Revenge For Love

Revenge For Love
Menghentikan


__ADS_3

Russel kembali meneguk minumannya.


Pikirannya selalu terngiang-ngiang dengan Aluna.


Terutama penghianatan yang telah dilakukan gadis itu.


Selama ini ia sudah melakukan banyak hal untuk Aluna agar ia bisa mendapatkan hati gadis itu.


Namun semua usaha yang ia lakukan selama ini sia-sia.


Aluna masih saja mencintai Axel.


Dan mereka berdua kembali berhubungan walaupun sempat ada jarak yang memisahkan mereka.


Russel mengepal tangannya dengan erat setiap kali mengingat anak yang dikandung oleh Aluna.


Rasanya ia ingin membunuh Axel yang telah membuat hamil.


Pria itu telah merebut Aluna darinya.


Dan benar saja, ia juga harus membunuh anak mereka.


Anak itu tidak boleh lahir ke dunia!


--


Gwen mengarahkan pandangannya saat melihat pintu terbuka.


Saat ini ia sedang menonton TV.


Dan ia langsung membelalakkan matanya saat melihat Russel terjatuh ke lantai.


Gwen mendekati Russel yang tidak sadarkan diri.


"Apa yang terjadi padanya?"


"Apa kau baik-baik saja?"


"Aluna..."


terdengar suara ringkihan dari Russel.


"Sepertinya ia sedang ada masalah dengan Istrinya."


Gwen kemudian berusaha membawa Russel ke sofa.


Russel membuka matanya dan melihat Gwen yang sedang membopongnya.


"Kau..


Ini sudah malam.


Kenapa kau belum tidur juga?


Aku akan menghukummu jika terjadi apa-apa dengan anakku!"


Gwen tidak menghiraukan ucapan Russel.


Ia tahu saat ini Russel sedang mabuk.


Gwen akhirnya berhasil membawa Russel ke sofa.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan masuk ke dalam kamarku."


Gwen berniat pergi, namun Russel tiba-tiba memegang tangannya.


Hal itu membuatnya cukup terkejut.


"Kau, apa kau pernah dihianati oleh seseorang?"


Gwen hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Russel.


Sejujurnya ia belum pernah dihianati oleh siapapun.


"Aku telah dihianati oleh gadis yang aku cintai.


Aku melakukan banyak hal padanya.


Tapi tetap saja ia tidak pernah mencintaiku.


Ia bahkan tidak pernah sudi menatapku.


Hal itu tidak membuatku menyerah padanya.


Hingga akhirnya kami menikah, walaupun sebenarnya ia tidak ingin menikah denganku."


Gwen terkejut dengan ucapan Russel.


Itu artinya pernikahan yang dijalani Russel adalah pernikahan tanpa cinta.


Istrinya tidak mencintai Russel.


"Ia memang Istriku, namun aku sama sekali tidak memilikinya.


Tubuh dan hatinya milik orang lain."


"Baru saja aku mengetahui bahwa ia hamil.


Dan anak itu adalah anak dari pria yang dicintai Istriku.


Sungguh aku tidak bisa berkata apapun.


Aku ingin menghukumnya, tapi aku tidak bisa.


Rasa cintaku sangat besar untuknya.


Aku ingin melampiaskan kemarahanku pada pria itu dan menghancurkan hidupnya.


Bahkan saat ini aku berniat untuk membunuh anak itu.


Aku tidak ingin darah daging pria itu lahir ke dunia."


Gwen terkejut mendengar pernyataan Russel.


Russel tidak boleh melakukan hal itu.


Bagaimanapun itu perbuatan yang sangat jahat.


Anak itu juga tidak salah apa-apa.


Sebagai seorang Ibu, ia juga tidak ingin anak itu disakiti.


Ia tahu bagaimana perasaan Istri Russel yang pasti tidak akan membiarkan anaknya disakiti.

__ADS_1


"Russel kau tidak seharusnya melakukan hal itu.


Anak itu tidak salah apa-apa.


Kau tidak boleh menyakitinya."


"Tapi anak itu akan menjadi benalu di dalam hubunganku dengan Aluna.


Anak itu juga akan membuat Aluna dan Axel kembali bersatu."


"Aluna?"


tanya Gwen.


Sepertinya ia pernah mendengar nama itu.


Nama yang sangat familiar untuknya.


"Sudahlah, kau tidak akan mengerti dengan keputusanku.


Sebaiknya kau masuk ke dalam kamar dan segera tidur!"


Gwen masih mencoba mengingat nama itu.


Namun ia segera menepis pertanyaan di kepalanya setelah mendengar perintah dari Russel.


Ia kemudian langsung masuk ke dalam kamar.


Jangan sampai Russel mengamuk padanya.


Di dalam kamar, Gwen sama sekali tidak bisa tidur.


Perkataan Russel tadi sangat mengganggu pikirannya.


Russel tidak boleh membunuh pria itu maupun anaknya.


Rasanya ia harus menghentikan niat buruk Russel tersebut.


Bagaimanapun Russel adalah Ayah dari anaknya.


Ia tidak ingin anaknya memiliki Ayah yang buruk.


"Aku mengerti bagaimana perasaan wanita itu.


Ia pasti ingin melindungi anaknya dari Russel.


Russel sudah menciptakan banyak penderitaan untuknya.


Dan sekarang, Russel berniat membunuh anaknya.


Sangat tidak berprikemanusiaan.


Nenek mengatakan bahwa Russel juga memiliki kebaikan di dalam dirinya.


Aku harus membutikan bahwa hal itu memang benar atau tidak.


Kalau memang ia masih memiliki sisi baik, ia tidak akan menyakiti anak itu."


Gwen telah memutuskan untuk mengentikan niat Russel.


Entah mengapa, ia mulai memasuki kehidupan Russel.

__ADS_1


Mungkin anaknya menjadi alasan untuk itu.


__ADS_2