Revenge For Love

Revenge For Love
Menyatukan kembali


__ADS_3

Axel masuk ke dalam apartemen.


James yang sedang menonton tv, mengalihkan pandangannya pada Axel.


Ia mengerutkan keningnya saat melihat wajah Axel.


Tampak murung dan lesuh.


"Axe, kenapa kau pulang begitu cepat?


Ini masih jam 8."


sambil melihat ke arah jam tangannya.


Axel hanya diam dan berlalu begitu saja menuju kamarnya.


James semakin penasaran apa yang tejadi pada Axel.


Padahal Axel tadi mengatakan padanya bahwa ia akan memberikan kejutan pada Aluna.


Dan sekarang apa yang terjadi?


Apa ada sesuatu diantara mereka berdua?


James langsung mengirim pesan pada Ariana untuk menanyakan apa yang terjadi.


Lama menunggu, James masih belum mendapat balasan dari Ariana.


James kemudian berjalan menuju kamar Axel.


Ia menyentuh gagang intu kamar Axel, namun pintu itu terkunci dari dalam.


Axel mengunci kamarnya.


"Axe.."


Ia mengetuk pintu kamar Axel beberapa kali, namun Axel sama sekali tidak menjawabnya atau bahkan membukakan pintu untuknya.


"Apa yang sedang terjadi dengannya?"


--


Keesokan paginya, James bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Ia melihat ke arah kamar Axel.


Axel sama sekali belum keluar dari kamarnya.


Sepertinya ia juga tidak pergi ke kantor hari ini.


Ia harus menemui Ariana untuk menanyakannya langsung perihal Axel dan Aluna.


Saat jam makan siang, James pergi ke kantor Ariana.


Beberapa saat kemudian, Ariana datang menemuinya.


"James.


Tumben kau datang tanpa menghubungiku terlebih dahulu."


"Kau tidak membalas pesanku.


Jadi aku memutuskan untuk datang ke sini."

__ADS_1


James melihat perubahan raut wajah Ariana.


Dan ia yakin memang telah terjadi sesuatu.


"Katakan padaku apa yang terjadi dengan Axel dan Aluna Ariana."


Ariana menghela napas.


"Mereka berdua telah berpisah James."


"Apa?


Kau pasti berbohong padaku bukan?"


"Tidak.


Aku tidak berbohong padamu James.


Kemarin mereka memutuskan untuk berpisah."


"Tapi kenapa?


Bukankah terakhir kali mereka baik-baik saja?


Pantasan saja kemarin Axe terlihat begitu murung.


Apa Aluna yang mengakhiri hubungan mereka?"


"Hem."


"Beritahu aku apa alasan Aluna melakukan hal itu.


Apa ia masih belum yakin dengan Axe?"


Justru ia tidak yakin pada dirinya sendiri.


"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan Ariana."


"Sebelumnya gadis yang bernama Vallie datang menemui Aluna.


Ia mengatakan pada Aluna untuk menjauhi Axel dan tidak masuk lagi ke dalam kehidupannya."


"Apa?


Vallie menemui Aluna?"


James bertanya-tanya apa maksud dan tujuan Vallie datang menemui Aluna.


Bahkan datang ke apartemennya.


Dan bagaimana ia bisa tahu bahwa Aluna dan James telah kembali bersama?


"Awalnya Aluna tidak menuruti perkataan gadis itu bahkan tidak mempercayai semua yang dikatakannya.


Tapi Vallie tetap saja tidak menyerah.


Ia kemudian memberitahu Aluna bahwa akibat perbuatan Aluna, Nenek Kak Axel meninggal dan bahkan saat itu ia tidak bisa menghadiri pemakamannya karena dipenjara.


Tentu saja hal itu membuat Aluna sangat merasa bersalah dan ia memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.


Aluna pikir Kak Axel pantas menemukan gadis yang jauh lebih baik darinya."


"Aku tidak mengerti apa maksud Vallie melakukan hal itu.

__ADS_1


Dan bagaimana ia tahu tentang hubungan Axel dan Aluna.


Tapi aku harus memberitahumu sesuatu Ariana."


"Sebelumnya Paman Simon, yang merupakan Ayah Vallie sekaligus orang yang telah membantu Axel selama ini berniat menjodohkan Axel dengan Vallie.


Mungkin itu tujuan Vallie datang menemui Aluna.


Ia ingin memisahkan mereka berdua agar Axe mau menerima perjodohan itu."


"Gadis itu begitu jahat.


Ia seharusnya tidak memisahkan dua orang yang saling mencintai demi egonya sendiri."


"Aku juga tidak menyangka Vallie akan melakukan hal itu.


Memang aku sudah lama mengetahui bahwa ia memiliki perasaan pada Axe.


Namun Axe sama sekali tidak pernah membalas perasaanya.


Karena ia hanya menganggap Vallie seperti Adiknya sendiri."


"Kalau begitu tidak seharusnya mereka berpisah hanya karena perbuatan gadis itu.


Karena tujuannya adalah untuk memisahkan Aluna dan Kak Axel."


"Kau benar Ariana.


Kau harus meyakinkan Aluna bahwa Axel memang begitu benar-benar mencintainya dan ingin kembali bersamanya.


Aku juga akan meyakinkan Axel untuk tidak menyerah.


Dengan begitu mereka akan kembali bersama lagi."


"Iya, aku akan melakukannya James."


"Oh ya, apa kau mau makan siang bersama?


Aku belum sempat makan siang tadi."


"Sama sepertimu, aku langsung menemuimu setelah diberitahu bahwa kau datang."


James terkekeh.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita mencari makan.


Kita harus mengisi tenaga terlebih dahulu sebelum menjalankan misi kita."


James langsung menggenggam tangan Ariana.


Hal itu membuat Ariana begitu terkejut.


Jantungnya seketika berdetak dengan cepat."


"Kenapa?


Apa kau tidak menyukainya?


Tapi walaupun kau tidak suka, aku akan tetap melakukannya."


James kemudian menarik tangan Ariana.


Sedangkan Ariana hanya bisa tersenyum manis.

__ADS_1


Karena sebenarnya ia menyukai perlakuan manis James.


__ADS_2