Rine And Shine

Rine And Shine
Chapter 21


__ADS_3

"Kau! Bagaimana bisa kau mengatakan itu padaku? Siapa kau berani mengatur hidupku."


Nada suara marah terdengar dari bibir tipis itu, ia jelas tahu jika pria ini bulan berasak dari keluarga Mugel. Tapi bagaimana bisa dia masuk keluar seenaknya seperti ini.


"Bagaimana, apa kau berniat pergi bersamaku?"


"Jangan bermimpi, menjauh dari kehidupan-- aah."


Emily dengan cepat di tarik hingga wajahnya jatuh tepat pada mata dingin itu. Dari jarak yang sangat dekat dengan kegelapan yang menyelimuti, mata itu menatapnya dengan begitu tajam.


"Aku akan menunggu hingga kau. mengatakan ,benar-benar ingin pergi bersamaku. Pikirkan tentang orang-orang yang membuatmu seperti sekarang ini, mereka tidak peduli dengan kesedihan dan kesakitanmu. Jika ia, seharusnya kau tidak di jebak dengan berada di sini dan melayani pria cacat itu. Mereka hanya memanfaatkanmu Emily, kenapa kau harus bertahan dengan penderitaan ini."

__ADS_1


Emily, yang sangat ketakutan langsung terjatuh lemas ke lantau saat tangan kekar itu melepaskannya. "Hentikan! Jangan bicara lagi." Tangan Emily gemetar dengan air mata yang mulai mengalir deras. "Kau tidak tahu sudah berapa banyak sakit yang aku dapatkan, aku bahkan tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini."


"Kalau begitu ikutlah bersamaku, aku bisa memberikan kebahagiaan dan semua hal yang seharusnya bisa kau dapatkan lebih dari yang keluarga Mugel berikan padamu."


Emily membeku, ia terdiam sesaat mendengar ucapan pria itu. Yang dia katakan memang benar, berada di sini seperti di dalam penjara. Ia terus di kurung dan tidak boleh melakukan apa yang ia ingin. Bahkan kuliahnya harus ia tinggalkan karena fokusnya sekarang adalah merawat Leon.


"Aku tidak mengenalmu, lalu bagaimana bisa aku pergi bersamamu?"


Kata-kata pria itu sedikit membuat Emily ragu dengan keadaannya sekarang. Yah, Romario memang menjanjikan jika dia akan hidup bebas selayaknya orang-orang di luar sana ketika Leon sudah sadar. Namun, kapan? Kapan pria itu akan sadar. Jika ia tidak sadar apakah Emily akan kembali ke penjara dan melewati hari-hari mengerikan itu lagi.


"Apa kau benar-benar menginginkanku?"

__ADS_1


"Kau ingin mencoba?"


"Aku tidak ingin lagi mencoba, keadaanku sekarang karena aku yang mencoba untuk menikmatinya."


Pria itu tersenyum tipis, ia melangkah menjauh dari Emily menuju jendela. Saat tirai di sapu angin, terangnya bulan menyinari punggung pria yang sedang berdiri di sana, menampakkan betapah kuatnya pria itu dari bentuk tubuhnya yang sangat kekar.


Pria itu sedikit menoleh lalu berkata. "Aku akan memberimu waktu 3 hari untuk berfikir. Fikirkan baik-baik keputusanmu, karena setelah 3 hari itu berlalu, aku akan datang kembali."


Setelah mengatakan itu, ia melompat dan menghilang dari balik pepohonan besar yang penuh dengan kegelapan. Sekali lagi itu membuat bulu kuduk Emily berdiri. Balkon cukup tinggi dan dengan lihainya dia melompat tanpa terluka.


"Huh!" Emily membuang napas kasar. Kedua kakinya masih terasa gemetar dan susah untuk. berdiri. "Apa yang aku lakukan. Aku menyepakati sesuatu dengan orang yang tidak aku kenal. Bagaimana bisa aku menghianati Daddy dan Leon."

__ADS_1


Terasa sakit di bagian kepalanya memikirkan ini semua. Emily membuang perasaan ragunya dan beranjak naik keatat tempat tidur. Sebelum berbaring di samping Leon, Emily menatap wajah pucat itu. Ada sedikit perasaan bersalah di hatinya. Namun, bagaimanapun ia harus memikirkan tentang hidupnya sendiri. Ia harus bersiap dari kemungkinan jika saja Leon tidak akan sadar.


__ADS_2