Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)

Regenerasi Cinta (Istri Ceo 2)
Episode 36


__ADS_3

Pertemuan dengan para pemilik saham di perusahaan Z berjalan lancar. Keadaan perusahaan pun sudah sangat membaik. Kevin menunjukkan kalau dia benar-benar layak menjadi seorang presdir.


Mereka mengucapkan selamat kepada Kevin, termasuk Nayla.


"Selamat Tuan Kevin, Saya merasa sangat beruntung karena bisa bekerja sama dengan Anda"


"Terimakasih Nona Nayla, ini semua berkat kerja sama Kita"


Alea menghampiri Kevin, "Pertemuan sudah selesai, bukankah Kita masih ada agenda lain?"


"Baiklah Saya permisi Nona Nayla, jika ada yang ditanyakan, Anda bisa menghubungi adik Saya, Alana"


Alana menganggukkan kepalanya, Kevin dan Alea pergi meninggalkan ruangan.


Alana menghampiri Nayla "Maaf Nona Nayla, apa ada yang bisa Saya bantu?"


"Tidak... Tidak Nona Alana, terimakasih" Nayla menganggukkan kepalanya dengan sopan.


"Maaf Nona Nayla, Saya..."


"Ada apa Nona Alana? Jangan sungkan"


"Apa Anda sering bertemu dengan Kakak Saya?"


"Maksud Anda Tuan Kevin?"


"Benar"


"Kami pernah bertemu beberapa kali. Itu karena Saya yang masih sangat awam dalam memimpin perusahaan. Tuan Kevin sangat hebat dalam membimbing, Saya sangat beruntung karena mengenalnya"

__ADS_1


Alana membelalakkan matanya, "Apa Kalian sedekat itu?"


"Apa? Tidak Nona Alana, jangan salah paham. Kami hanya sebatas rekan kerja, semoga Anda tidak salah paham"


"Baguslah, karena Kak Kevin juga..." ponsel Alana berdering menandakan panggilan masuk. Dilihatnya nama Alea di di layar ponsel miliknya. Alana segera mengangkat panggilan dari saudara kembarnya.


"Alana, apa semua sudah selesai? Bantu Aku, Kak Kevin memintaku untuk membereskan berkas bulanan. Kau tau kan kalau tugas itu banyak sekali"


Alana melihat sekitar, hanya tinggal dirinya dan Nayla disana. "Sudah, sudah selesai. Baiklah Aku akan segera kesana"


"Maaf Nona Nayla, sepertinya Saya ada pekerjaan lain"


"Tidak apa Nona Alana, Saya juga akan segera keluar dari ruangan ini. Terimakasih Nona Alana, permisi" Nayla menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan ruangan.


"Sayang sekali jika perempuan secantik dan sebaik Nona Nayla menjadi pelakor" Alana menghela nafas panjang.


Alana bergegas menuju ruangan Kevin, "Darimana saja Kamu? Kenapa baru kemari? Tugas Kita banyak"


"Benarkah? Kita harus lebih mengawasi mereka. Aku tidak ingin gara-gara masalah pekerjaan lalu mereka saling nyaman dan..."


"Tidak, Kita tidak akan membiarkan itu terjadi" Alana nampak tidak terima. "Apalagi Aku melihat sorot mata teduh pada pandangan Nona Nayla. Kita tidak boleh membiarkan Kak Kevin terhipnotis oleh pandangannya" Alana melanjutkan.


"Benar, mulai saat ini Kita harus mengikuti kemana pun Kak Kevin pergi"


Alea dan Alana melanjutkan pekerjaannya saat Kevin kembali masuk ke ruangannya.


"Jika pekerjaannya masih banyak, Kalian boleh melanjutkannya besok. Jangan terlalu memaksakan" Kevin mengusap kepala kedua adiknya.


"Iya Kak"

__ADS_1


"Oh ya apa di ruangan semuanya sudah pulang?"


"Sudah Kak, Aku yang terakhir keluar dari ruangan itu"


"Aku lupa memberikan berkas ini untuk Nona Nayla, dia membutuhkannya"


"Nona Nayla?"


"Iya, sepertinya Kita akan pulang lebih awal. Aku akan menghampirinya terlebih dahulu di perusahaannya"


"Tapi Kak, seharusnya dia yang mengambilnya kemari. Kenapa Kak Kevin harus mengantarkannya?" Alea nampak tidak terima.


"Tidak apa-apa, Kakak hanya membantunya"


"Kalau begitu Kami ikut" Alea segera berdiri dari posisinya.


"Benar, Kami ikut" Alana pun ikut berdiri.


Kevin menghela napas panjang melihat tingkah kedua adik kembarnya.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Maaf yaa Kak, Aku slow Up...


...Tapi Aku pastikan cerita ini tidak akan berakhir begitu aja. Aku pasti lanjut ko....

__ADS_1


......Makasih yaa buat Kakak Zheyeeenk yg masih setia dg karyaku......


...Salam Sayang untuk Kalian 🥰🥰...


__ADS_2