
Vallie menatap nanar kepergian Axel dan James.
Ia tidak menyangka bahwa gadis yang dimaksud oleh Axel adalah Aluna.
Gadis jahat yang selama ini telah banyak menyakiti Axel.
Bagaimana bisa Axel mencintai gadis itu?
Bukankah Axel sangat membencinya dan bahkan berniat membalas dendam padanya?
Tadi ia pergi ke apartemen Axel dan ingin mengajak Axel makan malam bersama.
Namun pria itu menolak ajakannya karena ingin bertemu dengan gadis yang diceritakannya kemarin.
Vallie berniat kembali ke apartemennya, namun niatnya itu diurungkannya saat melihat mobil Axel keluar dari parkiran.
Ia kemudian memutuskan untuk mengikuti Axel dari belakang.
Ia juga begitu ingin mengetahui siapa gadis beruntung itu.
Dan sekarang kebenarannya telah terungkap.
Aluna adalah gadis yang dicintai Axel.
Perasaannya marah sekaligus kecewa.
Ia marah karena gadis itu sama sekali tidak pantas untuk dicintai oleh Axel.
Gadis itu telah menghancurkan Axel dan membuatnya menderita.
Ia juga kecewa pada Axel.
Pria itu mencintai gadis yang tidak tepat.
Jika sebelumnya ia merelakan Axel bahagia bersama gadis pujaannya, maka sekarang ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Ia tidak akan membiarkan Axel bersama Aluna.
Ia tidak mau Axel kembali terluka nantinya.
Gadis itu pasti sengaja membuat Axel mencintainya hanya untuk tujuan yang buruk.
--
James menghampiri Axel ke kamarnya.
"Axe kau sama sekali belum menjawab pertanyaanku.
Apa yang kau lakukan di apartemen Aluna?
Dan bagaimana bisa masuk ke dalam sana?
Apa ini salah satu rencanamu untuk membalas dendam pada Aluna?
__ADS_1
Jangan pikir aku tidak melihat apa yang kau lakukan bersama Aluna tadi."
"Apa aku pria yang sebegitu buruknya di mata mu James?
Kau sama saja dengan Ariana.
Pantasan kalian berdua begitu cocok."
"Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan Axe.
Aku menyangka seperti itu, karena kau memang ingin membalas dendam pada Aluna kan?"
"Dengar James.
Apa kau tidak bahagia melihat sahabatmu bahagia bersama gadis yang dicintainya?"
James mengerutkan keningnya.
Ia tidak mengerti apa maksud pertanyaan yang dilontarkan oleh Axel.
"Tentu saja aku bahagia Axe.
Tapi..."
Axe tersenyum menyadari James telah mengerti apa maksud perkataannya.
"Apa maksudmu gadis yang kau cintai adalah Aluna?"
Lagi-lagi Axel memberikan senyuman smirk nya.
Bagaimana dengan rencana balas dendam mu?"
"Selama ini aku memang memaksa diriku untuk melupakan Aluna dan menekankan pada diriku sendiri bahwa aku begitu membencinya.
Namun aku jatuh dalam perangkapku sendiri James.
Niat awal untuk menyakitinya berubah menjadi perasaan yang semakin dalam.
Aku akui aku masih mencintainya setelah semua yang ia lakukan padaku."
James mendekati Axel dan menepuk pundaknya.
"Aku senang kau sudah melupakan dendammu pada Aluna Axe.
Seperti apa yang aku katakan selama ini, aku hanya ingin kau hidup dengan tenang, melakukan apa yang kau mau tanpa tekanan.
Dari awal aku juga sudah menduga bahwa kau masih mencintai Aluna.
Untuk memulai awal yang baru pada Aluna, kalian harus memperbaiki hubungan masa lalu kalian.
Kau juga harus minta penjelasan pada Aluna mengapa ia meninggalkanmu 2 tahun lalu.
Dan aku yakin pasti telah terjadi kesalahpahaman diantara kalian."
__ADS_1
"Rasanya saat ini Axel yang dulu telah kembali."
"Apa maksudmu James?"
"Sebelumnya kau itu pria yang sangat kaku Axe.
Kau juga tidak memperdulikan sekitarmu dan lebih banyak menghabiskan waktu di kantor.
Kau pria dengan ambisi tinggi, yang akan melakukan segala cara untuk membalaskan dendammu.
Rasanya kau hidup hanya untuk dendammu saja.
Dan saat ini kau sudah kembali.
Kau lebih banyak tersenyum dan mulai memakai perasaanmu dalam memutuskan sesuatu.
Dan aku tahu semua itu karena Aluna.
Gadis itu mampu mengubahmu menjadi pria baik sekaligus menjadi pria yang buruk dalam waktu sekejap."
"Kau itu sebenarnya berniat memujiku atau ingin menjatuhkanku James?"
James terkekeh
"Aku pikir keduanya.
Tapi apa yang aku katakan itu kebenarannya Axe.
Kali ini kau harus memperbaiki hubunganmu dengannya walaupun mungkin pada akhirnya kalian tidak bisa bersama."
"Kau juga tahu bahwa sekarang Aluna sudah menikah.
Kau tidak mungkin merebut Istri orang lain bukan?"
"Kita lihat saja nanti James.
Jika memang dia bahagia dengan pernikahannya, maka aku akan melepaskannya.
Namun jika kenyataannya sebaliknya, aku tidak akan melepaskannya lagi.
Sudah cukup sekali saja aku pernah melepaskannya.
Kali ini aku tidak akan membiarkannya pergi!"
Di dalam hati dan pikiran Axel, Aluna adalah miliknya walaupun Aluna sudah menikah dengan Russel.
Karena kebenarannya sudah membuktikan bahwa Aluna tidak bahagia dengan pernikahannya.
Ia akan melakukan segala untuk menjadikan Aluna miliknya seutuhnya termasuk dengan merebut Aluna dari Russel.
James tersenyum melihat tatapan nyalang Axel.
Ia tahu sahabatnya itu tidak pernah main-main dengan ucapannya.
__ADS_1
Walaupun Axel yang dulu sudah kembali, sepertinya sifat ambisius itu masih melekat dalam dirinya.