
Alex tengah berada di tengah pemakaman. Disana tertulis nama Abreanna. Tangis Alex tidak dapat dibendung kembali.
"Maafkan Aku Ann, maafkan Aku Sayang"
Setelah hampir satu jam berada disana, Alex kembali menuju kediaman Tuan Damien.
Nampak Tuan Damien sedang duduk sambil menatap foto Anna yang tersimpan di ponselnya.
"Uncle... Saya..."
"Saya tidak ingin melihat mu lagi. Pergi dari hidup Saya. Saya bahkan akan memutuskan kerja sama Kami dengan perusahaan milik orangtua mu"
"Saya minta maaf Uncle. Saya tidak tau kondisi Anna yang sebenarnya. Saya sudah mencoba menghubunginya selama ini, namun tidak ada respon sama sekali"
"Itu karena Anna sedang berbaring lemah di rumah sakit, melawan penyakitnya. Yang ada di fikirannya hanya Kamu dan Kamu. Tapi apa yang Kamu lakukan? Kamu pergi dengan perempuan itu dan bahkan melakukan prosesi lamaran?"
Alex membelalakkan matanya "Lamaran? Itu acara Kakak Ku, Kak Kevin. Saya kesana karena Kak Kevin meminta Saya untuk pulang. Sudah tiga tahun Saya tidak kembali ke tanah air"
"Kevin? Maksud mu Kevin yang melakukan prosesi lamaran hingga pernikahan itu? Lalu kenapa perempuan itu?"
"Benar. Itu adalah acara Kak Kevin. Dokter Qiara adalah sahabat Kak Cla, istri dari Kak Kevin. Sebenarnya Anna sudah bertemu dan berkenalan dengannya, namun ingatannya tiba-tiba melemah sehingga dia tidak mengenali dokter Qiara sama sekali"
__ADS_1
"Anna sudah mengetahuinya?"
Alex menganngukkan kepalanya. Alex diam sejenak. "Tunggu dulu, apa Anna mengira Saya melamar dokter Qiara?"
Air mata Tuan Damien tiba-tiba mengalir begitu saja "Ini salah ku. Ini salah ku. Anna maafkan Daddy Honey. Ini salah ku"
Alex mengepalkan tangannya menahan emosi. Bagaimana mungkin Tuan Damien membuntuti dirinya dan memberikan informasi yang salah kepada Anna sampai Anna benar-benar drop.
"Anda keterlaluan Tuan Damien. Saya mencintai Anna dengan tulus, Saya hanya mencintai Anna. Saya dekat dengan dokter Qiara karena dia dokter spesialis penyakit dalam dan lebih tepatnya dia paham betul apa yang diderita oleh Anna"
Tuan Damien hanya menangis sambil memeluk foto Anna.
"Jangan bilang kalau dokter Qiara dipecat karena perintah dari Anda?"
Alex yang mendapatkan pendidikan yang baik dari Vita tidak tega melihat keadaan Tuan Damien. Dia merangkul tubuh Tuan Damien. "Maafkan Saya juga, seharusnya Saya juga lebih terbuka kepada Anna. Tapi, Saya benar-benar mencintai Anna. Saya mencintai Anna"
"Anna pasti marah kepada ku. Anna pasti sangat marah"
Alex menggelengkan kepalanya, "Tidak, Anna memiliki hati yang sangat baik. Dia tidak mungkin marah kepada Anda. Anna sangat mencintai mu"
"Terimakasih Alex, terimakasih karena sudah memaafkan Saya"
__ADS_1
Alex menganggukkan kepalanya "Anna pasti akan sangat bahagia disana. Dia bahagia memiliki seorang Ayah yang sangat mencintainya, juga sekarang dia bisa berada di pangkuan ibunya"
Di tempat lain, Kevin mendapat kabar kalau Anna sudah meninggal dunia dan Tuan Damien menyelahkan Alex atas kematiannya.
"Apa? Bagaimana mungkin? Itu bukan salah Alex. Beraninya dia memukuli Alex hingga babak belur karena kematian putrinya" Kevjn nampak sangat geram.
"Kak, sabar. Tuan Damien dan Alex sedang sama-sama kehilangan orang yang Mereka sayangi. Jangan terlalu terburu-buru. Tunggu cerita dari Alex" Cla mencoba menenangkan Kevin.
"Tapi dia memukuli Alex, dia memukuli adikku Cla. Aku tidak bisa membiarkannya. Siapapun tidak bisa menyentuh Alex, bahkan seujung kuku pun"
Cla nampak sangat khawatir. Dia tidak pernah melihat Kevin semarah ini.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Akhirnya Tuan Damien taubat....
...Jangan lupa like komen dan berikan dukungan Kalian Zheyeeenk...
__ADS_1
...Dukungan Kalian mood boster banget buat Aku 🥰🥰...