
Gwen kembali memuntahkan isi perutnya.
Sudah seminggu ia mengalami hal itu.
Bahkan ia sampai harus tidak bekerja untuk istirahat di rumah.
Marine menyuruhnya untuk sementara waktu tidak bekerja karena khawatir dengan kondisi fisiknya yang akhir-akhir ini berbeda dari biasanya.
Gwen memandang dirinya di depan cermin.
(Apa yang sebenarnya terjadi padaku?)
Gwen mulai menyadari bahwa ia belum mengalami datang bulan.
Siklusnya sudah terlambat sebulan dari biasanya.
Gwen mengerutkan keningnya.
Ia mulai berpikiran buruk.
"Apa jangan-jangan aku..."
Gwen memijit keningnya.
"Tidak, mungkin saja tidak.
Aku yakin aku tidak hamil."
"Tapi bagaimana jika aku benar-benar hamil?
Aku harus segera memastikannya."
Gwen kemudian mengganti pakaiannya.
Ia membawa tasnya dan keluar dari apartemennya.
Pengawal Russel melihat Gwen keluar dari apartemennya.
Ia kemudian mengikuti Gwen dari belakang.
Gwen sudah sampai di sebuah apotek yang tidak jauh dari apartemennya.
Gwen menarik napas panjang.
Ia kemudian memberi jawaban ketika karyawan apotek itu bertanya apa yang diperlukannya.
Gwen kemudian menerima benda itu dan kemudian membayarnya.
Gwen kembali berjalan menuju rumahnya.
Setelah kepergian Gwen, pengawal Russel. kemudian mendatangi apotek.
"Ada yang bisa kami bantu Pak?"
"Hem, saya hanya ingin mengetahui apa yang dibeli oleh gadis yang berbaju biru tadi Nona."
"Apa anda memiliki hubungan Nona itu?"
"Ya, saya saudaranya."
"Nona itu tadi membeli sebuah testpack."
"Baiklah terima kasih Nona."
Ia kemudian kembali ke apartemen Gwen.
Untuk saat ini, ia tidak perlu memberitahu Russel soal itu.
Ia akan memberitahu jika kebenarannya memang sudah pasti.
Gwen memandang testpack itu.
Ada rasa takut dan khawatir di hatinya saat mengetahui kebenarannya nanti.
Gwen berusaha menguatkan dirinya.
Apapun hasilnya nanti, ia akan menerimanya.
Gwen kemudian memasukkan urinenya pada alat itu.
Setelah menunggu, Gwen memberanikan diri melihat hasilnya.
Dan perasaanya seketika bercampur aduk.
Garis dua pada alat itu membuat bahunya bergetar hebat.
Gwen tidak mampu berdiri hingga akhirmya meluruhkan tubuhnya.
Tangannya memegang erat alat itu.
Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
Saat ini ia tengah mengandung anak dari Pria itu.
Gwen memandang ke perutnya dan kemudian mengelusnya.
Bagaimanapun anak itu adalah darah dagingnya.
Walaupun bukan dari hasil cinta, ia akan tetap mencintai anaknya.
Ia tidak mau anaknya bernasib sama dengannya, tidak diinginkan oleh orang tuanya.
Ia akan bekerja lebih keras untuk dirinya dan terutama untuk anaknya.
Gwen tidak peduli jika harus merawat anaknya seorang diri.
Ia juga tidak akan melibatkan pria itu.
__ADS_1
Bahkan ia takut terjadi apa-apa dengan anaknya. Mengingat Russel adalah salah satu orang penting.
Gwen juga tidak akan memberitahu tahu Russel.
Ia takut Russel akan memaksanya untuk menggugurkan bayinya.
Ia tidak akan mau melakukan hal itu.
Saat ini, ia sudah memiliki alasan untuk bertahan hidup.
Sekeras dan sesulit apapun kehidupan nantinya, ia akan bertahan untuk anaknya.
"Terima kasih sudah hadir di dalam hidup Mama sayang."
Gwen mengelus perutnya dengan lembut.
--
Keesokan harinya, Gwen pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan janinnya.
Gwen masuk ke dalam ruangan yang ditunjukkan oleh Suster.
"Selamat pagi Nona Gwen Alexandra."
"Selamat Pagi Dokter."
Dokter kemudian melakukan pemeriksaan padanya.
"Kandungan anda sudah memasuki usia 2 minggu Nona.
Kandungan anda masih sangat rentan.
Oleh karena itu saya sangat sarankan untuk tidak banyak bekerja, selalu makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup.
Nona juga harus sering datang ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan anda dan janin anda.
Dan lebih baik Suami anda ikut mendampingi sekaligus agar beliau tahu cara menjaga kesehatan si bayi."
"Baik Dokter."
Gwen keluar dari ruangan itu.
Ia kemudian duduk di salah satu kursi tunggu.
Perkataan Dokter melintas di pikirannya.
Ia tahu akan sulit menjalani kehamilan seorang diri.
Dan ia lebih mengkhawatirkan kondisi bayinya dari pada dirinya.
Tapi ia yakin bisa melewatinya.
Kondisi hidup sudah membuatnya terlatih menghadapi berbagai masalah.
Bayinya akan baik-baik saja.
Lagi-lagi, pengawal Russel mengikuti Gwen ke rumah sakit.
Dan dugaannya ternyata benar, Gwen datang ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya.
Ia kemudian membawa berkas pemeriksaan Gwen untuk diberikan pada Russel nanti.
--
Keesokan harinya, pengawal Russel itu mendatangi Frans, orang kepercayaaan Russel.
"Apa kau sudah benar-benar memastikannya?"
"Sudah Pak.
Saya juga mengikuti setiap langkah Nona Gwen selama 24 jam.
Awalnya Nona Gwen pergi ke apotek untuk membeli alat test kehamilan.
Dan kemudian keesokan harinya Nona Gwen pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
Saya sudah mendapat berkas pemeriksaan kandungan Nona Gwen Pak."
Ia kemudian memberikan berkas itu pada Frans.
Dan memang benar, di sana tercatat bahwa Aluna memang mengandung.
Dan usianya sudah memasuki usia 2 minggu."
"Baik.
Kau harus terus memantau pergerakan Gwen.
Jika ada informasi lagi, segera beri tahu aku."
"Baik Pak."
Frans kemudian menyimpan berkas itu dan secepatnya ia akan memberitahu Russel.
Ia tahu Russel akan sangat terkejut mendengar informasi ini.
Entah apa yang akan dilakukan Russel nantinya pada janin itu.
--
Saat ini Russel tengah memeriksa berkas perusahaan Vellas Grup.
"Axel Xaverus Abraham"
Nama ini begitu tidak asing di pikirannya.
Ya, pria itu memiliki nama yang mirip dengan nama Direktur utama perusahaan itu.
__ADS_1
Tapi hal yang sangat mustahil jika mereka adalah orang yang sama.
Russel juga begitu tahu bagaimana latar belakang kehidupan Axel.
Terlalu banyak keraguan untuk hal itu.
Nama belakang mereka juga berbeda.
Ya, bahkan di dunia ini banyak orang memiliki nama yang sama.
Russel menepis hal yang membuatnya berpikir bahwa Direktur Utama perusahaan yang bekerja sama dengannya adalah Axel, mantan Kekasih Aluna.
Tiba-tiba, terdengar suara ketukan dari luar ruangannya.
"Masuk.."
Frans kemudian muncul dan kemudian berdiri di hadapannya.
"Apa ada sesuatu lagi yang terjadi pada perusahaan?"
"Ini tentang Nona Gwen Pak."
"Apa gerak-gerik Gadis itu menunjukkan kecurigaan?
Kalian harus terus memastikan agar gadis itu tidak buka mulut."
Frans menarik napas.
"Saya mendapat informasi bahwa Nona Gwen sedang mengandung Pak."
Russel mengentikan kegiatannya dan kemudian menatap Frans.
"Apa?"
Russel begitu terkejut mendengar hal itu.
"Jadi kau mencoba memberitahuku bahwa anak itu adalah anakku?"
"Saya belum memastikan siapa ayah dari ayah bayi itu Pak.
Mungkin saja anak itu adalah anak dari pria lain."
"Tidak, anak itu adalah anakku."
Frans melihat keyakinan di wajah Russel.
"Kalian sudah memastikan kehamilannya?"
Frans kemudian memberikan berkas pemeriksaan Aluna.
Russel membaca kertas itu.
Gwen memang sedang mengandung.
Janinnya sudah berusia 2 minggu.
Dan ia yakin anak itu adalah hasil perbuatannya di malam itu.
Ia adalah pria pertama yang menyentuh Gwen.
Ia juga bisa pastikan bahwa Gwen bukanlah gadis murahan yang suka berhubungan dengan para pria.
Russel menghembuskan napas panjang.
Ia kemudian memijit keningnya.
Saat ini masalah yang menimpanya dengan gadis itu malah semakin rumit.
"Kita bisa memaksa gadis itu untuk menggugurkan kandungannya Pak."
Russel menatap Frans dengan tatapan nyalang.
"Tidak, aku tidak akan melakukan hal itu.
Walaupun aku tidak menginginkan kehadirannya, anak itu juga adalah darah dagingku.
Bagaimana mungkin aku bisa membunuhnya?"
"Apa yang harus kita lakukan Pak?
Saya takut masalah ini akan tercium oleh media."
"Saat ini terus pantau pergerakan Gwen.
Pastikan tidak terjadi apa-apa padanya."
"Baik Pak."
Frans kemudian meninggalkan ruangan Russel.
Russel kembali menatap kertas itu.
Saat ini ia sudah memiliki anak dari wanita lain.
Hal yang sangat ia inginkan terjadi pada Aluna.
Menjadi seorang ayah atas anak Aluna adalah hal yang sangat ia nantikan.
Namun hal itu terlihat sangat mustahil mengingat bagaimana hubungannya dengan Aluna.
Walaupun ia sering berhubungan dengan para wanita, ia sama sekali tidak ingin memiliki anak dari mereka.
Namun kondisi berbanding terbalik dengan Gwen.
Gwen saat ini tengah mengandung anaknya.
Walalupun hal itu membahayakan dirinya, ia sama sekali tidak berpikiran untuk menyingkirkan anak itu.
__ADS_1
Ia juga tidak akan tega membunuh darah dagingnya sendiri.
Kali ini ia sendiri yang akan bertindak untuk Gwen dan anak itu.