Revenge For Love

Revenge For Love
Kesempatan


__ADS_3

James keluar dari ruangan Axel setelah memberikan berkas-berkas penting.


Ia berniat kembali ke ruangannya.


Namun langkahnya terhenti saat melihat kedatangan Vallie.


Ia kemudian menghampiri gadis itu.


"Vallie.."


Vallie tersenyum melihat kedatangan James.


"Kak James..


Apa Kak Axel ada di ruangannya Kak?"


"Hem..


Ngomong-ngomong, apa tujuanmu datang ke sini Vallie?"


"Aku hanya ingin bertemu dengan Kak Axel sekaligus memberitahu bahwa Papa mengundang Kak Axel makan malam bersama Kak.


Jika Kakak ada waktu, Kakak juga boleh ikut."


James menatap Vallie dengan tatapan curiga.


Rencana apa lagi yang akan dilakukan Vallie?


"Baiklah Kak.


Aku masuk ke ruangan Kak Axel dulu."


Vallie berniat pergi, namun suara James menghentikan langkahnya.


"Mengapa kamu bisa melakukan hal seburuk itu Vallie?"


Vallie membalikkan badannya dan kemudian berhadapan dengan James.


"Apa maksud Kakak berbicara seperti itu?"


"Aku tahu bahwa sebelumnya kamu datang menemui Aluna dan mengatakan hal yang tidak-tidak sehingga akhirnya mereka berpisah."


"Aku sama sekali tidak mengerti maksud perkataan Kakak.


Aku juga sebelumnya tidak mengenal siapa Kekasih Kak Axel."


"Aku tidak menyangka gadis sepertimu akan memisahkan dua orang yang saling mencintai.


Kamu tidak perlu berbohong lagi Vallie.


Kakak sudah mengetahuinya, termasuk Axel."


"Aku melakukannya karena aku tidak mau Kak Axel bersama dengan gadis yang telah memberikan banyak luka selama ini padanya.


Gadis itu tidak pantas menerima cinta tulus Kak Axel.


Aku yakin gadis itu berniat menyakiti Kak Axel kembali."


James menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Ia sama sekali tidak mempercayai ucapan Vallie.


Karena nyatanya Vallie memang ingin memiliki Axel.


"Sejak awal aku mengetahui bagaimana perasaanmu pada Axel.


Kamu mencintainya bukan?"


Vallie terkejut dengan pernyataan James.


"Jika kamu memang mencintainya, kamu akan bahagia saat melihat Axel bahagia bersama gadis yang dicintainya.


Kamu tidak akan melakukan hal licik seperti kemarin Vallie."


"Aku akan bahagia jika memang gadis yang dicintai Kak Axel adalah gadis yang baik.


Tapi tidak dengan Aluna.


Aku tidak akan membiarkan Kak Axel bersamanya."


"Perasaan egoismu telah membutakan cintamu Vallie."


"Kakak benar, aku memang egois.


Apa aku salah jika ingin bersama Pria yang aku cintai?


Aku juga ingin melindungi pria yang kucintai dari gadis itu.


Semua keputusan ada di tangan Kak Axel.


Apakah dia mau menerima perjodohan Papa atau tidak.


"Vallie, berhentilah sebelum kamu menyesal nantinya.


Axel mencintai gadis lain.


Coba bayangkan bagaimana perasaanmu nantinya saat Axel tidak bisa melupakan Aluna.


Kamu pasti sangat menderita Vallie."


"Aku tidak peduli Kak.


Aku akan menerima semua konsekuensinya.


Aku rela menderita asalkan aku bisa bersama Kak Axel."


Vallie kemudian meninggalkan James dan melangkahkan kakinya menuju ruangan Axel.


"Axe tidak akan bisa hidup tanpa Aluna Vallie."


ucap James menatap kepergian Vallie.


Vallie mengetuk pintu ruangan Axel sebelum masuk.


Axel tersenyum melihat kedatangan Vallie.


"Vallie...


Kamu datang begitu tiba-tiba.

__ADS_1


Beruntung Kakak tidak jadi rapat hari ini."


"Iya Kak.


Maafkan aku datang tanpa memberitahu Kakak terlebih dahulu."


"Baiklah, tidak apa-apa.


Apa kamu ingin membicarakan sesuatu yang penting pada Kakak?"


"Sebenarnya tidak ada hal yang penting Kak.


Aku hanya ingin memberitaku Kakak bahwa Papa mengundang Kakak makan malam bersama.


Kakak mau datang kan?"


"Tentu saja Kakak akan datang.


Kakak tidak akan mungkin menolaknya."


Vallie mendekat pada Axel.


"Kak.."


"Iya?"


"Sebenarnya aku ingin mengatakan hal lain pada Kakak."


"Katakan saja Vallie."


Vallie menatap Axel dan mencoba meyakinkan dirinya untuk mengatakan hal itu pada Axel.


"Apa Kakak ingin memberikan aku kesempatan dalam perjodohan itu Kak?"


Axel sangat terkejut dengan ucapan Vallie.


Karena ia sempat berpikir bahwa Vallue tidak pernah menganggap serius perjodohan itu.


"Aku ingin menerima perjodohan itu Kak."


tambah Vallie.


"Vallie, apa kamu yakin dengan ucapanmu?"


"Aku sangat yakin Kak.


Aku hanya perlu mendapatkan kesempatan dari Kakak."


"Vallie.."


Axel masih bingung dengan ucapan Vallie barusan.


"Aku mencintai Kakak.


Bahkan aku sudah lama memendam perasaan itu Kak.


Apa Kakak mau memberikanku kesempatan?


Vallie mengutarakan perasaanya pada Axel.

__ADS_1


Kali ini ia memilih untuk berjuang.


Tidak ada lagi penyesalan lagi nantinya.


__ADS_2