Revenge For Love

Revenge For Love
Tidak sanggup


__ADS_3

Aluna perlahan membuka matanya.


Ia mengedarkan pandangannya ke ruangan dimana ia berada saat ini.


Ruangan yang baru, pikirnya.


Ia kemudian bangun dari tidurnya.


Matanya kemudian tertuju pada tangan kirinya yang berbalut perban.


Ia mencoba mengingat kejadian terakhir kali yang ia alami.


Seketika memori saat Malam Resepsi Pernikahan muncul di pikiran Aluna.


Pada saat itu, ia mencoba melarikan diri dari pesta.


Namun ia gagal karena Russel mengetahui niatnya.


Pria itu menariknya dan kemudian membawanya ke hotel.


Ya, Russel berniat memperkosanya hingga ia akhirnya memutuskan untuk menyayat tangannya sendiri.


Saat itu, ia tidak memiliki cara lain lagi.


Lebih baik ia mati, dari pada harus disentuh oleh Russel.


Aluna mengedarkan pandangannya lagi.


Berbagai pertanyaan mulai mucul di pikirannya.


Tapi, mengapa ia berada di ruangan ini?


Bukankah kemarin Russel membawanya ke hotel itu?


Mengapa ia tidak dirawat di sana saja?


Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka.


Russel masuk dengan tatapan datar sambil berjalan mendekatinya.


Sontak hal itu membuat Aluna bergerak menjauh.


Ia masih mengingat perlakuan bejat Russel yang mencoba memperkosanya di malam itu. Sebenarnya ia juga tidak ingin melihat wajah Pria itu.


"Kamu sudah bangun rupanya.


Baguslah, dengan begitu pengawalku tidak perlu repot-repot mengangkat tubuhmu."


"Apa maksudmu? " ucap Aluna dengan nada tinggi.


"Aku pikir keadaanmu sudah pulih seutuhnya.


Dan aku mulai tidak yakin bahwa kamu adalah seorang pasien."


Aluna masih menatapnya.


Russel tersenyum tipis melihat raut wajah Aluna saat ini.

__ADS_1


Gadis itu pasti ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaannya tadi.


"Kita akan meninggalkan Indonesia dan pindah ke Amerika."


Perkataan Russel membuat Aluna sangat terkejut.


"Pindah ke Amerika?


Tidak, aku tidak mau.


Kau tidak akan bisa memaksaku.


Aku tidak akan meninggalkan Indonesia.


Kau tahu aku gadis yang nekat, bukan? "


"Jangan membuat ulah lagi Aluna!


Kamu sudah membuat semua orang curiga karena pergi meninggalkan acara resepsi pernikahan.


Aku juga bahkan harus melakukan segala cara untuk menyembunyikan keadaanmu dari media.


Dan sekarang, kita harus pergi meninggalkan Indonesia karena ulah mu itu.


Tapi kamu malah menolak untuk pergi.


Kamu sudah menghancurkan segalanya Aluna.


Kamu bukan hanya mengancurkanku saja, tapi juga dirimu sendiri dan Ibumu."


"Aku sama sekali tidak peduli dengan apapun"


Tapi sepertinya aku harus melakukan cara terakhir ini agar bisa membuatmu menuruti perkataanku."


Aluna mengerti maksud perkataan Russel.


Pria itu pasti ingin mengancamnya lagi.


Russel tersenyum kemenangan.


"Kamu tahu aku pria yang nekat juga bukan?


Aku bisa menyuruh orang-orangku untuk membunuh pria itu saat ini juga!"


Mata Aluna mulai berkaca-kaca.


Lagi-lagi ia tidak bisa menolak permintaan Russel.


Ia tidak punya pilihan selain menuruti Pria itu.


Tapi, ia tidak sanggup untuk pergi.


Ia tidak akan sanggup meninggalkan Axel.


Paling tidak, ia harus bertemu dengan Axel terlebih dahulu.


Ia ingin menceritakan segalanya, dan meyakinkan Axel bahwa selamanya ia hanya akan mencintainya.

__ADS_1


"Bagaimana sayang?


Kamu mau ikut pergi denganku kan? "


Aluna berusaha menahan air matanya.


Ia tidak ingin terlihat lemah di depan Russel.


"Aku mau ikut pergi denganmu, asalkan Ariana juga ikut bersama kita."


"Ariana?


Gadis yang meriasmu saat Pernikahan? "


"Ya, aku ingin dia ikut bersama kita."


"Apa kamu gila?


Mengapa kamu ingin membawa gadis itu juga? "


"Itu bukan urusanmu. Yang terpenting, aku ingin Ariana ikut pergi ke Amerika."


Russel menarik napas panjang.


"Baiklah, aku akan menghubunginya nanti."


Russel kemudian pergi dari ruangan itu.


Setelah kepergian Russel, Aluna tidak bisa menahan tangisnya.


Ia langsung menangis sejadi-jadinya.


Sebentar lagi, ia akan pergi ke Amerika.


Itu artinya, ia akan meninggalkan Axel juga.


Sungguh semuanya semakin rumit.


Kisah cintanya kian berakhir.


Pernikahannya dengan pria lain, dan kini ia harus pergi meninggalkan pria yang dicintainya.


"Apa yang harus aku lakukan?


Apa? "


Aluna memukul-mukul ranjang.


Ia sungguh tidak sanggup untuk melanjutkan hidupnya lagi.


Semuanya terasa sia-sia tanpa kehadiran Axel di sisinya.


Selama ini ia juga bertahan karena Axel.


Axel sangat berarti baginya.


Aluna semakin meluapkan perasaanya.

__ADS_1


Bagaimana jadinya hidupnya kedepannya?


Bersambung...


__ADS_2