
Selesai makan, Kevin benar-benar berpamitan.
"Aku pulang dulu Aunty, Uncle, Cla"
"Iya hati-hati ya Kak"
"Hati-hati nak Kevin, sampaikan salam Kami kepada Mommy dan Daddy mu"
"Baik Aunty"
Kevin pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Leonard. Pikirannya masih melayang memikirkan kata-kata Amanda.
"Apa benar Mereka akan memingit Cla? Aaaarrrgghhh bagaimana kalau Aku merindukannya" Kevin mengacak rambutnya.
"Tuh kan, Aku sudah sangat merindukannya"
Hari berganti hari, dan ternyata benar saja. Cla dilarang keluar rumah oleh Amanda maupun Kendra.
"Ini untuk kebaikan mu Sayang, Kami tidak ingin Kamu kelelahan saat hari pernikahan tiba" Amanda lagi-lagi mencoba menenangkan Cla saat Cla mulai merengek.
"Pernikahan Kalian tinggal satu pekan lagi. Bersabarlah"
"Bukan begitu Daddy, Aku bosan diam terus di rumah seperti ini"
"Panggil saja teman mu kemari untuk menemani mu"
"Teman? Teman yang mana Mommy? Alea? Alana?"
"No, bukan Mereka. Itu yang ada di acara lamaran mu. Qiara"
"Qiara pasti sangat sibuk di rumah sakit Mommy"
"Ambil saja cuti beberapa hari untuk menemani mu. Daddy akan membicarakannya kepada dokter Jerry"
"Benarkah? Baiklah Aku akan mencoba menelponnya" Cla nampak bersemangat, dia segera bergegas ke dalam kamar dan melakukan panggilan telpon.
__ADS_1
"Daddy bilang seperti itu"
"Benarkah? Kalau begitu Aku akan segera bersiap-siap" Qiara nampak sangat bersemangat.
Tak lama kemudian seseorang meminta Qiara untuk menemui dokter Jerry.
Qiara segera pergi menuju rumah Cla saat dokter Jerry menjelaskannya.
"Aku segera berangkat Cla"
"Baiklah Aku tunggu"
Qiara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. "Aku akan menemani calon Kakak ipar ku" Qiara tertawa.
Sesampainya di depan rumah, Cla segera menghampiri Qiara.
"Haiii, Aku sangat merindukan mu. Bagaimana kabar mu?"
"Aku baik Cla, bagaimana kabarmu? Calon pengantin jangan terlalu capek" Cla mengajak Qiara menuju kamarnya. Qiara menganggukkan kepalanya saat melihat Amanda dan Kendra.
"Dokter Qiara, tolong temani Cla. Dia selalu ingin pergi keluar, padahal Kami hanya tidak ingin dia kelelahan di hari pernikahannya"
"Baik Nyonya"
"Panggil saja Saya Aunty, jangan terlalu formal"
"Emm baiklah, Aunty"
"Ya sudah Kalian boleh menghabiskan waktu di dalam kamar atau boleh juga di lantai atas"
Cla menarik Qiara ke kamarnya.
"Kamu berhutang cerita kepada ku. Pokonya ceritakan semuanya"
"Semua? Terlalu panjang Cla"
__ADS_1
"Kita punya waktu seminggu penuh untuk bercerita, ayo ceritakan" Cla memaksa Qiara untuk menceritakan hubungannya dengan Alex.
Saat acara lamaran, Cla merasa heran kenapa Qiara berada disana sedangkan dirinya tidak mengetahui acara tersebut sehingga tidak mengundang siapa pun.
Setelah ditanyakan, ternyata Alex lah yang mengajaknya ke pesta tersebut.
"Hubungan Kami tidak sedekat perkiraan mu Cla"
"Lalu? Bagaimana mungkin Alex tiba-tiba mengajak mu?"
"Dia bilang itu karena Aku sahabat mu"
"Aku tidak percaya. Ceritakan semuanya"
Dengan penuh desakkan, Qiara menceritakan semuanya kepada Cla.
Cla sesekali tertawa bahkan nampak terkejut dengan beberapa cerita Qiara.
"Apa Kak Kevin mengetahui hubungan Kalian?"
"Tentu saja tidak, jangan katakan apapun Cla. Hubungan Kami belum cukup dekat. Aku akan berusaha kembali"
Merekapun tertawa bersama, "Baiklah selamat berusaha Qiara"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
... Penasaran nggak? Penasaran nggak? Penasaran nggak?...
...Kalo penasaran nanti Aku ceritain perjuangan Qiara untuk mendapatkan hati sang arsitek. Pastinya setelah menyelesaikan cerita Cla dan Kevin....
...Jadi rencananya pasca menikah Cla dan Kevin, Aku bakalan ceritain kisah Alex dan Qiara. Masih d novel ini kok. Kaya kisah Ziano dan Vita gitu....
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak ❤ dan komentar Kalian yaa Zheyeeenk 🥰🥰🥰...