
Sore hari Kevin datang menjemput Cla, wajahnya sangat murung.
"Hai Kak, maaf Aku tadi bertemu dengan Qiara. Jadi ngobrol dulu sebentar" Cla masuk ke dalam mobil dan mengecup pipi Kevin.
Kevin hanya tersenyum dan memasangkan sabuk pengaman milik Cla.
"Kak? Kamu sehat kan? Kamu baik-baik saja kan?"
"Iya... Kenapa Cla?"
"Kamu... Baik-baik saja kan Kak?"
"Iya.. Aku baik-baik saja"
"Bohong, cerita sama Aku Kak"
"Tidak apa-apa Cla" Kevin mengelus kepala Cla.
Kevin menjalankan mobil dengan kecepatan lambat, pikirannya masih tidak fokus.
"Kenapa Kak?"
"Cla... Kalu misalkan orang tua Kita benar-benar tidak merestui, apa yang akan Kamu lakukan?"
"Kenapa Kak? Bukankah Mommy dan Daddy sudah menyetujui hubungan Kita. Kenapa Kak?"
"Aku... Aku masih belum tau siapa ibu kandung ku Cla"
"Aunty Vita, dia Ibumu Kak. Sudah jangan terlalu dipikirkan"
"Tapi itu penting"
"Kenapa?"
"Bagaimana kalau..."
"Kalau apa Kak?"
Kevin menghentikan mobilnya di pinggir jalan. "Aku... Aku melihat berkas milik Daddy Zi. Ternyata..."
"Ternyata apa Kak? Jangan membuatku takut"
Kevin menggenggam tangan Cla "Aunty Amanda. Dia adalah mantan istri dari Daddy Ziano"
"Apa?" Cla melepaskan genggaman tangan Kevin. "Tidak mungkin Kak. Ini pasti kesalahan. Jika Mommy adalah ibu kandung Kak Kevin, kenapa dia merestui hubungan Kita?"
Kevin membelalakkan matanya "Kamu benar, tidak mungkin mereka merestui hubungan Kita. Kamu benar Cla" Kevin memeluk Cla.
"Tenanglah Kak, jangan terlalu dipikirkan. Aku pun terkejut saat mengetahui masa lalu Mommy, tapi mereka sudah menyelesaikan semuanya dengan sangat baik"
"Kamu benar Cla, maafkan Aku karena Kamu pasti sangat terkejut dengan berita ini. Seharusnya Aku tidak menceritakan ini kepadamu"
"Lupakan saja Kak, semua sudah berakhir"
Kevin mengantar Cla ke rumahnya "Saya pamit dulu Aunty, Uncle"
"Terimakasih sudah mengantar Cla dan menjaganya dengan sangat baik. Hati-hati di jalan nak Kevin" Amanda mengantar Kevin sampai ke parkiran.
"Iya Aunty sama-sama"
Kevin meninggalkan kediaman keluarga Leonard. Perasaannya tidak karuan, dia benar-benar merasa khawatir. "Kenapa Aku merasa khawatir seperti ini. Ah mungkin karena Aku menemukan berita yang tidak seharusnya Aku ketahui"
Sesampainya di rumah, Vita menghampiri Kevin.
"Ayo makan malam nak"
"Baik Mommy. Mana Alea dan Alana?"
"Mereka sedang membersihkan diri di kamar"
"Baiklah, Aku juga mandi dulu ya Mommy"
__ADS_1
Kevin pun pergi menuju kamarnya. Ponselnya berdering menandakan panggilan masuk "Al? Bagaimana?"
"Kami akan pulang sekarang Kak. Doakan Kami semoga selamat sampai rumah"
"Iya hati-hati Al. Kami akan menunggu kalian di rumah"
"Iya Kak, sampaikan salamku untuk Mommy, Alea dan Alana"
Panggilan pun berakhir. Kevin membersihkan dirinya di kamar mandi.
Setelah berkumpul, Kevin menceritakan kalau Alex dan Ziano akan segera pulang.
"Wah Aku akan menunggu kedatangan mereka"
"Iya, Kita bisa begadang sepanjang malam" Alea dan Alana nampak bersemangat.
"Aku percaya" Kevin tertawa.
"Kak Keviiiiin"
"Tidak lama lagi kalian pasti akan berada di alam mimpi"
"Tidak, Kami akan menunggu kedatangan Daddy dan Alex"
"Iya, Aku percaya" Alex pun tertawa dan kembali menuju kamarnya.
"Aku istirahat duluan ya"
"Iya istirahat saja nak. Selamat malam"
Kevin menatap langit-langit kamar "Apa Aku harus berhenti mencari orangtua kandungku?" Tiba-tiba dia teringat saat berusia tiga tahun. Seorang wanita membawanya ke dalam sebuah gudang yang tidak terpakai. "Siapa wanita itu? Tidak mungkin Ibuku yang melakukannya"
Kevin mencoba mengingat kembali, namun bayangan wajah wanita itu tetap tidak dapat dia ingat. Hingga akhirnya Kevin tertidur.
......................
Tengah malam, kamar Kevin diketuk dengan sangat keras.
Kevin membuka matanya kemudian membuka pintu.
"Alea? Kenapa?"
"Alex Kak... Alex dan Daddy mengalami kecelakaan"
Kevin langsung meraih jaketnya.
"Dimana Mommy? Alex dan Daddy dimana?"
"Mommy pingan Kak, Alana sedang mencoba menenangkannya. Alex dan Daddy dibawa ke L hospital"
"Jaga Mommy, Aku akan ke rumah sakit sekarang"
Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Jalanan cukup sepi sehingga tidak membutuhkan waktu lama dia tiba di L Hospital.
"Saya Kevin Argora. Dimana Ayah dan Adikku berada?"
"Mereka dibawa ke ruangan IGD Tuan"
Kevin langsung berlari menuju ruang IGD, Dokter Jerry menghampiri Kevin.
"Tuan Kevin"
"Iya dok, bagaimana keadaan Ayah dan Adik Saya?"
"Mereka harus segera melakukan operasi"
"Lakukan yang terbaik, selamatkan mereka Dok"
Dokter Jerry meminta beberapa perawat untuk membawa Ziano dan Alex ke ruangan operasi. Kevin yang melihat mereka tiba-tiba lemas. Dia hampir kehilangan kendalinya.
"Kak Kevin. Aku mendengar kabar"
__ADS_1
"Alex dan Daddy Cla" Kevin memeluk Cla dan menangis.
"Tenanglah nak Kevin, mereka akan baik-baik saja" Amanda dan Kendra menghampiri Kevin.
Dari kejauhan nampak Vita, Alea dan Alana menghampiri Kevin.
"Bagaimana keadaan Alex dan Daddy Kevin?"
"Tenang Mommy, mereka akan baik-baik saja" Kevin menyembunyikan air matanya.
"Dimana mereka? mommy ingin bertemu dengan mereka"
"Mereka... Mereka sedang berada di ruang operasi"
"Operasi?" Vita kembali tidak sadarkan diri.
"Bawa Aunty Vita ke ruanganku. Biarkan dia istirahat disana"
Alana dan Amanda mencoba menyadarkan Vita. Kendra, Kevin, Cla dan Alea kembali duduk di ruang operasi.
Cla menghampiri salah satu perawat dan menanyakan kronologi kejadiannya.
"Tuan Ziano dan Tuan Alex kecelakaan mobil. Mobil mereka ditabrak oleh mobil truk pembawa barang. Sepertinya itu akibat sopir yang mengantuk. Sopir mobil truk meninggal di tempat"
Cla menutup mulutnya "Lalu bagaimana kabar Uncle Ziano dan Alex?"
"Mereka kehabisan banyak darah, terdapat pendarahan hebat dari bagian kepala"
Cla kembali dengan keadaan tidak berdaya, air mata mengalir di pipinya.
"Bagaimana keadaan Daddy dan Alex Kak?" Alea menghampiri Cla.
"Aku belum tau pasti, tapi Kita doakan yang terbaik untuk mereka"
Mereka menunggu di depan ruang operasi hingga matahari sudah terbit.
Dokter Jerry keluar dari ruangan operasi "Tuan Kevin, Anda bisa ikut Saya ke ruangan"
Kevin menghampiri Dokter Jerry di ruangannya.
"Bagaimana keadaan mereka dok?"
"Operasi berjalan dengan lancar. Tapi, Tuan Ziano kehilangan banyak darah. Kita membutuhkan transfusi darah secepatnya"
"Ambil darah Saya dok"
"Baiklah, Anda akan melakukan beberapa pengecekan terlebih dahulu. Silahkan ikuti Saya"
Kevin menuju lab untuk melakukan pemeriksaan. Setelah itu, dia kembali menunggu di ruang tunggu.
"Kenapa mereka melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Bukankah seorang Anak sudah pasti cocok dengan Ayahnya"
Tidak lama kemudian seorang perawat memanggil Kevin. Cla mengikuti Kevin ke ruangan.
"Mohon maaf Tuan, darah Anda tidak cocok dengan darah pasien. Pasien membutuhkan golongan darah O+ sedangkan Anda memiliki golongan darah B+"
"Apa? Tidak mungkin. Dia Ayahku"
"Tapi mohon maaf Tuan, dari hasil tes menunjukkan tidak ada kecocokan"
Kevin nampak sangat lemas, bagaimana mungkin dia tidak memeliki kecocokan dengan Ziano. Kecuali kalau...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa tinggalkan jejak Kakak Zheyeeenk......
...yang masih bingung dengan alur, silahkan mampir ke novelku "Istri Ceo"...
__ADS_1
...Terimakasih 🥰🥰🥰...