Revenge For Love

Revenge For Love
Melepaskanmu


__ADS_3

Ariana pulang dari kantor.


Ia masuk ke dalam apartemen dan melihat ke sekelilingnya.


Semua ruangan tampak gelap dan tidak ada penerangan sama sekali.


Padahal ia dan Aluna berencana akan menonton film malam ini.


Namun karena ada urusan mendadak, ia sedikit terlambat pulang.


Ariana menghidupkan lampu ruang tamu.


Ia kemudian mencari Aluna.


Tidak biasanya apartemen dibiarkan seperti ini.


"Aluna.."


Ariana masuk ke dalam kamar Aluna


Kamar Aluna kosong.


Ia memeriksa kamar mandi, namun Aluna juga tidak ada di sana.


Ia mengedarkan seluruh pandangannya.


Apartemen terlihat begitu kosong.


Apa Aluna pergi sebentar ke suatu tempat?


Matanya kemudian menangkap cahaya yang berasal dari balkon.


Ia kemudian pergi ke sana.


Dan ia begitu terkejut melihat Aluna sedang duduk di lantai dengan kondisi yang kacau.


Air mata menghiasi wajah cantik itu.


Mata Aluna menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.


Ia langsung menghampiri Aluna.


"Aluna..


Apa yang terjadi denganmu?


Mengapa kamu menjadi seperti ini?"


Ia masih mengingat bagaimana raut wajah bahagia Aluna saat ia berangkat tadi.


Dan sekarang semuanya berubah begitu cepat.


"Aluna, aku mohon jawab aku.


Apa yang terjadi denganmu Aluna?"

__ADS_1


Aluna tidak menjawabnya sama sekali.


"Aluna.."


Aluna perlahan memalingkan wajahnya dan menatap Ariana.


"Aku telah begitu jahat padanya Ariana."


"Jahat?


Apa maksud perkataanmu Aluna?"


"Pantas saja ia begitu membenciku.


Dia balas dendam karena aku begitu menyakitinya Ariana."


"Apa yang kamu maksud adalah Kak Axel?


Bukankah sebelumnya kalian berdua baik-baik saja?


Dan kenapa semuanya menjadi seperti ini Aluna?"


"Gadis yang bersama Kak Axe pada saat pertama kali bertemu, tadi sore datang ke sini Ariana.


Dia mengatakan padaku bahwa adalah Kekasih Kak Axel dan mereka akan segera menikah?"


"Apa?


Tapi mungkin saja dia berbohong padamu Aluna."


Namun ia memberitahuku lagi bahwa selama ini Kak Axe telah membohongiku.


Ia berubah dan bersikap baik padaku adalah untuk membalas dendam.


Setelah berhasil, ia akan meninggalkanku selamanya."


"Kamu mempercayai semua yang ia katakan padamu Aluna?


Jujur saja, melihat semua perlakuan padamu selama ini, aku tidak melihat kepalsuan ataupun kebohongan dari dirinya.


James juga memberitahuku bahwa Kak Axel benar-benar mencintaimu Aluna.


Dia sungguh-sungguh ingin kembali denganmu."


"Aku juga tidak percaya dengan ucapannya itu Ariana.


Hanya saja aku sangat merasa bersalah dengan semua yang dialami Kak Axe."


"Apa dia memberitahumu yang lain?"


"Russel membuat Kak Axe dipenjara dangan tuduhan palsu.


Di hari yang sama, Nenek Kak Axel meninggal dunia.


Bahkan ia tidak bisa menghadiri pemakaman Neneknya.

__ADS_1


Dia sendirian menghadapi itu semua Ariana.


Dia sangat membutuhkanku, tapi aku malah menikah dengan pria lain.


Aku begitu jahat kan Ariana?


Aku meninggalkannya di saat ia begitu membutuhkanku di sampingnya.


Aluna kembali mencucurkan air mata.


Ariana kemudian memeluk tubuh Aluna dengan erat.


"Tidak Aluna.


Kamu tidak jahat.


Kamu gadis yang baik.


Kamu melakukan hal itu karena kamu begitu mencintainya."


"Dengar Aluna.


Semua akan baik-baik saja.


Aku yakin hubungan kalian tidak akan memburuk karena masalah ini.


Kalian hanya perlu bicara dan saling mendengar perasaan kalian satu sama lain."


"Aku merasa tidak pantas untuk kembali bersama Kak Axe Ariana.


Dia berhak mendapatkan gadis yang jauh lebih baik dariku.


Aku sudah memutuskan untuk melepaskannya."


"Aluna..


Apa kamu yakin dengan keputusanmu?


Kamu harus mempertimbangkannya terlebih dahulu.


Aku pikir itu keputusan yang sangat cepat."


Ariana tidak mau Aluna menyesali keputusannya nanti.


Karena ia yakin, bahwa semuanya akan baik-baik saja jika Aluna dan Axel saling menyelesaikannya.


Aluna diam sejenak.


Beberapa saat kemudian, ia membuka suaranya.


Ia sudah memutuskan.


"Aku yakin Ariana.


Aku akan melepaskannya."

__ADS_1


__ADS_2