
Kevin, Alea dan Alana pergi menuju perusahaan KLM.
"Kak, apa sebaiknya Kita menghubungi Kak Cla terlebih dahulu?"
"Kenapa Lana?"
"Ya Kita bilang pada Kak Cla kalau Kita akan menemui Nona Nayla"
"Ya ampun Alana, Cla bukan anak kecil. Dia sangat sibuk, tidak seharusnya Kita mengganggunya hanya untuk hal seperti itu" Kevin masih fokus dengan kemudinya.
"Tapi Kak Cla akan senang jika Kita memberitahunya Kak"
"Alea, jangan menambah beban Cla. Dia sedang melanjutkan pendidikannya. Kakak sangat tau bagaimana keadaannya saat ini. Tidak akan berdampak baik jika Cla mengetahuinya, dia akan memikirkannya sepanjang waktu hingga dia melupakan kewajibannya untuk menjaga dirinya. Jadi, tolong jangan beritahu apapun padanya"
Alea melirik Alana yang duduk di belakang, ada perasaan bersalah namun mereka sudah terlanjur menceritakan semuanya kepada Cla sejak beberapa hari yang lalu.
Mobil Kevin telah sampai di depan perusahaan KLM. Mereka segera menemui Nayla di ruangannya.
"Tuan Kevin, Nona Alana dan Nona Alea? Silahkan duduk, ada keperluan apa Kalian kemari? Kenapa tidak memberitahu ku? Seharusnya Aku saja yang menghampiri Kalian"
"Tidak apa-apa Nona Nayla, Kami tidak akan lama. Kami hanya akan mengantarkan ini" Kevin memberikan berkas kepada Nayla.
"Ya ampun Tuan Kevin. Anda sangat baik hati, Anda pasti sangat sibuk. Kenapa mau kemari hanya untuk berkas ini"
Alea dan Alana mendelik tak suka, sikap Nayla benar-benar membuat mereka muak.
__ADS_1
"Berkas ini penting bagi Anda Nona Nayla. Jika Kita ingin dihargai, maka Kita harus menghargai orang lain juga"
"Anda benar-benar sosok presdir yang baik Tuan Kevin. Bukan hanya kepemimpinan Anda yang patut dicontoh, tapi sikap rendah hati Anda pun patut untuk Saya contoh"
Kevin dan Nayla membicarakan beberapa permasalahan perusahaan, bahkan mereka banyak mendapatkan ide baru dari perakapannya.
Tanpa disadari, Alea dan Alana ikut terlibat dalam pembicaraan itu. Mereka mendapatkan beberapa ilmu baru mengenai perusahaan. Selama ini mereka tidak pernah mau membahas perusahaan di luar jam kerja. Jadi yang mereka ketahui hanya seputar kegiatan sehari-hari.
"Nona Alea, Nona Alana. Jika berkenan, bisakah Kita berteman mulai dari sekarang?"
Alea dan Alana nampak terdiam.
"Sejak kecil, Saya sekolah di luar negeri. Sampai saat ini, Saya tidak mempunyai teman di sini. Tapi Saya tidak memaksa Anda untuk mau berteman dengan Saya"
"Kami akan memikirkannya" Alea masih tidak bisa menerima Nayla sepenuhnya.
"Baiklah Kami pamit dulu" Kevin melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. "Jika perlu sesuatu, jangan segan hubungi Kami Nona Nayla"
"Terimakasih banyak Tuan Kevin"
Kevin, Alea dan Alana pun pergi meninggalkan perusahaan KLM. Sepanjang perjalanan tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka bertiga. Mereka memilih untuk saling diam.
Di kediaman Leonard, Amanda dan Kendra sedang melakukan panggilan video bersama putri tercintanya.
"Aku ingin pulang Mommy"
__ADS_1
"Kenapa Sayang? Apa ada yang mengganggu mu?"
"Aku hanya tidak ingin berlama-lama jauh dari kalian"
"Pulang sajalah princess jika itu membuat mu senang. Kami tidak akan memaksa mu ataupun melarang mu" wajah Kendra memenuhi layar ponsel milik Cla. Tentu saja itu terjadi karena Amanda yang tidak kuat menahan air matanya.
"Tapi Daddy..."
"Princess, Kami menyayangi mu. Sebenarnya tanpa melakukan pendidikan lebih lanjut, Kamu sudah sangat layak memimpin rumah sakit Kita."
"Aku tidak ingin perjalanan ku menjadi sia-sia Daddy"
"Tidak ada yang sia-sia sayang, Kamu tetap putri terbaik Kami"
Mereka mengakhiri panggilannya. Cla memikirkan kata-kata Kendra, haruskah ia kembali tanpa membawa hasil. Atau bertahan untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Ayooo mending Cla suruh pulang aja atau biarkan dia bertahan?...
...😄😄😄...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak Kalian Kakak Zheyeeenk, dan terimakasih sudah selalu mendukung karyaku 😘😘...