
Pagi hari Tuan Damien menunggu Anna di ruang makan. Kebiasaan Mereka adalah pergi sarapan bersama sebelum Tuan Damien pergi ke kantor.
Tuan Damien menunggu sekitar satu jam, namun Anna masih belum menemuinya.
"Kemana Anna? Tidak biasanya dia terlambat seperti ini" Tuan Damien berjalan menuju kamar Anna.
"Sayang, Honey..." Tuan Damien mengetuk pintu.
Tidak ada jawaban sama sekali dari Anna. "Pelayaaaan, ambilkan kunci kamar"
Seorang pelayan berlari menuju Tuan Damien dan segera membuka kamar.
Tuan Damien sangat terkejut, dia segera berlari saat melihat Anna tergeletak di atas lantai.
Seorang pelayan yang melihat kejadian tersebut segera menghubungi dokter keluarga.
"Sayang, Kamu kenapa? Anna, bangunlah Sayang. Apa yang terjadi?"
Anna masih tidak sadarkan diri, tubuhnya terasa dingin.
"Ambilkan air hangat, tubuhnya sangat dingin"
Seorang pelayan menghampiri Anna dan memberikan pertolongan pertama. Dia mengompres Anna dan memberikan minyak angin untuk mencoba menyadarkan Anna.
Perlahan mata Anna terbuka. Anna melihat Tuan Damien yang sedang menangis di sampingnya.
"Daddy" Anna terbangun dan memeluknya.
"Sayang, apa yang terjadi?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa Daddy, Aku hanya kelelahan sepertinya" Anna mencoba menenangkan Tuan Damien.
Dokter datang dan segera memeriksa keadaan Anna.
"Apa yang terjadi Nona? Apa Anda sedang memikirkan sesuatu?"
"Memikirkan sesuatu?" Tuan Damien nampak sangat marah "Apa ini karena anak itu?"
"No Daddy, tidak seperti itu" Anna memegang lengan Tuan Damien, namun Tuan Damien melepaskannya dan segera berdiri.
"Lupakan dia Anna, itupun kalau Kamu benar menyayangi ku"
"Daddy..."
"Sepertinya orang itu tidak baik untuk mu Nona, Anda cukup stress sehingga daya tahan tubuh Anda tidak seimbang"
Tuan Damien segera keluar dari kamar dan menghubungi asisten pribadinya.
"Baik Tuan"
"Aku tidak ingin Mereka muncul kembali di perusahaan ku"
Tuan Damien nampak sangat geram. "Berani-berani nya bocah itu mempermainkan putri ku. Aku tidak akan memaafkannya"
Di tempat lain, perusahaan Z sedang genting. Beberapa klien mengetahui kalau perusahaan ternama milik Tuan Damien memutuskan kontrak kerja samanya. Kevin tidak dapat dihubungi sama sekali dan Ziano masih belum sadarkan diri.
Bahkan ada beberapa klien yang mengancam akan memutuskan kontrak kerja jika perusahaan masih tetap seperti ini.
Stefan sangat panik, dia berusaha menenangkan orang-orang sedangkan Kevin entah berada dimana (pas Kevin kabur gaes karena dia tau kalau Kevin bukan anak kandung Ziano).
__ADS_1
Berita ini menyebar dengan cepat, Tuan Damien merasa puas. "Mendirikan perusahaan tidaklah mudah Tuan Ziano, tapi Anda lupa kalau menghancurkannya tidak semudah mendirikannya"
Anna kini tengah beristirahat, dalam mimpinya dia melihat Alex. Alex meminta maaf kepadanya karena sampai saat ini dia belum menemuinya bahkan janjinya untuk segera menyusul Anna tidak bisa ia tepati.
"Alex... Al..." Anna tiba-tiba terbangun, Tuan Damien segera menghampiri Anna dan memeluk Anna.
"Tenanglah Sayang"
Anna terdiam saat mengingat mimpi nya. "Apa Alex baik-baik saja? Daddy Aku mohon, cari tau keberadaan Alex. Alex datang dalam mimpi ku, dia sedang tidak baik-baik saja"
Tuan Damien terdiam, dia teringat berita dari orang kepercayaannya bahwa Alex dan Ziano mengalami kecelakaan. Sampai saat ini mereka tidak mendapat kabar apapun karena pihak keluarga merahasiakannya.
Tuan Damien segera keluar dari ruangan dan menelpon seseorang.
"Temukan informasi mengenai pemimpin perusahaan Z sekarang juga. Aku tidak ingin mendengar alasan apapun"
Tuan Damien menutup kembali panggilannya dan dia merasa sangat bersalah karena mengambil tindakan dalam keadaan tidak tenang.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Selamat senin Kakak Zheyeeeenk 🥰🥰🥰...
...Boleh dong vote mingguannya kasih ke novel ini 🤭🤭...
...Aku bakalan agak kebut episode flashback ini, supaya Kita bisa ketemu sama keuwuan Kevin dan Cla 🥰🥰...
__ADS_1
...Yuuu kasih ❤ dan komentar Kalian, sapa tau bisa jadi mood buat double up 🤭🥰...