
Vita merasa sangat bahagia saat Kevin menyuapi bubur untuknya. "Terimakasih Kamu sudah mau menemui Mommy kembali. Mommy tau semuanya, Cla menceritakannya kepada Mommy. Mommy minta maaf karena merahasiakan ini semua darimu. Mommy takut... Mommy takut Kamu meninggalkan Kami semua. Mommy menyayangmu Kevin, jangan ragukan kasih sayang Mommy"
"Kevin yang seharusnya minta maaf Mommy, Kevin membuat Mommy seperti ini. Maafkan Kevin karena sempat meninggalkan Mommy tanpa kabar. Maafkan Kevin karena meragukan kasih sayangmu"
"Tidak Sayang, Mommy sangat senang Kamu kembali. Tolong maafkanlah masa lalu Daddy. Dia sudah berubah sejak Kamu hadir dalam hidupnya."
"Aku tidak tau pasti ceritanya seperti apa. Tapi Aku sangat bersyukur mempunyai orangtua seperti kalian. Aku bersyukur bisa mempunyai keluarga yang begitu sempurna"
"Kamu menyempurnakan hidup Kami" Vita menggenggam tangan Kevin.
......................
Pagi hari Vita bisa kembali pulang setelah dinyatakan stabil.
"Aunty, Aku pamit ya. Maaf Aku tidak bisa mengantar Aunty sampai rumah" Sesampainya di depan rumah sakit, Cla berpamitan kepada Vita.
"Terimakasih Sayang,Kamu sudah banyak membantu keluarga Kami. Sampaikan salamku untuk Kak Manda dan Kak Kendra. Maaf Kami merepotkan anak gadisnya" Vita mengusap kepala Cla.
"Tidak apa-apa Aunty, akan Aku sampaikan kepada Mommy dan Daddy. Bye Alea, Alana"
"Byee Kak Cla. Terimakasih"
Cla hendak meninggalkan mereka, namun Kevin datang dengan mobilnya.
"Mau kemana Cla?"
"Aku mau pulang Kak, hati-hati ya"
"Tunggu dulu" Kevin segera turun dari mobilnya. "Ikutlah denganku, ada begitu banyak cerita yang ingin Aku sampaikan"
"Tapi Kak..."
"Kamu tidak merindukanku?"
"Tapi..."
"Ikutlah denganku, Kita akan mengantar Mommy, Alea dan Alana. Setelah itu Kita akan pergi untuk berbicara"
"Baiklah Kak"
Cla menuntuk Vita untuk duduk di depan. Alea, Alana dan Cla duduk di kursi bagian belakang.
"Kak Kevin... Jangan pergi lagi" Alea nampak merengek.
"Aku tidak akan pergi lagi. Lupakanlah kejadian kemarin. Aku akan selalu ada untuk kalian"
Alea dan Alana nampak sangat bahagi.
......................
Sesampainya di kediaman keluarga Argora, Kevin menuntun Vita menuju kamarnya.
"Boy?" Ziano nampak bahagia.
"Daddy... Maafkan Aku"
"Tidak Boy, Kamu tidak salah. Ini semua salah Daddy, Daddy yang bersalah. Maafkan Daddy, Daddy benar-benar merasa malu kepadamu"
__ADS_1
"Tidak Daddy, Aku bersyukur karena Kamu mau merawatku dengan sangat baik" Kevin duduk di samping Ziano.
"Aku menyayangimu Kevin, tidak peduli Kamu lahir dari rahim perempuan itu. Aku tau Kamu akan tumbuh menjadi anak yang hebat"
"Lalu, siapa perempuan itu Daddy?" Kevin menatap Ziano.
Ziano mengalihkan pandangannya kepada Vita. Vita menggelangkan kepalanya dengan penuh harapan.
"Itu... Itu..."
"Aku ingat dulu ada perempuan yang menculik ku membawaku ke gudang yang sangat gelap. Apa dia Ibu ku?"
"Sayang..." Vita meraih tangan Kevin.
"Tidak Mommy, bayangan itu terus menghantui ku beberapa hari ini. Dia benar ibu ku? Lalu kenapa dia melakukan itu? Dan seingatku, hanya sosok Daddy laki-laki yang selalu berada di sampingku."
"Maafkan Daddy Kevin, itu tidak akan terjadi jika Daddy tidak melakukan kebodohan sejauh itu"
"Setau ku, Aunty Amanda mantan istri Daddy. Lalu siapa ibu ku bagimu?"
"Sayang, biarkan Daddy istirahat dulu. Kamu juga pasti sangat lelah. Cla sudah terlalu lama menunggu mu Sayang"
"Baiklah, istirahat saja dulu Daddy, Mommy. Aku akan pegi mengantar Cla" Kevin memeluk Vita kemudian Ziano.
Ziano nampak sangat terpukul dengan pertanyaan-pertanyaan Kevin. "Tenanglah Mas. Jika memang Kevin ingin tau, jelaskan secara perlahan. Jangan sampai terjadi kesalah pahaman lagi. Aku tidak bisa melihat Kalian berada dalam kesalah pahaman ini"
"Kamu Ibu yang baik untuk Kevin. Aku yakin itu"
"Begitupun Kamu"
......................
"Mau makan apa?"
"Steak saja Kak" Cla menatap sekitar, Cla sangat takjub dengan desain yang digunakan kedai ini.
"Maaf Aku hanya bisa membawa mu kemari"
"Tidak Kak, Aku suka nuansa seperti ini"
"Cla, sebenarnya ada beberapa hal yang belum Aku ketahui"
"Kak, sebaiknya Kita tidak mengetahui apapun daripada itu menyakitkan bagi Kita"
"Tapi Cla.."
"Kak, percayalah. Apapun yang terjadi di masa lalu, Uncle Ziano dan Auntu Vita sangat menyayangi mu. Begitupun Alea, Alana dan Alex. Mereka menyayangi mu dengan tulus Kak"
"Aku tadinya akan mundur dari keluarga mereka. Aku akan mundur dari perusahaan juga akan mulai mencari kehidupanku Cla"
"Kak, mereka membutuhkan mu. Jangan lakukan itu Kak. Uncle Ziano sudah tidak bisa memikul perusahaan lagi. Jadi Aku rasa ini waktu yang tepat Kakak membalas jasa kedua orangtua Kak Kevin. Kak Kevin lebih tau, bagaimana tulusnya mereka kepada Kak Kevin"
Kevin nampak berkaca-kaca kemudian memeluk Cla, "Terimakasih Cla. Aku benar-benar snagat beruntung bisa mengenalmu. Terimakasih selalu ada untuk ku. Aku mencintaimu Cla. Aku mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu Kak Kevin. Aku mohon, jangan pernah tinggalkan Aku lagi. Aku benar-benar merasa sangat bersalah saat Kamu pergi begitu saja" Cla mulai meneteskan air matanya.
"Tidak Cla, Aku seharusnya mendengarkan penjelasan mu terlebih dahulu"
__ADS_1
Perut Cla tiba-tiba berbunyi, Kevin tertawa "Kamu lapar?"
"Tidak Kak, ini hanya masuk angin" Pipi Cla memerah.
"Seharusnya Kamu makan makanan bukannya makan angin"
Cla memukul pundak Kevin kemudian memegangi perutnya.
Makanan pun tiba, Cla makan dengan lahap. Sudah beberapa hari ini dia tidak makan dengan baik. Pikirannya benar-benar sangat kacau.
"Cla, jika Aku memutuskan pergi dari keluarga Argora, apa Kamu masih mau menjadi kekasihku?"
"Tentu saja tidak"
"Apa? Kenapa?" Kevin nampak terkejut.
"Kak, kalau Kakak pergi begitu saja, berarti Kakak tidak mempunyai kepribadian yang baik. Aku tidak ingin anak-anakku kelak meniru kepribadian mu"
"Kamu benar Cla" Kevin mengacak rambut Cla.
"Kemarin Kak Kevin kemana saja?"
"Kemarin Aku tidur di penginapan yang menyediakan jasa berkemah. Aku merindukan masa kecilku, maka dari itu aku pergi kesana"
"Wah wah enak sekali ya berkemah. Kami disini mengkhawatirkan mu" Cla mencubit pinggang Kevin.
Kevin pun tertawa dan memeluk Cla. "Aku tidak akan melakukannya lagi, Aku janji"
"Harus janji"
"Tapi Cla, di sana tempatnya sangat indah. Kamu ingat tempat Kita makan malam waktu itu? Tempat berkemahnya ada di sekitar sana"
"Benarkah? Kenapa tidak mengajakku?" Cla nampak kesal.
"Baiklah baiklah bu dokter. Sebagai permintaan maafku, akhir pekan Aku akan mengajakmu kesana."
"Janji ya"
"Iya janji, mana mungki Aku berani membohongimu"
Merekapun seperti melupakan kejadian hari kemarin. Cla berhasil membuat Kevin yakin akan cinta dan kasih sayang keluarga Argora.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
......Ayoo tinggalkan jejak yaa.........
...Oh ya untuk visual kemarin ada yg komen "Gantengan Alex daripada Kevin". Lah di cerita kan ngga ada keterangan Kevin lebih ganteng daripada Alex kan? Jadi bebas dong 😂...
...Terus ada yang tanya visual Nathan dan Nathar. Surprise... Next Aku bakalan bikin cerita di novel yang berbeda. Hayoo ada request ngga ceritanya mau kaya gimana? 😄😄😄...
......Ayoo ayoo like, komen dan vote ya Kakak Zheyeeenk, supaya Aku semangat juga.......
...Komennya jangan cuma "Up" atau "Lanjut" aja, berikan komentar terbaikmu 😘😘...
__ADS_1