Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)

Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)
Episode 30


__ADS_3

Pagi hari Cla menghampiri Amanda dan Kendra. Cla memeluk Amanda, "Mommy"


"Iya Sayang, kenapa?"


"Apa tidak apa-apa Aku meninggalkan Kalian lagi?"


"Kenapa Princess? Apa Kamu ragu?" Kendra duduk di samping Cla.


"No Daddy, Aku hanya merasa tidak enak karena meninggalkan Kalian"


"Sayang, lihat Mommy" Cla duduk di hadapan Amanda. "Mommy sangat merindukan mu, Mommy sangat senang saat bisa berkumpul kembali dengan mu. Tapi Sayang, Mommy tidak akan menghalangi masa depan mu. Raihlah. Tidak ada yang bisa menghalangi mu. Mommy dan Daddy mendukung mu Sayang"


"Mommy mu benar Cla. Daddy tidak akan memaksa ataupun menghalangi mu selama itu baik untuk mu. Daddy dan Mommy sudah mempertimbangkan keinginan mu. Kamu masih muda nak, raihlah mimpi dan cita-cita mu. Kami akan selalu mendukung mu. Kami pun menginginkan masa depan yang cerah bagimu Sayang"


Cla menatap Amanda dan Kendra bergantian, "Aku sangat beruntung mempunyai orang tua seperti Mommy dan Daddy. Aku sangat mencintai Kalian. Tunggu Aku kembali, Mommy, Daddy" Cla memeluk keduanya.


Air mata Amanda jatuh begitu saja, Kendra yang menyadarinya segera mengusap air mata tersebut seraya menggelengkan kepalanya.


"Terimakasih Mommy, Daddy. Aku akan mengkonfirmasi kalau Aku bersedia melakukan pendidikan di sana" Cla nampak semangat.


"Iya Sayang"


Cla kembali ke kamarnya, Amanda menatap kepergian Cla. "Bie..."


"Hanya sementara Sayang"


Amanda menganggukkan kepalanya dan Kendra memeluknya.


Di dalam kamar Cla segera membuka laptopnya, dia membuka website dari universitas yang dia inginkan.


Setelah Cla memasuki website tersebut, Cla melihat cincin yang terbuat dari bunga dan mulai mengering yang dia simpan rapi di dalam kotak transparan.


"Kak Kevin, Aku harap Kamu seperti kedua orangtua ku. Bisa mensuport ku, mewujudkan keinginanku. Walaupun Aku tau, di belakang ku mereka sangat sedih"


Cla meraih kotak tersebut kemudian meraih ponselnya dan melakukan video call kepada Kevin.


Dalam hitungan detik, Kevin menerima panggilan dari Cla.


"Hai Sayang"


"Hai Kak, gimana kabarnya?"


"Baik, hanya semalam tidurku benar-benar nyenyak, tidak bisa diganggu oleh siapapun, termasuk Alea" Kevin tertawa.


"Jangan bilang saat ini Kamu baru bangun Kak"


"Nggak lah Cla, Aku udah mandi. Coba lihat ini" Kevin memperlihatkan seluruh tubuhnya.


"Apa bedanya? Kamu menggunakan kaos dan celana boxer Kak, tidak ada bukti sudah mandi" Cla tertawa.


"Peluk Aku, Kamu pasti akan tau" Kevin merentangkan tangannya.


Cla hanya tertawa, "Kak, ada yang mau Aku bicarakan lagi" raut wajahnya seketika berubah.


"Masalah pendidikan itu Cla?"

__ADS_1


"Iya, Aku akan mengkonfirmasi saat ini. Tapi Aku akan menolaknya kalau Kak Kevin tidak menginginkannya"


"No Cla, Aku tidak bilang tidak menginginkannya. Aku mendukung apapun keputusanmu. Selama itu baik untukmu"


"Beneran Kak?"


"Iya honey. Kamu adalah calon ibu dari anak-anak ku. Mereka pasti akan sangat bangga karena lahir dari rahim seorang perempuan hebat sepertimu"


"Benarkah? Baiklah Aku akan mengkonfirmasinya saat ini juga Kak" Cla mengarahkan kamera ke layar laptop yang saat ini tengah menampilkan website dari universitas impiannya.


"Iya Sayang, Aku akan selalu mendukungmu. Ingat itu ya"


"Terimakasih Kak, Aku sangat mencintaimu. Aku sangat beruntung dikelilingi orang-orang yang sangat menyayangiku"


"Tentu Cla, Kamu orang yang baik. Sudah pasti Kamu akan dikelilingi orang-orang yang sangat menyayangimu"


Cla pun mengklik ketersediaanya. "Aku sudah mengkonfirmasinya Kak. Mungkin dua hari lagi Aku akan berangkat"


"Iya Cla, jaga kesehatan mu ya"


"Iya Kak, terimakasih ya"


Cla mengakhiri panggilannya kemudian kembali merebahkan tubuhnya. "Aku harus menghubungi Nathan dan Nathar. Semoga saja mereka menyetujui keputusanku"


Cla memilih untuk menyiapkan beberapa barang yang akan dia bawa. Cla membawa cincin bunga yang diberikan oleh Kevin.


Amanda menghampiri Cla, "Sudah siap-siap sayang?"


"Iya Mommy, Aku sudah mengkonfirmasi ketersediaanku. Aku janji akan sering pulang" Cla nampak murung.


"Sayang, Mommy baik-baik saja. Mommy senang Kamu bisa mencapai impian mu. Kebahagiaan Mommy adalah melihat mu bahagia, melihat mu sukses dan melihat mu mendapatkan apa yang Kamu inginkan"


"Terimakasih Mommy"


"Yakinkah hati mu Sayang, Mommy tidak akan mengijinkan mu berangkat jika Kamu tidak yakin"


"Baik Mommy, Aku sudah yakin" Cla memeluk Amanda.


"Mommy..."


"Iya Sayang"


"Apa Nathan dan Nathar tidak akan kecewa padaku? Mereka tinggal di USA karena ingin Aku bersama Kalian"


"Tidak Sayang, Mereka akan mendukung apapun yang terbaik untukmu. Mereka sangat menyayangi mu"


"Terimakasih sudah menjadi Mommy yang baik untuk ku"


"Terimakasih sudah membuat Mommy bangga dengan prestasi mu"


......................


Waktu kepergian Cla pun sudah tiba. Kendra, Amanda dan Kevin mengantarkan Cla ke bandara.


"Aku akan sering menghubungi Kalian"

__ADS_1


"Tentu Kamu harus sering menghubungi Kami, kalau tidak maka Aku akan menyusulmu kesana" Kevin tertawa.


"Tidak, Kak Kevin harus menjaga kedua orangtua ku. Oh waktunya hampir tiba, Aku berangkat ya" Cla memeluk Amanda, Kendra dan Kevin.


"Aku akan sangat merindukan mu Cla"


"Aku juga Kak"


"Hati-hati Sayang. Segera hubungi Mommy jika pesawat yang Kamu tumpangi sudah landing"


"Oke Mommy" Cla kembali memeluk Amanda.


Kendra memeluk Amanda dan Cla.


Cla pun pergi meninggalkan mereka. Setelah kepergian Cla, air mata Amanda mengalir begitu saja.


"Sayang, Cla akan baik-baik saja. Dia anak yang hebat, anak yang mandiri. Sama seperti mu"


"Tetap saja Aku mengkhawatirkannya Bie"


Kendra menuntun Amanda menuju mobil. Kevin pun berpamitan.


Sepanjang perjalanan Kevin terus memikirkan Cla. Sebenarnya dia sangat berat membiarkan Cla pergi. Namun dia tidak ingin Cla merasa ragu apalagi membatalkan pendidikannya.


"Semoga Kamu baik-baik saja Cla"


Sesampainya di kediaman keluarga Argora, Kevin melihat Ziano sedang berada di ruang kerjanya.


"Daddy? Sedang apa?"


"Daddy sedang mencari file data klien Kita. Daddy akan meminta Alea dan Alana untuk segera mengirimkan undangan perihal pengangkatan mu sebagai presiden direktur"


"Biarkan Aku yang mencarinya Daddy, Daddy tunggu saja"


Ziano mundur dari layar laptopnya, Kevin mengambil alih laptop Ziano.


Tidak butuh waktu lama, Kevin pun menemukan file yang diminta oleh Ziano.


"Kirimkan kepada Alea dan Alana. Daddy sudah berbicara dengan mereka"


"Baik Daddy" Kevin pun mengirimkan beberapa file tersebut.


"Siap-siaplah. Hari senin Kita akan mengadakan pesta perayaanmu"


"Terimakasih Daddy" Ziano memeluk Kevin.


Kevin hendak pergi menuju kamarnya, namun Alex menghampirinya.


"Kak Kevin, terimakasih karena sudah menerima tawaran Daddy. Daddy mengijinkan ku untuk meneruskan pendidikan ku di bidang arsitek" Alex memeluk Kevin.


"Dasar bocah, seharusnya Kamu yang ada di posisi itu" Alex pun tertawa.


"Tidak Kak, Kamu yang lebih layak. Aku mendukungmu. Sekali lagi terimakasih ya Kak Kevin. Dan selamat menjadi presiden direktur perusahaan Z"


"Iya terimakasih. Sukses juga untuk pendidikan mu Al" Kevin menepuk pundak Alex.

__ADS_1


Kevin merebahkan tubuhnya di atas kasur dan memikirkan Cla kembali.


__ADS_2