
Axel keluar dari ruangan Aluna.
Ia melihat Alda duduk di luar.
"Apa sedari tadi Tante menungguku keluar untuk melihat keadaan Aluna?"
"Tidak Axel.
Sebenarnya Tante ingin berbicara suatu yang penting padamu."
Alda memang sengaja menunggu Axel keluar dari ruangan Aluna untuk memberitahu Axel semua kebenarannya.
Ini waktu yang sangat tepat untuk mengakui kesalahannya pada Axel.
"Sesuatu yang penting?
Apa itu Tante?"
"Tante mau memberitahumu bahwa Tante adalah penyebab kamu dan Aluna berpisah."
Axel mengerutkan keningnya.
Ia tidak mengerti apa maksud perkataan Alda barusan.
Karena 2 tahun yang lalu Alda sempat merestui hubungannya dengan Aluna.
"Tante yang membuat Aluna meninggalkanmu dan menikah dengan Russel.
Maafkan Tante Axel.
Mungkin permintaan Tante sudah terlambat dan tidak ada artinya.
Tapi Tante mau memberitahumu satu hal bahwa Aluna sama sekali tidak bersalah.
Aluna terpaksa meninggalkanmu karena Russel mengancamnya akan membunuhmu jika tidak menikah dengannya.
Aluna hanya ingin melindungimu Axel, sehingga akhirnya ia memilih untuk meninggalkanmu."
Perkataan Alda seketika membuat Axel tidak bisa berkata apa-apa.
Sungguh kebenaran itu sangat mengejutkannya.
Karena selama ini ia menganggap Aluna adalah wanita yang sangat buruk.
Bahkan ia sempat berbuat jahat pada Aluna hingga berniat untuk membalas dendam.
"Jadi Tante adalah dalang dibalik semua itu?"
"Iya Axel.
Waktu itu sebenarnya belum merestui hubungan kalian namun Tante berpura-pura setuju agar rencana Tante untuk memisahkan kalian berhasil.
Dan satu hal lagi, Tante dan Russel yang telah mencebloskanmu ke dalam penjara.
Kami berdua melaporkan kasus pencurian dengan nama Aluna agar membuatmu membenci Aluna.
Aluna sama sekali tidak mengetahui kamu dipenjara karena di hari kalian bertemu kami membawanya ke tempat yang jauh dan membuatnya tidak sadar.
__ADS_1
Kamu juga tidak bisa menghubunginya karena kami menahan handphonenya.
Aluna hanyalah korban dari tindakan Tante.
Tante pikir Aluna bisa bahagia dengan apa yang telah Tante lakukan.
Namun nyatanya ia begitu menderita.
Sejak berpisah denganmu, ia sama sekali tidak pernah merasakan kebahagiaan.
Tante merasa telah menjadi Ibu yang sangat buruk.
Maafkan Tante Axel."
ucap Alda dengan nada lirih.
Air mata Axel perlahan menetes.
Ia kemudian memijit keningnya.
Perlahan pertahanannya mulai runtuh.
Jadi selama ini ia sudah salah menilai Aluna.
Nyatanya Aluna begitu menderita selama ini.
Dan dengan teganya ia datang dan memberikan banyak luka lagi pada Aluna.
Ia teringat dengan semua perkataan dan perlakuan kasarnya dengan Aluna.
Bahkan ia sempat mengatakan pada Aluna bahwa Aluna tidak pantas untuk mendapatkan cinta sejati.
Aluna begitu mencintainya.
"Axel, tolong maafkan Tante.
Tante berjanji tidak akan memisahkan kalian berdua lagi.
Tante sekarang sadar bahwa kebahagiaan Aluna adalah dirimu.
Ia tidak bisa hidup tanpamu Axel.
Sebelumnya ia memutuskan untuk berpisah denganmu karena ia merasa bersalah atas semua perbuatan yang telah Tante lakukan.
Sekarang Tante ingin kalian kembali bersama dan hidup bahagia."
Alda menghapus air matanya.
"Aku memaafkan Tante."
"Terima kasih Axel.
Tante mohon padamu agar menjaga dan melindungi Aluna.
Ia juga sedang hamil, tolong selalu berada di sampingnya."
"Baik Tante.
__ADS_1
Aku akan menjaga dan melindungi Aluna."
"Terima kasih Axel."
Alda kemudian pergi meninggalkan Axel.
Setelah Alda pergi, Axel duduk di salah satu kursi ruang tunggu.
Axel menghusap wajahnya dengan kasar.
Ia begitu bodoh sehingga tidak mengenal Aluna dengan baik.
Bahkan ia tidak pernah mau mendengar penjelasan dari Aluna.
Ia begitu menyesali itu.
Bagaimana bisa ia dibutakan oleh apa yang ia lihat dan menganggap Aluna sebagai pelakunya?
Nyatanya Aluna juga korban dari semua itu.
Bahkan Aluna lebih menderita dibandingkan dengan dirinya.
Axel kemudian berdiri dan masuk ke dalam ruangan Aluna.
Ia langsung mendekati ranjang dan memandang Aluna dengan tatapan merasa bersalah.
Axel memeluk Aluna dengan erat.
"Maafkan aku Aluna.
Maaf telah membuatmu begitu menderita.
Kamu begitu mencintaiku tapi aku malah terus menyakitimu.
Aku memang pria yang begitu brengsek."
"Aku mohon sadarlah.
Aku ingin meminta maaf atas semua kesalahanku.
Aku tahu aku tidak pantas menerimanya.
Tapi tolong jangan menjauh dariku Aluna.
Aku tidak akan sanggup berpisah lagi denganmu.
Aku sangat mencintaimu."
Axel menggenggam erat tangan Aluna sambil memandangi mata tertutup itu.
"Aku sangat beruntung dicintai oleh dirimu.
Kini giliranku untuk membahagiakanmu Luna.
Tolong berikan kesempatan padaku."
Ya, mulai saat ini ia berjanji untuk memberikan kebahagiaan pada Aluna.
__ADS_1
Tidak ada lagi kesedihan dan air mata.
Yang ada hanyalah senyuman dan sukacita.