
Alex mengantarkan Anna ke tempatnya menginap. Dilihatnya Tuan Damien yang nampak khawatir.
"Babby, Daddy sangat khawatir kepada mu. Kenapa Kamu pergi begitu lama?"
"Maaf Daddy, Aku bertemu Tuan Alex sehingga Kami pergi berbincang sebentar"
Alex menghampiri Tuan Damien dan memberikan salam.
"Maaf Tuan, Kami tidak sengaja bertemu dan Saya mengajak Anna berbincang sebentar"
"Tidak apa-apa Tuan Alex. Saya hanya khawatir. Anna tidak pernah pergi sendiria. Tapi Saya senang karena Anda menemani putri ku"
"Iya Tuan. Kalau begitu, Saya pamit dulu"
Alex pun pergi meninggalkan Tuan Damien dan Anna.
"Apa dia orang yang baik?" Damien mengajak putrinya untuk segera masuk menuju lift.
"Tentu Daddy, dia sangat cuek bahkan dingin. Tapi Aku yakin, dia mempunyai hati yang sangat lembut. Sebenarnya dia sangat peduli" Anna menceritakan dengan sangat antusias.
"Benarkah?" Damien melihat pancaran kebahagiaan dari mata Anna.
"Benar Daddy, Aku sudah bertemu dua kali. Dia tidak banyak bicara, namun sangat memperhatikan" Anna tersenyum senang.
"Apa Kamu menyukainya?"
Anna cukup terkejut mendengar pertanyaan tersebut dari Damien.
Pintu lift terbuka "Ayo Daddy"
Anna mengantar Damien ke kamarnya.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku Babby"
"A...Aku tidak mungkin begitu saja menyukai seseorang Daddy" Anna nampak gugup.
"Mata mu tidak berkata demikian"
__ADS_1
"Daddy... Aku tidak akan mencintai siapa pun selain Daddy. Aku ingin memberikan seluruh cinta ku untuk mu. Lagian, Aku tidak boleh mencintai Al"
"Kenapa? Apa dia mempunyai kekasih?"
"Tidak. Maksud ku tidak tau Daddy. Tapi yang pasti, Aku tidak ingin membuat banyak orang merasa sakit saat kehilangan ku" Anna menundukkan kepalanya.
"Babby, jangan putus asa seperti itu. Kita sedang berjuang untuk kesembuhan mu" Damien menggenggam tangan Anna.
"Tapi Daddy, penyakit ini bagaikan bom waktu untuk ku. Aku tidak tau kapan bom ini akan meledak"
"Lalu apa Kamu ingin Daddy sendirian yang sakit karena kehilangan mu?"
Anna dan Damien seketika terdiam, Anna memeluk Damien.
"Aku tau, tapi paling tidak Aku memberikan seluruh cintaku untuk mu Daddy" Anna memeluk Damien.
"Aku yakin Kamu akan berumur panjang Babby, Kamu gadis ceria yang akan selalu memberikan kesenangan bagi semua yang melihat mu"
Di tempat lain, Alex berbaring di atas tempat tidurnya. Ziano menghampiri Alex.
"Kenapa Daddy?"
"Aku tadi tidak sengaja bertemu dengan Anna"
"Anna?"
"Abreanna. Putri Tuan Damien"
"Oh... Bukankah semalam Kalian bertemu?"
"Aku tidak sengaja bertemu lagi"
"Tidak sengaja?" Ziano tersenyum, lebih tepatnya mengusili Alex.
"Ayolah Daddy, Aku benar-benar menghubunginya dan memintanya untuk bertemu"
Ziano tertawa "Memang apa yang salah jika Kalian memiliki janji untuk bertemu kembali?"
__ADS_1
"Sudahlah Daddy, Aku tidak bisa menyukai seseorang dengan begitu mudah"
"Heii, Daddy tidak bilang kalau Kamu menyukainya" Ziano tertawa. Pipi Alex seketika memerah.
"Sudahlah Daddy..." Alex mengalihkan pembicaraan. "Besok Kita pulang?"
"Tidak, Kita akan memperpanjang hingga satu pekan lagi"
"What? Kenapa?"
"Ada permasalahan dengan perusahaan di Kota sebelah. Jadi Daddy akan melakukan kunjungan untuk beberapa hari"
"Apa Kita perlu mencari penginapan baru?"
"Tidak, hanya membutuhkan waktu empat puluh menit untuk menempuh tempat itu"
"Baiklah"
"Kamu bisa menghabiskan banyak waktu dengan Abreana Al"
"Daddy..."
Ziano tertawa dan meninggalkan kamar Alex.
Alex segera menghubungi Vita untuk memberikan kabar, namun tiba-tiba. "Lalu bagaimana hubungan mu dengan Abreana?"
"Mommy?"
"Daddy menceritakan semuanya"
Alex hanya menarik nafas panjang. Memang tidak akan ada rahasia antara Mommy dan Daddy nya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
......😉😉😉😉......