
6 bulan kemudian...
Aluna berdiri di balkon kamar sambil menatap keindahan malam.
Bulan purnama tampak menghiasi gemerlap malam.
Aluna tersenyum mengingat semua kebahagiaan yang dimilikinya saat ini.
Sungguh itu semua di luar dugaannya.
Ia tidak pernah berpikir bahwa kehidupannya akan berakhir bahagia seperti ini.
6 bulan lalu ia resmi bercerai dengan Russel.
Perasaannya begitu bahagia karena pada akhirnya bisa lepas dari Russel.
Kebahagiaannya juga semakin bertambah saat Axel melamarnya.
Malam itu Axel memberikan banyak kejutan padanya.
Bahkan Axel mengundang orang-orang terdekatnya untuk menyenangkan hatinya.
Sampai pada akhirnya di hari pernikahan.
Pria itu tidak berhenti memberikan perlakuan- perlakuan manis padanya.
Ya, sekarang ia sudah menyandang status sebagai Istri Axel.
Kebahagiaannya sudah lengkap sekarang.
Apalagi di usia kandungannya yang sudah menginjak 8 bulan, sungguh membuatnya tidak sabar untuk bertemu dengan bayinya nanti.
"Apa yang kamu lakukan di sini sayang?
Udara malam tidak baik untukmu dan anak kita."
Axel memeluk Aluna dari belakang dan menempatkan kepalanya di ceruk leher Aluna.
"Aku hanya ingin memandang keindahan langit pada malam hari Kak."
"Tapi kamu tidak boleh lama-lama berada di sini sayang."
Aluna mengangguk dan kemudian membalikkan tubuhnya.
Ia tersenyum pada Axel.
"Aku begitu bahagia Kak.
Aku begitu bahagia dengan apa yang kumiliki saat ini."
Axel tersenyum mendengar pernyataan Aluna.
Ia kemudian mengelus kepala Aluna dengan lembut.
"Aku juga begitu bahagia sayang.
Aku bahagia memilikimu dan anak kita.
Aku juga bahagia melihat orang-orang terdekatku juga bahagia.
Bahkan sebentar lagi James juga akan mendapatkan kebahagiaannya."
"Kakak benar.
Aku juga tidak sabar untuk menunggu hari besok."
Aluna tersenyum setiap kali mengingat senyuman yang menghiasi wajah Ariana.
Gadis itu tidak henti-hentinya tersenyum.
Dan itu semuanya karena James.
Pria yang akhirnya mendapat cinta dari seorang Ariana.
Besok adalah hari pertunangan James dan Ariana.
Dan ia tidak sabar menunggu hari itu tiba.
"Ayo kita masuk sayang."
Axel menggenggam tangan Aluna.
Aluna tersenyum dan kemudian mengangguk patuh.
--
Keesokan harinya, Axel dan Aluna pergi menemui Ariana dan James yang tengah mempersiapkan acara pertunangan yang akan dilakukan pada malam hari.
Aluna menghampiri Ariana yang tengah berbicara pada seseorang.
"Ariana.."
Ariana mengalihkan pandangannya.
"Aluna.."
Ariana mendekat dan kemudian memeluk Aluna dengan erat.
"Aku sangat senang kamu datang.
Kamu tahu kan kalau aku masih belum tenang hingga saat ini."
"Tenanglah.
Semua akan baik-baik saja Ariana.
Sama seperti yang aku alami dulu, wajar jika saat ini kamu gelisah.".
"Hem, kamu benar.
Aku tahu ini karena perasaanku yang begitu bahagia Aluna.
Dan sebentar lagi aku juga akan menikah dengan Kak James."
"Aku selalu berdoa yang terbaik untukmu Ariana.
Semoga semuanya berjalan dengan lancar sampai pernikahan kalian nanti.
Aku juga berharap kamu segera memiliki anak.
Aku ingin dia memiliki teman bermain nantinya."
Wajah Ariana bersemu mendengar bahwa kelak ia akan memiliki anak bersama James.
Ia juga sangat mengharapkan hal itu.
"Kamu benar Aluna."
Ariana kemudian mengelus perut Aluna dan kemudian mengecupnya.
"Bibi sangat tidak sabar untuk bertemu denganmu sayang.
Bibi mencintaimu."
"Aluna, Ariana.."
Aluna dan Ariana tersenyum melihat kedatangan Alda.
"Mami, kapan datang ke sini?"
__ADS_1
"Tante sudah lama di sini Aluna.
Tente membantuku mempersiapkan semuanya.
Terima kasih banyak Tante."
"Benarkah?
Tapi tadi aku tidak melihat Mami saat datang.:
"Mami sedang berbicara dengan panitia acara sayang.
Oh ya dimana Axel?
"Kak Axel pergi menemui Kak James Mi."
"Bagaimana kabarmu sayang?
Dan juga bayimu.
Kalian baik-baik saja kan?"
"Kami baik-baik saja Mi.
Bahkan sangat baik.
Terima kasih telah mengirimkan banyak makanan untukku Mi.
Dia sangat menyukainya dan tidak pernah menolak sama sekali."
Aluna mengelus perutnya.
"Baguslah sayang.
Mami memang mempersiapkan semuanya.
Beruntung kamu mengidam semua masakan Mami."
"Mami benar.
Dia pasti sangat mencintai Neneknya.
Benarkan sayang?"
"Terima kasih Mi."
Aluna memeluk Alda dengan erat.
"Sama- sama sayang."
--
Sebelum acara, semua persiapan sudah selesai.
Dan kini semuanya tengah bersiap-siap untuk menghadiri acara pertunangan.
Aluna melihat penampilannya di depan cermin.
Tiba-tiba ada sebuah pelukan dari belakang.
"Kamu terlihat begitu cantik sayang."
"Benarkah Kak?
Tapi kini tubuhku terlihat begitu gendut dan berisi."
"Kamu masih cantik sayang.
Bahkan sangat cantik dan terlihat seksi."
"Berhenti menggodaku Kak."
Axel menggenggam tangan Aluna dan menatap wajah cantik itu.
"Bagaimanapun kondisimu, selamanya aku akan mencintaimu Luna.
Bagiku kamu akan tetap menjadi wanita yang paling cantik di dunia ini sampai kita menua nanti.
Aku sangat mencintaimu Aluna.
Aluna begitu terharu mendengar ucapan penuh kasih sayang Axel.
Matanya mulai berkaca-kaca.
Ia langsung memeluk Axel dengan erat.
"Terima kasih Kak.
Aku juga sangat mencintaimu."
Axel menghusap punggung Aluna dengan lembut.
--
Sebelum berangkat, Aluna memasang sepatunya.
Seperti biasa, Axel akan memasangkannya.
Itu adalah salah satu perlakuan manis yang diberikan Axel padanya.
Seketika ia merasa layaknya seperti seorang Ratu.
Aluna tersenyum haru melihat Axel yang berjongkok di hadapannya.
"Sudah selesai."
Aluna tersenyum dan kemudian mengecup bibir Axel.
Axel terdiam sesaat setelah mendapat ciuman Aluna.
Aluna terkekeh dan kemudian berdiri.
Tiba-tiba Axel menarik pingangnya dan memeluknya dengan erat.
"Aku ingin mendapatkannya lagi."
ucap Axel dengan nada menggoda.
"Tidak Kak.
Sebentar lagi kita mau berangkat.
Tidak baik jika kita terlambat.
Ariana dan James pasti sedang menunggu kita."
"Tidak, beri aku ciuman lagi."
Axel menutup matanya dan menunggu Aluna menciumnya lagi.
Aluna memajukan wajahnya dan mencium pipi Axel.
Ia kemudian melepaskan dirinya dari Axel.
"Kita akan dicibir jika sampai datang terlambat Kak."
Aluna tertawa dan kemudian keluar dari kamar.
"Aku akan menghukummu saat pulang nanti Luna."
__ADS_1
Axel kemudian keluar dari kamar dan menyusul Aluna.
--
Acara sebentar lagi dimulai.
Para tamu mulai berdatangan dan duduk di kursi yang telah disediakan.
"Kak Axe.."
Axel melihat ke arah sumber suara.
Dan ia tersenyum saat mengetahui siapa orang yang memanggilnya.
Seorang gadis yang datang dengan seorang pria.
"Vallie.."
"Kak, lama tidak bertemu.
Bagaimana kabar Kakak?"
"Aku baik Vallie.
Bagaimana kabarmu?"
"Aku juga baik Kak.
Oh ya, perkanalkan ini Josua Kak."
"Hai, aku Kakak Vallie.
Axel.
Axel menjabat tangan pria itu.
"Dan dia?"
Vallie tersenyum, mengerti maksud pertanyaan Axel barusan.
"Josua adalah teman kampusku saat di kuliah Kak.
Dan sekarang kami sudah menjalin hubungan."
"Aku sangat senang
mendengarnya Vallie.
Josua tolong jaga Vallie.
Jangan pernah coba untuk menyakitinya.
Jika kau menyakitinya, aku tidak akan segan-segan membalasmu."
ucap Axel dengan nada memperingati.
Setelah itu ia kemudian memberi senyuman yang berarti ia tidak sekejam yang dipikirkan Josua.
Vallie dan Josua tersenyum.
"Kakakku memang seperti itu.
Tapi ia sebenarnya pria yang sangat baik."
"Iya aku tahu Vallie.
Senang bertemu dengan anda."
"Hei, tolong jangan seformal itu.
Kau bisa memanggilku Axel."
"Baiklah Axel."
Mereka kemudian tertawa bersama.
Setelah menyapa dan memberikan ucapan selamat pada James dan Ariana, Axel mengajak Vallie dan Josus untuk duduk bersamanya dan Aluna.
"Vallie.."
Aluna memberikan pelukan pada Vallie.
"Aku senang bertemu denganmu Vallie."
"Aku juga Aluna.
Oh ya bagaimana kabarmu dan kandunganmu?"
"Kami baik.
Kandunganku juga sudah berusia 8 bulan."
"Benarkah?
Aku berdoa agar persalinanmu nanti berjalan dengan lancar Aluna."
"Terima kasih Vallie.
Oh ya, apa kamu kesini dengan Kekasihmu?"
"Kamu benar Aluna.
Dia Josua, Kekasihku."
"Senang bertemu denganmu Josua."
"Senang bertemu dengan anda juga."
Beberapa saat kemudian, acara pertunangan dimulai.
James dan Ariana tampil dengan pakaian yang senada.
Mereka tampak begitu serasi satu sama lain.
Aluna tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Ariana.
Sungguh itu adalah salah satu impian Sahabatnya itu.
Keduanya pun mulai bertukar cincin.
Semua orang bertepuk tangan riuh setelah cincin tersemat di jari James dan Ariana.
Acara kemudian dilanjutkan dengan hiburan.
Hingga acara berakhir, semua berjalan begitu lancar.
Tidak lupa James dan Ariana berfoto dengan para tamu sebagai dokumentasi pertunangan mereka.
"Akhirnya kita sudah bertunangan sayang.
Apa kamu bahagia?"
"Tentu Kak.
Sangat bahagia."
James kemudian menggenggam tangan Ariana.
Keduanya saling tersenyum satu sama lain.
__ADS_1
Sebagai bukti dari kebahagiaan mereka.