Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)

Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)
Episode 22


__ADS_3

Ziano kini sedang beristirahat di kamar, begitupun dengan Alex.


Vita duduk di halaman depan berharap Kevin kembali untuk pulang. Alea menatap Vita dari kejauhan, dengan ragu dia menghampirinya.


"Mommy"


"Iya Sayang" Vita nampak menghapus air matanya.


Alea duduk di samping Vita, "Mommy merindukan Kak Kevin?"


"Benar Sayang, Mommy sangat menyayangi Kalian sehingga Mommy begitu kehilangan Kak Kevin. Dimana Kamu nak" air mata Vita sudah tidak bisa terbendung lagi.


"Mommy, sebenarnya..."


Vita menatap Alea, "Apa Kamu mengetahui kabar Kak Kevin Sayang?"


"Sebenarnya tadi Aku menemui Kak Cla"


"Lalu? Apa Cla mengetahui keberadaan Kevin?"


"Tidak Mommy, tapi Kak Cla memberitahu ku penyebab Kak Kevin pergi"


"Apa Kak Kevin bertengkar dengan Cla?"


"Tidak Mommy. Sebenarnya..."


"Alana... Dimana catok rambut punyaku?" Alana menghampiri Alea dan Vita dengan rambut yang belum dirapikan.


"Aku nggak tau, mungkin Kamu lupa simpan"


"Lanjutkan Alea" Vita masih menatap Alea.


"Ada apa ini? Sepertinya Kalian sedang membicarakan hal yang sangat serius?"


"Apa Aku bisa mempercayaimu Alana?" Alea menatap Alana.


"Aku siapa mu Alea?"


"Baiklah. Kak Cla menceritakan masa lalu Daddy Ziano kepada ku"


"Apa? Cla menceritakan itu padamu? Tapi untuk apa?" Vita nampak kecewa.


"Tenanglah Mommy, bukan itu tujuan Kak Cla. Jadi, Kak Cla mengetahui kalau Aunty Amanda adalah mantan istri Daddy dari Kak Kevin"


"Apa? Aunty Amanda?" Alana nampak sangat terkejut.


Vita nampak lemas, jadi Kevin mengetahui masa lalu Ziano. "Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dengan Kak Kevin?"


"Kak Kevin sempat ingin mendonorkan darahnya untuk Daddy, namun darah mereka tidak cocok. Jadi Kak Kevin melakukan tes DNA tanpa sepengetahuan Kita. Kak Cla sudah melarangnya, namun Kak Kevin tetap melakukannya. Bahkan mengira Kak Cla sudah mengetahui sejak lama dan menyembunyikannya dari Kak Kevin"


Vita menangis sejadi-jadinya. "Keviiiinnn... Ini yang Mommy takutkan sejak dulu. Maafkan Mommy karena tidak terbuka kepadamu. Tapi Mommy benar-benar menyayangimu"


Alea dan Alana segera mengajak Vita ke dalam rumah. Mereka mencoba menenangkan Vita.


Ziano dan Alex yang mendengar Vita menangis segera menghampiri mereka. "Ada apa ini?"


Vita masih terus menangis dan memanggil nama Kevin "Aku menyayangi Kevin Mas. Walaupun dia tidak lahir dari rahim ku, Aku sangat menyayanginya"


"Tenanglah Sayang, ada apa ini? Kenapa dengan Kevin?"

__ADS_1


"Kevin... Kevin mengetahui masa lalu Kamu Mas. Dia pergi setelah mendapatkan hasil tes DNA dia denganmu"


Ziano nampak sangat terkejut, tubuhnya seketika melemas. Dia memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Daddy..."


"Ini... Ini salahku. Ini salahku" Ziano pun tidak sadarkan diri.


Alea berteriak memanggil perawat yang merawat Alex dan Ziano, Ziano dibawa ke kamar dan kembali di infus. Ziano diberikan obat pereda nyeri serta obat penenang.


"Sebenarnya ada apa ini?" Alex menatap Alana.


"Aku tidak tau. Alea, Kamu harus menjelaskannya pada Kami"


Mereka pun pergi menuju kamar Alea dan Alana.


Alea mulai meceritakan semuanya secara perlahan. Alana dan Alex sangat terkejut saat mengetahui masa lalu Ziano dan juga Kevin.


"Tapi, Daddy sudah berubah sejak kehadiran Kak Kevin dan Mommy. Aku mohon, jangan benci Daddy"


Alex dan Alana memeluk Alea. "Kita tidak mungkin membenci Daddy maupun Kak Kevin. Kita harus menemukan Kak Kevin dan meluruskan kesalah pahaman ini"


"Aku yakin Kak Kevin berada di suatu tempat untuk menenangkan diri. Tapi Kita tidak tau dia dimana?"


"Non... Tuan... Tolong Nyonya Vita"


"Mommy?" Mereka segera menghampiri Vita.


Vita sudah tak sadarkan diri, perawat mencoba untuk membangunkannya namun sepertinya tidak berhasil.


"Sebaiknya Kita bawa Nyonya ke rumah sakit Nona"


Cla yang melihat Vita di atas blankar segera menghampiri, "Ada apa ini? Alea? Alana?"


"Ini salahku Kak, Aku menceritakan semuanya" Alea menangis dan memeluk Cla.


"Tidak Alea, Kita harus segera menemukan Kak Kevin untuk mengakhiri kesalah pahaman ini" Alana mencoba menenangkan Alea.


"Iya, satu-satunya jalan adalah menemukan keberadaan Kak Kevin" Cla menyetujui pendapat Alana.


Vita mendapatkan perawatan khusus, shock yang dialaminya membuat dia tidak sadarkan diri.


"Mommy, sadarlah. Aku mohon"


Beberapa alat medis menempel pada tubuh Vita. Cla mengambil beberapa gambar kemudian mengirimkannya kepada Kevin.


"Pulanglah Kak, Aunty Vita sangat membutuhkan mu"


Hampir satu jam lamanya, akhirnya Kevin membaca pesan yang dikirim oleh Cla.


Cla berharap Kevin segera pulang dan menemui Vita. Cla memberi tahu Amanda dan Kendra mengenai keadaan Vita.


Mereka segera menghampri Vita di rumah sakit. Saat ini Vita masih belum sadarkan diri.


"Sabar ya Sayang, doakan Mommy kalian segera sadar" Amanda memeluk Alea dan Alana.


"Terimakasih Aunty"


"Aunty tidak bisa menunggu disini. Cla akan menunggu disini ya, jika ada apa-apa jangan sungkan untuk memberitahu Kami"

__ADS_1


Alea dan Alana menangis dan memeluk Amanda "Aunty, terimakasih banyak karena begitu peduli kepada keluarga Kami. Terimakasih Aunty"


Amanda menatap Cla dan Kendra. Cla dan Kendra tersenyum melihat kabaikan yang ada dalam diri Amanda.


"Jangan sungkan ya Sayang. Aunty pamit dulu"


Amanda dan Kendra pun berpamitan kepada Alea, Alana dan Cla.


"Jaga kesehatan mu ya Sayang" Amanda mencium kedua pipi Cla. Cla menganggukkan kepalanya.


"Kak Cla, terimakasih sudah sangat baik kepada Kami" Alea dan Alan masih terus menangis.


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Jangan jadikan masa lalu sebagai pemisah diantara Kita" Cla mencoba menenangkan.


......................


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, namun Vita masih belum sadarkan diri.


"Mommy, bangunlah. Aku mohon"


Braakk... Pintu terbuka dengan cukup keras. Alea, Alana dan Cla menatap orang yang berdiri di ambang pintu.


"Mommy..." Kevin menangis dan memeluk Vita.


"Maafkan Aku Mommy, Aku benar-benar minta maaf"


Alea, Alana dan Cla menatap Kevin tak percaya. Kevin yang mereka tunggu ada di hadapannya. Kevin yang sangat dirindukan oleh mereka kini ada di hadapannya.


"Mommy, Aku benar-benar anak durhaka karena membuatmu seperti ini. Bangunlah Mommy, Aku di sini. Buka matamu"


Vita menggerakkan jarinya, Kevin menggenggam tangan Vita "Aku disini Mommy, bangunlah"


Dengan perlahan Vita membuka matanya, "Kevin. Kamu Kevin? Kamu pulang nak?" air mata mengalir dari sudut matanya.


"Iya Aku pulang Mommy. Maafkan Aku... Maafkan Aku..." Kevin menangis dan mencium tangan Vita.


Alea, Alana dan Cla pun meneteskan air matanya. Alea dan Alan menghampiri Kevin dan Vita kemudian memeluk Kevin.


"Kak..."


Kevin menatap Alea kemudian memeluknya "Maafkan Aku karena sudah membuatmu khawatir"


Kevin menatap Alana dan kembali memeluknya. Matanya kini tertuju pada sosok wanita yang kini menatapnya namun tidak berani mendekatinya. Air mata sudah membasahi pipinya.


"Cla..."


Cla tidak menjawab, hanya air matanya yang terus mengalir di pipinya. "Maafkan Aku Cla" Kevin memeluk Cla dan Cla pun membalas pelukan Kevin.


"Maafkan Aku juga Kak"


Kevin menempelkan jarinya di bibir Cla, "Ssstt, ini bukan salahmu Sayang" Kevin kembali memeluk Cla.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Nah Kevin akhirnya Kamu datang πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί...

__ADS_1


...Menurut Kakak Zheyeng semuanya, apakah Kevin akan memaafkan masa lalu Ziano? 😰😰😰😰...


__ADS_2