
Cla segera berdiri saat selesai makan, "Aku ingin pulang Kak"
"Oke, baiklah. Kami duluan Nona Nayla"
"Iya silahkan Tuan, Nona"
Cla dan Kevin meninggalkan Nayla sendirian. Nayla melihat Cla dengan penuh tanya, "Apa Aku membuatnya tudak nyaman? Oh tidak, kenapa Kamu bersikap seperti itu Nayla"
"Babby..."
Seorang pria menghampiri Nayla, Nayla tersenyum senang kemudian memeluk laki-laki tersebut.
Di perjalanan pulang, Cla hanya memejamkan matanya. Dia tidak ingin berbicara apapun kepada Kevin.
Kevin menatap Cla dengan penuh tanya, Kevin menggenggam tangan Cla. "Sayang? Are you ok?"
"Hmm" Cla hanya menganggukkan kepalanya.
Kevin menghentikan mobilnya di pinggir jalan, "Sayang, lihat Aku"
Cla membuka matanya, "Kenapa berhenti?"
"Katakan padaku, apa yang terjadi?"
"Tidak Kak, Aku tidak apa-apa"
"Apa karena Nona Nayla?"
"Jangan sebut namanya di hadapan ku. Aku kemari bukan untuk mendengar cerita tentangnya"
"Hei... Sayang, lihat Aku. Apa Kamu sedang cemburu?"
"Perempuan mana yang tidak cemburu saat kekasihnya memuji perempuan lain di hadapannya?"
"Ya ampun Sayang. Maafkan Aku, Aku benar-benar tidak tau kalau itu akan menyakiti mu. Tapi ini tidak seperti yang Kamu bayangkan Sayang" Kevin menggenggam tangan Cla. Cla mengabaikan Kevin, matanya lurus memandang ke depan.
"Seharusnya Kak Kevin tau mana yang menyakiti ku mana yang tidak. Kenapa hal seperti itu saja Kak Kevin tidak tau?"
__ADS_1
"Maafkan Aku, Aku bersalah. Maafkan Aku Sayang, maafkan Aku Cla"
"Sudahlah, Aku tidak ingin merusak liburanku"
"Apa Kamu memaafkan ku?"
Cla menganggukkan kepalanya. Kevin lansung memeluk Cla. "Aku janji tidak akan mengulanginya lagi"
Cla membalas pelukan Kevin.
Kevin melajukan mobilnya kembali, Cla benar-benar tidak ingin mempermasalahkan hal yang tidak berguna untuknya. Baginya Kevin adalah sosok yang sangat pantas untuk dipercaya.
Cla tiba di kediaman Leonard, Amanda menyambutnya dengan pelukan hangat. "Selamat datang Sayang, Mommy sangat merindukanmu"
"Aku juga sangat merindukan Mommy. Mana Daddy?"
"Dia sedang mandi" Amanda membantu Kevin membawa tas milik Cla "Masuklah Nak Kevin"
"Biar Aku saja yang bawa Mommy" Cla meraih tas dari tangan Amanda dan memasukkannya ke dalam kamar.
Cla merebahkan tubuhnya di atas kasur sejenak. Matanya berbinar melihat kamar yang sangat ia rindukan.
"Aku sudah sarapan Mommy. Jadi Aku akan mandi dulu"
"Baiklah Sayang"
Cla masuk ke dalam kamar mandi, Amanda menyiapkan beberapa pakaian untuk Cla kemudian meninggalkan kamar tersebut.
Selesai mandi, Cla segera menghampiri keluarga di ruang keluarga.
"Princess... Apa Kamu tidak merindukan ku?"
"Aku sangat merindukan mu Daddy" Cla memeluk Kendra, begitupun Kendra.
Amanda tersenyum melihat tingkah anak dan ayah tersebut.
"Apa Kevin masih menyakiti mu? Jika dia masih menyakitimu, Daddy akan memarahinya"
__ADS_1
Kevin membelalakkan matanya, begitu pun Cla. "Daddy..." Cla memeluk dan menutup mulut Kendra. Kendra tertawa, namun Kevin masih sangat terkejut.
Hari hampir sore, Kevin akhirnya berpamitan kepada Cla dan keluarga.
"Hati-hati Kak"
"Baik Cla. Aku pamit dulu Uncle, Aunty"
"Iya nak Kevin, hati-hati"
Cla kembali menuju ruang keluarga. Mereka menghabiskan waktu dengan saling bercengkrama. Cla merasa sangat bersyukur karena mempunyai keluarga yang sangat menyayanginya.
Kendra menatap Amanda dan Cla dengan tatapan serius, "Ada apa Bie?"
"Sebenarnya, ada yang ingin Aku bicarakan kepada Kalian berdua"
"Apa? Ada apa Daddy?" Cla nampak sangat cemas.
"Minggu depan, Nathan dan Nathar akan pulang"
Cla dan Amanda membelalakkan matanya. "Benarkah?" Amanda dan Cla memeluk Kendra.
"Kamu membuatku cemas, kenapa Kamu baru memberi tau ku?"
"Anakmu baru saja mengabari ku tadi malam"
Amanda dan Cla sangat bahagia, mereka sangat merindukan Nathan dan Nathar.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan hujat Aku gegara ada Nayla dong. Ceritanya kan belum berakhir. Kan belum tau endingnya....
...Makasih Kakak Zheyeeenk yang masih setia dan dukung karya ku....
__ADS_1
...Lovvvveeeee Kalian 🥰🥰...
......Jangan lupa tinggalkan jejak ❤ kalian......