
Acara pun berlanjut dengan makan malam bersama keluarga. Semua orang terlihat sangat bahagia.
Acara berlangsung hingga tengah malam. Cla pulang dengan diantar oleh Kevin.
"Jadi sebenarnya kapan Kamu akan mengajak ku menikah?"
"Uncle Kendra bilang minggu depan"
Cla mencubit pinggang Kevin "Yang betul Kak"
Kevin tertawa "Aku ingin secepatnya Sayang"
"Jadi?"
"Bulan depan"
"Bulan depan? Kita belum mempersiapkan apapun Kak. Jangan bercanda seperti itu"
"Kamu tidak perlu mempersiapkan apapun Sayang. Kamu cukup menjadi pengantin ku. Biarkan tim yang mengurus hal lainnya. Minggu depan bersiaplah Kita akan melakukan prewedding"
"Ya ampun, Aku kira Kalian tadi hanya bercanda"
Keesokan hari Mereka mulai sibuk dengan properti pernikahan. Cla memilih tempat outdor.
Cla memilih tema hutan. Mereka akan menggelar pernikahan di antara pepohonan pinus.
Selain itu Cla juga meminta Kevin untuk melakukan foto preweding dengan tema alam liar. Mereka memilih sebuah tempat di dataran tinggi.
"Aku ikut apapun keinginan mu Sayang"
"Baiklah Kak, Aku sudah menjelaskan semua keinginan ku kepada tim. Mereka akan mulai mengerjakannya siang ini"
"Baiklah Tuan Putri, sekarang ayo Kita makan. Aku lapar sekali"
"Ayo, Aku juga lapar Kak"
Mereka pergi ke restoran semalam, Cla lupa menanyakan satu hal.
__ADS_1
"Oh iya sejak kapan ada restoran ini di sekitar sini? Aku baru menyadarinya Kak"
"Sejak kemarin. Aku sengaja membeli sebuah tempat untuk mengabadikan momen itu"
"What? Serius Kak? Kamu sengaja membeli tempat ini dan mengubahnya sedemikian rupa?"
"Sayang, ini tidak seberapa. Aku akan melalukan apapun asal Kamu bahagia. Kamu tau tempat ini Aku beri nama apa?"
"Apa?"
"Vincla resto"
"Benarkah? Ya ampuuun romantis sekali calon suami ku" Cla mencubit pipi Kevin.
"Awww..." Kevin mengusap pipinya. Cla tertawa melihat Kevin.
"Aku tidak akan membuatmu menyeseli keputusan mu karena memilih ku sebagai suami mu"
"Aku tidak akan menyesal memilih lelaki seperti mu Sayang" Cla memeluk Kevin, rasanya dia sangat bahagia berada di samping orang yang sangat ia cintai.
"Sayang, Kamu yakin akan melakukan pemotretan disana? Itu cukup berbahaya" Amanda nampak sangat khawatir saat Cla menceritakan akan melakukan pemotretan di sebuah tebing yang sangat tinggi.
"Aku yakin Mommy, percayalah semuanya akan baik-baik saja. Aku ingin mengabadika momen ini dengan sesuatu yang berbeda"
"Dia akan baik-baik saja Sayang" Kendra memeluk Amanda dari belakang saat mengetahui sang istri mengkhawatirkan putri semata wayangnya. Sebenarnya ini bukan kali pertama Amanda mengkhawatirkan Cla secara berlebihan.
"Lagian Aku kesana dilengkapi dengan tim keamanan yang sudah teruji, iya kan Daddy?"
Kendra menganggukkan kepalanya, fikirannya sudah tidak fokus saat bibirnya jatuh tepat di bagian tengkuk Amanda.
"Baiklah hati-hati ya Sayang" Amanda bangun dari duduknya dan mengantar Cla saat Kevin sudah tiba di depan rumah.
Kendra yang tersadar menarik nafas panjang, "Aku masih saja tergila-gila padamu"
Amanda memberikan beberapa pepatah kepada Kevin terutama untuk selalu menjaga keamanan Cla.
"Baik Aunty, Aku akan menjaga Cla dengan sangat baik"
__ADS_1
"Iya nak, Aunty sangat khawatir"
"Kami pami dulu ya Mommy" Cla memeluk dan mencium pipi Amanda.
"Iya sayang, kabari Mommy saat Kalian sudah sampai"
"Oke"
Cla memasuki mobil dan duduk di samping Kevin.
"Kamu sudah menghubungi tim untuk bersiap-siap?"
"Sudah Kak, bahkan sebagian tim sudah di lokasi untuk melakukan prepare"
"Jadi kemana Kita sekarang?"
"Ke kantor Kak, dari tim ada yang akan menjadi penunjuk jalan untuk Kita"
"Baiklah"
Mereka pun pergi dengan perasaan senang.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
......Gimana? Kangen nggak? Kangen nggak? Kangen nggak?......
...Kangen lah masa nggak 😄😄😄...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ❤ dan komentar Kalian....
...Yang bilang Aku up lambat, itu karena sebelumnya Aku udh double bahkan up tiga episode dalam dua puluh empat jam....
...Dan cerit Vincla kayanya bakalan Aku end dulu. Tapi jangan khawatir, nanti Aku lanjut ko. Sampai Mereka punya anak, gimana? 😄😄...
__ADS_1