
Alex menghubungi Anna untuk menceritakan semuanya.
"Iyaa Ann, Kakak Ku meminta ku untuk pulang malam nanti"
"Tapi Al, Aku sedang tidak sehat" Anna tetap merengek.
"Aku janji kalau Aku akan segera kembali" Alex mencoba meyakinkan Anna.
"Tiga hari yaa Al"
"Sepertinya akan lebih Ann, lagi pula Aku akan mengulang mata kuliah ku semester depan. Aku akan kembali setelah selesai liburan akhir semester"
"Tapi itu lama Al, tiga bulan kan?"
"Tapi Ann..."
"Aku kasih waktu satu bulan"
"Baiklah baiklah, Aku akan pulang secepat mungkin"
"Baik Al, Aku tunggu yaa. Aku akan sangat merindukan mu"
"Aku juga akan sangat merindukan mu Ann"
Alex pun mengakhiri panggilannya saat sudah berhasil membujuk Anna. Tentu saja Alex tidak mengatakan pergi dengan Qiara, karena itu akan memperburuk kesehatan Anna. Alex tidak bermaksud membohonginya, namun ketakutan Alex terhadap penyakit Anna yang memaksanya untuk menyembunyikannya.
Alex mulai berkemas, Alex mempersiapkan beberapa barang pribadi miliknya.
Tak lupa Alex mengkonfirmasi kepada pihak kampus untuk mengulang tugas akhirnya di semester berikutnya.
"Semoga semua baik-baik saja, Aku akan segera kembali setelah acara Kak Kevin selesai"
Keesokan hari, Alex pergi menuju bandara internasional. Sudah ada Qiara yang menunggu.
"Haii Al..."
__ADS_1
"Kak..."
"Ayolah Al, panggil Aku Qiara. Orang-orang akan mengira kalau usiaku sudah sangat tua"
Alex tertawa "Bukannya begitu Kak, Aku tidak enak. Karena memang usiamu enam tahun lebih..."
Qiara menutup mulut Alex dengan tangannya "Sudah-sudah jangan bahas itu, yang jelas Aku tidak terlihat setua itu"
Alex kembali tertawa "Tentu, Kakak masih terlihat ABG. Bahkan Kita terlihat seumuran" Alex merangkul bahu Qiara.
Jantung Qiara berdegub dengan sangat kencang, wajahnya memanas seketika. Qiara bahkan tidak bisa berkutik.
Alex yang melihat itu semakin tertawa "Baiklah-baiklah... Aku akan memanggil mu Rara, Qiara. Aku janji. Jadi jangan marah lagi ya"
Qiara mengalihkan pandangannya kepada Alex "Marah? Aku tidak marah"
"Wajah mu memerah, pasti itu karena menahan marah"
Qiara memegang kedua pipinya, terasa sedikit panas di area tersebut.
Alex tertawa "Iyaa Iyaa. Lucu banget sih" Alex menhusap kepala Qiara kemudian membawa koper miliknya dan milik Qiara.
Qiara yang baru keluar dari alam bawah sadarnya segera berlari mengejar Alex. "Tunggu Al..."
Selagi menunggu pesawat, Alex terus saja memainkan ponselnya.
"Apa itu Anna?"
"Iya..." Alex kembali fokus dengan ponselnya.
"Apa tidak apa-apa kalau Aku..."
Alex menatap Qiara "Jangan katakan apapun pada Anna yaa Ra... Aku tidak ingin dia terlalu khawatir dan berdampak pada kesehatannya"
"Baiklah jika itu mau mu. Aku janji akan menutup mulut ku" Qiara memberikan kode menutup mulutnya. Namun tiba-tiba "Kruuukkkk"
__ADS_1
Alex tertawa "Kamu bisa menutup mulut mu, tapi tidak dengan perut mu. Tunggu disini, Aku akan mencarikan makanan untuk mu"
Qiara menundukkan kepalanya karena malu. "Ya ampun Qiaraaa, memalukan sekali"
Alex dan Qiara kini tengah berada di dalam pesawat. Kevin memberikannya ruangan khusus sehingga Mereka mendapatkan pelayanan khusus.
Seorang pramugari menghampiri Mereka "Silahkan nikmati pelayanan Kami Tuan dan Nona. Semoga perjalanan Kalian menyenangkan"
Alex mengabaikannya, Qiara yang melihat itu segera tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Terimakasih"
"Saya akan memberikan layanan khusus kepada Kalian supaya bulan madu Kalian semakin menyenangkan"
Qiara membelalakkan matanya "Bu...Bulan madu?"
Pramugari tersebut menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Mereka berdua.
Qiara ingin protes namun sepertinya sia-sia, dia kini benar-benar tinggal berdua bersama Alex.
Alex membaringkan tubuhnya "Sudah Ra, biarkan saja. Kita nikmati saja pelayanannya"
"What? Biarkan?"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Maaf yaa sekarang sedang tidak stabil masalah Up....
...Jangan lupa like dan komentar yaa Zheyeeenk 🥰🥰...
...Salam sayang untuk Kalian 🥰🥰...
...Oh yaa ini cerita masih lanjut yaaaa 🥰🥰...
__ADS_1