "Untuk mu, sebagai tanda permintaan maaf ku dan pertemanan Kita"
Qiara tersenyum lebar "Terimakasih. Aku suka sekali"
"Aku juga suka"
"Suka? Suka apanya?" Qiara menatap Aarav secara intens.
"Suka berteman dengan mu"
Qiara tersenyum "Terimakasih, semoga Kita bisa berteman selamanya"
"Selamanya? Sepertinya Aku tidak bisa berteman selamanya dengan mu Qiara" batin Aarav bergumam.
Mereka pergi menuju tempat parkir setelah Qiara membeli sebuah aromanis raksasa.
__ADS_1
"Makan disini dulu" Qiara mengajak Aarav duduk di sebuah kursi.
"Di dalam mobil saja, ini sudah malam" namun Qiara sudah duduk dan tentu saja Aarav tidak bisa menolaknya.
"Baiklah Kita duduk disini"
Di tempat lain, Kevin tengah mondar mandir di luar kamar mandi yang berada di dalam kamarnya.
Saat ini Cla tengah mencoba menggunakan testpack untuk mengecek kondisinya.
Tiba-tiba terdengar suara jeritan Cla dari dalam toilet, sontak saja Kevin memasuki toilet dan menghampiri Cla.
"Ada apa Honey? Are You oke?"
"Yes Honey. Aku sangat baik" Terlihat air mata menggenangi mata indah miliknya.
Kevin menatap seluruh alat yang menunjukkan dua garis merah.
"Alat ini? Apa hasilnya?"
"Kamu akan menjadi Daddy"
Kevin nampak sangat bahagia "Thanks honey. I Love You..." Kevin memeluk tubuh Cla.
Namun tiba-tiba Cla merasa mual. "Hoeeekkkk... Kamu bau..."
Kevin membelalakkan matanya "Aku sudah mandi..."
"Jangan dekat dengan ku" Cla mengeluarkan seluruh isi di dalam perutnya.
"Tapi Honey, Aku tidak bisa membiarkan mu sendirian"
"Menjauh Kak... Atau Aku tidak akan berhenti memuntahkan isi perut ku"
Kevin nampak keluar, namun masuk lagi dan keluar lagi. Kevin benar-benar merasa sangat bingung.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Wuaaa princess Kita hamil......
...Akhirnyaaa Babang Kevin berhasil......
...Oh ya gimana nih kabar Qiara sama Alex?...
__ADS_1
...Atau mulai oleng ke Qiara Aarav?...
...Yuuk jangan lupa like, komen dan berikan dukungan Kaliaaan zheyeeenk 🥰🥰🥰...