Revenge For Love

Revenge For Love
Bulan madu


__ADS_3

"Kakak akan membawaku kemana?"


"Tenanglah sayang.


Kau akan mengetahuinya setelah kita sampai di sana."


Axel tersenyum melihat semua yang telah dipersiapkannya.


Malam malam di dekat pantai benar-benar romantis.


Aluna pasti sangat menyukainya.


Axel membuka penutup mata yang digunakan Aluna.


Aluna kemudian perlahan membuka matanya dan melihat sekelilingnya.


Lilin-lilin tampak berjejer di sana dengan meja yang berada di tengah.


Di atas meja itu ada makanan dan minuman.


Dan yang lebih mengejutkan, ternyata saat ini mereka berada di dekat pantai.


Benar-benar menakjubkan.


Ia kemudian melihat ke arah Axel yang menghampirinya dan membawa bunga lily di tangannya.


Axel memberikan bunga itu padanya dan ia kemudian menerimanya.


"Kakak yang mempersiapkan semuanya ini?"


"Tentu saja sayang.


Kita sebelumnya tidak sempat berbulan madu.


Aku mempersiapkan semuanya untuk bulan madu kita yang tertunda."


Aluna tersenyum haru.


"Apa kamu menyukainya?"


"Sangat Kak.


Aku sangat menyukainya."


Aluna kemudian memeluk Axel dengan erat.


"Terima kasih Kak."


"Sama-sama sayang."


Aluna melepaskan pelukannya.


Axel tersenyum dan kemudian mengecup keningnya dengan lembut.


"Ayo kita makan.


Makanan sudah siap."

__ADS_1


Axel menggenggam tangan Aluna dan kemudian membawanya ke meja yang telah dipersiapkan.


Mereka makan bersama dan kemudian saling berbincang.


Tiba-tiba muncul beberapa orang dengan alat musik di tangan mereka.


Axel berdiri dan kemudian mengulurkan tangannya padanya.


Aluna menatap Axel dengan bingung.


"Ayo kita berdansa Luna."


Aluna tersenyum dan kemudian menerima uluran tangan Axel.


Mereka berdansa mengikuti alunan musik yang indah.


"Kapan Kakak mempersiapkan semua ini?


Tempat ini dan semua kejutan."


"Aku mempersiapkan semuanya 2 hari yang lalu sayang.


Aku Suami yang romantis bukan?"


Aluna terkekeh mendengar ucapan Axel.


"Aku akui Kakak memang Suami yang romantis dan penuh kejutan.


Aku benar-benar sangat beruntung."


"Oh jangan membuat aku menciummu saat ini Aluna.


Aluna tersenyum.


Sebuah ide kemudian muncul di pikirannya untuk menggoda Axel.


Aluna memajukan wajahnya dan kemudian mengecup bibir Axel.


Aluna melepaskan bibirnya dan menatap Axel yang terdiam membisu.


"Oh aku benar-benar tidak tahan lagi sayang."


Axel langsung mencium bibir Aluna dengan lembut.


Aluna perlahan mengalungkan tangannya pada leher Axel.


Alunan musik mengiringi percintaan mereka.


--


Aluna dan Axel menginap di hotel.


Keesokan paginya, mereka berjalan bersama ke pantai sambil berpegangan tangan.


Senyuman terpancar di wajah keduanya.


"Udaranya sangat sejuk.

__ADS_1


Aku begitu menyukainya?"


"Kau menyukai tempat ini?"


"Hem.."


"Kita bisa tinggal di sini jika kau mau sayang."


"Tidak Kak.


Tempat ini memang menyenangkan.


Tapi aku lebih menyukai rumah kita.


Di sana selalu ada kebahagiaan setiap kali kita bersama orang-orang terdekat kita.


Aku tidak mau berjauhan dari mereka."


"Kamu benar sayang.


Kalau begitu, kita bisa sesekali datang ke sini dan mengajak keluarga kita pergi bersama."


"Ide yang bagus Kak.


Akan sangat menyenangkan jika kita liburan keluarga di tempat ini."


"Sayang.."


"Hem..?"


"Sebentar lagi kamu melahirkan dan kita akan bertemu dengan anak kita.


Aku berharap dia sepertimu."


"Anak kita adalah laki-laki Kak.


Tentu dia lebih mirip denganmu."


"Iya aku tahu itu sayang.


Tapi aku ingin ia menjadi sosok yang baik dan kuat sepertimu."


"Aku juga ingin dia menjadi pria yang manis dan penyayang sepertimu Kak.


Dia sangat beruntung memiliki Ayah seperti Kakak."


Axel tersenyum dan kemudian membawa Aluna ke dalam pelukannya.


"Aku ingin selamanya seperti ini.


Bersamamu sampai kita menua nanti."


"Aku juga Kak.


Mari kita jalani kehidupan kita bersama-sama dengan penuh suka cita."


Kebahagiaan yang Aluna miliki saat ini adalah adalah bukti penantiannya selama ini.

__ADS_1


Ia yakin kesabaran akan menghasilkan kebahagiaan.


Walaupun merasa belum juga mendapatkan kebahagiaan itu, tetap bersabar adalah kuncinya.


__ADS_2